F05.3 Menkes Budi Jadi Pemimpin Terpopuler di Media SosialMenkes Budi Jadi Pemimpin Terpopuler di Media Sosial

BALI-Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin ditetapkan menjadi salah satu pemimpin terpopuler di media sosial oleh PR Indonesia. Ia dinilai mampu membawa reputasi positif Kementerian Kesehatan di masyarakat.

Hal itu merupakan hasil dari monitoring Kazee Digital Indonesia. Proses monitoring berlangsung sepanjang 1 Januari sampai 30 September 2021 melalui Twitter, Instagram, dan Facebook.

F05.3 Menkes Budi Jadi Pemimpin Terpopuler di Media Sosial
Menkes Budi Jadi Pemimpin Terpopuler di Media Sosial

Penentuan pemenang didasarkan pada kuantitas ekspos perbincangan positif netizen dan mempertimbangkan konten pemberitaan yang dianalisis secara manual oleh PR Indonesia dan Kazee Digital Indonesia.

Kepala Biro Komunikasi Kementerian Kesehatan Widyawati mengatakan penghargaan tersebut merupakan bukti dari upaya Menkes Budi dalam meningkatkan kualitas pelayanan di sektor kesehatan, serta bekerja sama dengan seluruh jajaran pegawai di Kementerian Kesehatan serta tenaga kesehatan untuk membangun citra positif kementerian di mata publik.

”Kerja nyata Pak Menkes memang sangat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia, terutama dalam menangani pandemi COVID-19. Penghargaan ini adalah cerminan dari upaya yang dilakukan beliau bersama dengan seluruh tenaga kesehatan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam menangani pandemi COVID-19,” kata Widyawati.

Pemberian penghargaan tersebut berlangsung dalam forum Jambore PR Indonesia (Jampiro) ke-7 yang digelar oleh Majalah PR Indonesia, Jumat (10/12) di Hotel Aryaduta, Bali.

Selain Menkes, ada 116 pemimpin organisasi dan public relations lainnya yang mendapatkan predikat Terpopuler dan Berpengaruh di Indonesia.

Founder dan CEO PR Indonesia Group Asmono Wikan mengatakan dimasa yang penuh ketidakpastian akibat pandemi dan disrupsi digital ini setiap pemimpin di level apa pun perlu selalu mengevaluasi agenda-agenda komunikasi kepada publik.

”Dunia berubah, pandemi mengajarkan banyak hal kepada kita semua termasuk para pemimpin bahwa cara dan metode komunikasi harus selalu disesuaikan dari waktu ke waktu. Tujuannya agar upaya menggapai reputasi dapat dicapai,” kata Asmono.

Oleh sebab itu, lanjut Asmono, pencapaian para pemimpin organisasi atau korporasi dan public relation diharapkan mampu menginspirasi banyak pemimpin lain tentang pentingnya komunikasi atau public relation.

baca juga: Atdikbud Canberra Dorong Bahasa Indonesia Populer Lagi di Australia

”Jika setiap organisasi ingin meraih prestasi yang lebih gemilang dan semakin dipercaya publik, maka perkuat dan berdayakan tim komunikasi,” ucapnya.(kemenkes.go.id)