F02.3 Bupati Buton La Bakry dan Tokoh Masyarkaat Buton Samsu Umar Samiun ketika mengresmikan baruga di KapontoriBupati Buton La Bakry dan Tokoh Masyarkaat Buton Samsu Umar Samiun ketika mengresmikan baruga di Kapontori

Laporan: Hasrin

BUTON, BP-Bupati Buton, Drs. La Bakry, M.Si meresmikan Baruga Watumotobe, Kecamatan Kapontori, Minggu, 19 Desember 2021. Peresmian ini ditandai dengan pengguntingan pita oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Buton, Ny. Delia Montolalu La Bakry yang ikut mendampingi Bupati Buton.

F02.3 Bupati Buton La Bakry dan Tokoh Masyarkaat Buton Samsu Umar Samiun ketika mengresmikan baruga di Kapontori
Bupati Buton La Bakry dan Tokoh Masyarkaat Buton Samsu Umar Samiun ketika mengresmikan baruga di Kapontori


Pada kesempatan tersebut, turut hadir tokoh pemerhati budaya Buton yang juga mantan Bupati Buton, Samsu Umar Abdul Samiun, SH bersama ibu, anggota DPRD Buton dapil setempat, pejabat eselon II dan III, Camat Kapontori, La Ode Farihi, SSos bersama anggota Forkopimcam Kapontori serta Plt. Camat Lasalimu La Ode Zahaba, S.Hi., M.Si
Dalam sambutannya, Bupati Buton, Drs. La Bakry, M.Si mengatakan meskipun dalam suasana pandemi Covid-19, hari ini saya menerima laporan bahwa sampai hari ini kasus Covid-19 di Buton sudah di angka nol. Ini semua adalah kerja keras semua pihak, mudah-mudahan Covid-19 bisa segera berakhir.
“Alhamdulillah, Kapontori sudah mencapai 60 persen sudah divaksin. Ditingkatkan lagi agar target 70 persen Kabupaten Buton di akhir bulan segera tercapai. Sesungguhnya sasaran vaksinasi antara 25-35 persen banyak yang merantau di luar daerah,” kata Bupati
Untuk itu Bapak Menteri Dalam Negeri mengatakan agar datanya bisa direvisi, sehingga kita tidak di anggap tidak bekerja untuk hal vaksinasi ini.
“Saya meneruskan visi misi Bupati senior Bapak Samsu Umar Abdul Samiun, SH., menjadikan Buton sebagai Kawasan Bisnis dan Budaya terdepan. Dua-duanya, kita boleh maju secara ekonomi, tetapi tidak boleh tercerabut dari akar budaya kita,” lanjut Bupati.
Sejak Umar-Bakry, lanjut Ketua Bapera Sultra ini selalu mengedepankan budaya dengan terus menggenjot sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur, bidang kesehatan, pendidikan. Semuanya didorong, dengan tetap tidak melupakan akar budaya Buton. Dulu sebelum kita selenggarakan festival budaya tua, tidak ada yang percaya diri memakai simbol-simbol budaya kita. Kebanyakan sudah memakai yang macam-macam, tercerabut kita paling tidak dari aspek busana kita.
“Hari ini setelah tujuh tahun berturut-turut kita selenggarakan Festival Budaya Tua Buton, bahkan se-Sulawesi Tenggara saat ini muncul semangat itu, terutama kita di Kepulauan Buton yang nama kampurui “Padhamalala, Patawala, dan lain” hari ini sudah menjadi accessories bahkan di event-event nasional di Sultra itu dibagikan kampurui ini.
Dikatakan Ketua Partai Golkat Buton, Alhamdulillah, sejak dilantik, secara bertahap kita bangun baruganya. Baruga kecil kita syukuri, mudah-mudahan ke depan bisa diperluas. Ke depan, Kabupaten Buton akan menjadi pusat pengembangan aspal nasional. Tahun depan akan dibangun perluasan Pelabuhan Aspal Nambo. Jalan kabungka- Lawele juga sudah dibangun.
“Saya mohon doa seluruh masyarakat Buton agar niatan kita ini dapat tercapai sehingga pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Bupati
Saya atas nama Pimpinan daerah bersama ibu Wakil Bupati, serta secara pribadi mohon pamit karena periode 2017-2022 akan berakhir Agustus 2022 mendatang. Sekaligus memohon maaf atas segala interaksi kita selama ini.
Di akhir sambutannya, suami Delya Montolalu ini memberikan ucapan selamat atas peresmian Baruga Watumotobe dan pesta syukuran adat Bongkaano Khopo dan Tuturangi kepada pemerintah, tokoh adat dan masyarakat setempat.
“Selamat atas peresmian Baruga Watumotobe dan dengan selesainya pesta syukuran adat Bongkaano Khopo dan Tuturangi, semoga batata kita dan doa-doa kita diijabah oleh Allah SWT, amin,” pinta Bupati kesembilan di tanah Buton tersebut.
Sementara itu, tokoh pemerhati budaya Buton, mantan Bupati Buton, Samsu Umar Abdul Samiun, SH mengungkapkan rangkaian adat seperti ini perlu di lestarikan. Baruga ini punya kronologis sejarah. “Ini sdh lama saya rencanakan dan sudah menjadi sasaran karena di Kapontori ini tidak ada magnet tersendiri. Namun alhamdulillah baruga ini dapat terealisasi atas usaha sebagaimana yngg kita harapkan,” katanya.
“Saya yakin pak bupati bagian dari saya dan semoga kita berusaha bisa mengupayakan yang terbaik kedepannya,” lanjut mantan bupati
Umar Samiun -sapaan Samsu Umar Abdul Samiun- mengakatak tentang pemilihan kepada daerah ke depannya, memilih itu sulit karena latar belakang dan item itemnya harus ditimbang. Namun kalau memilih pastikan yang terbaik untuk masyarakat.
“Dalam era keterbukaan informasi begitu cepat sehingga selektif cenderung meningkat. Hanya saja masyarakat itu sudah dalam skala memilih praktis lebih realistis yang jadi taruhannya daerah,” katanya.
Di akhir sambutannya mantan Bupati Buton menyinggung tentang pemilihan raja di Kerajaan dan Sultan di Kesultanan Buton yang bersifat mutlak hingga demokratis.

baca juga: Kearifan Lokal Budaya Buton Melawan Corona, Presentase Bupati Bupati Buton Di ajang Anugerah Kebudayaan PWI
Namun yang terpenting dari acara syukuran ini kata Umar Samiun adalah dalam ritual adat perayaan hasil panen yang kedepan Insya Allah dengan acara seperti ini dapat dilestarikam. Sehingga anak generasi kita bisa melanjutkan untuk dipertahankan.
“Selamat untuk masyarakat Watumotobe yang hari ini baruganya sudah bisa di gunakan,” pungkasnya.(**)

Comments are closed.