F01.5 1

Pewarta : Alyakin

BAUBAU, BP – Seperti kata pepatah, sepandai-pandainya tupai melompat pasti terjatuh juga, itulah nasib yang ditimpa napi inisial AR (33) dan inisial FR (26). Mereka yang mencoba menyimpan ataupun menyembunyikan barang terlarang didalam Lapas Kelas IIA Kota Baubau, tercium juga oleh penegak hukum. Sebaliknya, petugas lapas tidak mengetahuinya tampa informasi dari polres Baubau.

Rencananya barang terlarang yakni narkotika jenis sabhu ini, diduga kuat digunakan pelaku serta diedarkan kepada pecandu yang juga mendekam di jeruji besi lapas kota Baubau atau diluar gedung lapas. Beruntung, atas sinergitas Polres Baubau dan Lapas Baubau sehingga rencana jahat itu berhasil digagalkan.

Walaupun demikian, pihak lapas belum mengetahui cara kerja napi yang bekerja sama dengan orang tak dikenal (orang luar) yang berhasil memasukkan narkotika dan hp didalam lapas kelas IIa kota Baubau. (Misteri!?), Napi kasus pencabulan, FR dan napi AR kasus narkotika tidak mau mengaku ketika diintrogasi oleh petugas lapas.

F01.5 1

Pelan tapi pasti, Ide, rencana mereka memasukkan barang terlarang itu dengan mulus. Sementara pengawasan, penjagaan di lapas begitu ketat, berdasarkan SOP. Misalnya, pengunjung yang menjenguk napi, baik keluarga, kerabat, aparat bahkan pejabat teras pemerintahan dilakukan pemeriksaan oleh petugas lapas.

“Kita tidak mengatakan harus lewat pintu depan, tapi petugas selalu melakukan pemeriksaan, pengeledahan setiap siapapun, karena Sop-nya itu yang masuk baik petugas, orang, barang itu dilakukan pengeledahan,” kata Kepala Lapas Kelas IIa Kota Baubau Herman di Aula Mako Polres Baubau, Kamis sore (25/08/2022).

Barang terlarang bisa masuk dalam lapas, menurutnya, terdapat beberapa cara yang dilakukan orang luar seperti pelemparan bola, kertas terbungkus kantong plastik yang diduga berisikan narkotika atau handphone.

“Kita tau, lapas kita temboknya hanya tiga meter, dan gampang sekali melakukan pelemparan tersebut. Dan tidak menutup kemungkinan sabhu itu diseludupkan oleh keluarga atau pengunjung yang masuk, bisa juga. Tapi kita tidak menyatakan begitu, yang jelas kami mendapatkan informasi bahwa ada sahbu didalam, kami tindak lanjuti,” tuturnya.

Olehnya itu, pihaknya bakal melakukan evaluasi terhadap petugas lapas yang berjaga dipintu masuk lapas baubau, bahkan Ia memberikan sangsi jika bertugas tidak sesuai SOP. Selain itu, bila ditemukan terlibat dalam kasus tersebut maka dia tidak segan-segan memprosesnya secara hukum.

“Saya sampaikan juga sama pak Kapolres, jika ada petugas kami terlibat, silakan, saya buka ruang, proses, supaya menjadi perhatian petugas kita.
Sampai saat ini kami tidak bisa menyatakan ada dugaan, yang jelas kami belum mempunyai bukti-bukti kuat untuk menyatakan itu,” pungkasnya.

Alat mendekteksi baik narkotika, Handphone di lapas kelas IIa Kota Baubau mengalami kerusakan. Karena itu, pihaknya telah melaporkan dipusat. Selanjutnya, Ia akan membenahi sarana dan prasarana misalnya menambah ketinggian dinding, tembok.

“Sementara menunggu perbaikan dari pusat.” katanya.

Meski demikian, Ia terus berkoordinasi, komunikasi dengan polres Baubau untuk memutus mata rantai peredaran narkoba di Baubau.

“Karena biar bagaimana, kami dengan polres betul-betul memerangi narkoba ini. Makanya kami lakukan razia secara frontal, langsung, mencari sasaran sesuai informasi yang kami dapat,” tandasnya.

Berdasarkan rilis pers Kamis ((25/08/2022), oleh Kapolres Baubau, AKBP Erwin Pratomo SIK, Dia membenarkan didalam kamar napi terdapat narkotika jenis sabhu dengan berat 5,24 gram. Barang haram ini ditemukan petugas lapas baubau setelah mendapat informasi dari polisi.

Sesudah itu, jumat 12 Agustus 2022. Sekira pukul 10.00 wita, Sat Narkoba polres Baubau dihubungi pihak lapas bahwa ditemukan narkotika jenis sabhu di kamar AR. Beberapa saat kemudian, sekira pukul 14.00 wita. Pihak lapas menyerahkan napi tersebut kepada polres Baubau guna di proses secara hukum.

Sebelumnya, Minggu, 31 juli 2022, Cs inisial F (20) menjemput paket kiriman dari Kabupaten Bombana yang diduga berisikan narkotika jenis sabhu di jembatan batu, kelurahan wale, kecamatan wolio kota Baubau. Disini, Sat Reskrim Polresta Baubau berhasil meringkus kurir narkotika (F).

Dari situ, untuk mengetahui lebih dalam, Sat Reskrim Polresta Baubau mengintrogasi pelaku tentang pengiriman paket kiriman tersebut, alhasil, pelaku mengakui bahwa paket tersebut adalah milik narapidana inisial PN yang berada di dalam lapas kota Baubau dan F diberi upah Rp 100.000 rupiah. selain itu, pelaku berkomunikasi lewat handphone genggam dengan narapidana yang berada di dalam lapas kota Baubau inisial PN.

Jaringan lapas kembali, polres Baubau
tidak akan berhenti sampai disini. Olehnya itu, Kapolres Baubau memerintahkan kasat Narkoba untuk terus melakukan pengembangan atau mengusut kasut tersebut sampai ke akar-akarnya sebab menyimpan, menguasai mengedarkan narkoba hukumnya sama.

“Ini merupakan hasil pengembangan dari Ivan yang kita tangkap, beberapa pekan lalu, kita kembangkan dan alhamdulillah, hasilnya ini,” katanya.

Napi FR ditemukan menyimpan narkotika jenis sabhu seberat 5,42 gram. Dan barang bukti lainnya yang diamankan seperti satu paket bong alat hisap botol nescafe, satu batang pirex kaca, tiga lembar kertas rokok, satu bungkus rokok, satu lembar tisu, dan satu buah hendponegenggam.

“Setelah dilakukan introgasi, FR mengakui barang tersebut milik AR yang dititipkan di kamar AR,” katanya.

Atas perbuatannya, FR, (26) dan AR (33) diancam 20 tahun penjara karena melanggar melanggar pasal 114 ayat 2, atau pasal 112 ayat 2 subsider pasal 127 ayat ayat huruf a. UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika.

baca juga: Teguk Miras Sebelum Bunuh Pasutri La Moni-Nursiah di Baubau, Pelaku AR Ambil Handphone dan Motor Milik Korban, Begini Kronologisnya

Kerjasama atau sinergitas yang dibangun antara polres Baubau dan Lapas Kelas IIA Kota Baubau patut di apresiasi, karena telah menggagalkan peredaran narkotika jenis sabhu di Baubau. Namun bila pengguna dan pengedar yang dibekuk belumlah cukup, sebab jantung (Bandar narkoba) diduga masih merajalela di tanah air. Oleh karena itu, publik menunggu Polri menangkapnya agar masyarakat benar-benar bebas, bersih dari narkoba.(*)