WhatsApp Image 2022 08 27 at 14.54.23Pelatih dan Atlit tinju Kota Baubau yang latihan di pelataran Kotamara

Laporan: Ardi Toris

BAUBAU, BP- Persatuan Tinju (Pertina) Kota Baubau mempersiapkan diri dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprof) Sultra ke XIV yang akan dihelat di Kota Baubau dan Kabupaten Buton pada November 2022.

Manager pelatih sekaligus penasihat Pertina Cabang Baubau M Arsis Jafar ditemui disela-sela kesibukannya melatih atlit Tinju di Kota Mara akhir pekan lalu mengatakan saat ini pihaknya melakukan latihan di sekitar pelataran Kotamara di Kota Baubau dua kali seminggu.

WhatsApp Image 2022 08 27 at 14.54.23
Pelatih dan Atlit tinju Kota Baubau yang latihan di pelataran Kotamara

“Kita tidak punya ring tinju yang dapat dipakai untuk melatih atlit, sehingga terpaksa kita latihan di Kotamara dengan mengambil spot yang ditumbihi rumput. Tujuannya agar saat latihan atlit tidak mengalami cidera saat terjatuh,” tuturnya kepada Baubau Post.

Arsis Jafar harus kembali turun menjadi pelatih karena ingin atlit-atlit Pertina Baubau kembali mencatatkan prestasi dalam ajang Porprof ke XIV Sultra.

“Di Porprof sebelumnya Pertina Baubau salah satu cabang yang menghasilkan emas dan selalu keluar sebagai juara umum. Sekarang masa menjadi tuan rumah kita tidak menjadi juara umum. Makanya dengan keterbatasan yang ada saya kembai turun melatih agar kita kembali meraih emas dan kembali mengharumkan nama Kota Baubau,” tuturnya.

Dia pun menyebutkan akan menurunkan atlit tinju Kota Baubau di semua kelas dalam Porprof ke XIV Sultra. Persiapannya pun meski sangat terbatas namun dia terus memupuk semangat atlitnya agar nantinya bisa berprestasi.

baca juga: Barang Terlarang Seperti Narkoba ‘Terbang’ Melewati Tembok dan Petugas, Lalu Masuk Dalam Lapas Kelas II A Baubau

“Saya kira kedepan baik KONI maupun Pemerinth Daerah harus bisa memperhatikan cabang olahraga tinju dengan mengupayakan pengadaan ring tinju. Sehingga paraatlit-atlit kita bisa berlatih di tempat yang semestinya. Saya kira pengadaan ring tinju ini biayanya kira-kira Rp 300 jutaan. Karena setiap ajang Porprof, tinju menyumbangkan medali emas yang signifikan bagi kontingen Kota Baubau,” tuturnya. (***)