01.3 Dr Hasmuddin

Pewarta: Alyakin

KENDARI, BP – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bahteramas provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sebagai rumah sakit rujukan Kabupaten/Kota di wilayah kepemimpinan H Ali Mazi SH dan sekitarnya tentu diperlukan fasilitas memadai. Tak hanya itu, tenaga medik juga menjadi perhatian serius demi keselamatan pasien.

01.3 Dr Hasmuddin
Dr Hasmudin, SpB

“Jadi emang benar, RS Bahtramas ini, satu-satunya RSUD rujukan di Indonesia timur tahun 2023 sehingga diperlukan pembenahan SDM serta sarana dan prasarana,” kata direktur RSUD Bahteramas Sultra, Dr. H. Hasmudin, Sp.B, ketika ditemui Baubau Post di ruang kerjanya Selasa (13/09/2022).

Dibawah kepemimpinan Dr. H. Hasmudin, Sp.B, RSUD Bahteramas terus dilakukan renovasi bangunan seperti ruangan isolasi, ICU, ruang perawatan VIP, poli klinik serta fasilitas lainnya. Sementara ruangan UGD dan ruangan perawatan kandungan, kebidanan akan dilakukan pada tahun 2023 mendatang. Hal ini dilakukan agar terciptanya mutu pelayanan kesehatan yang baik bagi masyarakat.

“Karena ini penting sehingga tidak ada jalan lain, kita harus perbaiki semua ruangan-ruangan yang ada, supaya bisa menampung pasien yang banyak.” katanya.

Ruangan direnovasi sesuai standar agar dapat menampung pasien lebih banyak dari sebelumnya, misalnya
pasien ICU RS lain merujuk di RSUD Bahteramas, Namun ruangan ICU hanya mampu menampung delapan pasien. Sebaliknya, bila ruangan selesai direnovasi, itu bisa menampung 20 pasien. Artinya meningkat dua kali lipat dan pasien dijamin nyaman.

Begitu juga dengan ruangan Unit Gawat Darurat (UGD), lanjutnya, UGD merupakan salah satu pintu masuk pasien emergency sehingga dibutuhkan ruangan yang dapat memenuhi pelayanan laboratorium, radialogi bahkan pelayanan perawatan.

“Jadi pasien yang masuk sudah ada hasil pemeriksaan baik dari perawatan laboratorium Radialogi ronsen,” ujarnya.

Disisi lain, mantan direktur RSUD Baubau ini menilai, renovasi bangunan di RSUD Bahteramas Sultra tidaklah cukup, jika SDM kurang, Oleh karena itu, Dia mulai merekrut sejumlah tenaga medik pada akhir tahun 2021 seperti tenaga medik Subspesialis bedah digestif pada saluran cernah. Spesialis Urologi bedah, ahli bedah saraf, ahli bedah anak, ahli bedah mulut, subspesialis gigi, ahli rehabilitasi medik fisioterapi serta penambahan dokter dokter umum.

Alhasil, dokter ahli di RSUD Bahteramas untuk tenaga medik spesialis kurang lebih 60 orang, subspesialis 15 orang, subspesialis penunjang sekitar 10 orang. Kini mereka telah bertugas sesuai bidangnya untuk menyelamatkan pasien.

“Karena ini agak susah dokter ahli ini, kita harus mencari dimana mereka dan bisa kita rayu, supaya bisa datang bekerja disini, karena ini untuk kepentingan masyarakat semua. Jadi dari yang tidak ada menjadi ada,” katanya.

Tak hanya ini, beberapa dokter diberikan rekomendasi oleh mantan kadis kesehatan Baubau ini untuk melanjutkan pendidikan seperti dokter spesialis jantung agar menjadi subspesialis. Diharapkan bila kembali bisa melakukan Kateterisasi jantung.

Kemudian, lanjut dia, untuk sarana lainnya seperti bidang peralatan, pihaknya telah memesan alat Extracorpireal Shock Wave Lithotrospy (ESWL) atau alat yang digunakan untuk menembak atau memecah batu ginjal tampa dilakukan operasi. Rencananya alat tersebut dapat digunakan pada november 2022 mendatang.

“Jadi pasien yang ada batu ginjalnya tidak perlu lagi dirujuk di kota Makassar atau kemana, bisa kesini dan tidak perlu lagi di operasi, ditembak pakai laser,” tukasnya.

baca juga: Sejumlah PT Jasa Pelayaran Diminta Tidak Menaikkan Tarif Kapal Secara Sepihak

Walaupun demikian, Ia mengakui RSUD Bahteramas Sultra masih banyak dilakukan pembenahan. Namun karena keterbatasan anggaran sehingga dilakukan secara bertahap. Selain itu, pihaknya terus melakukan edukasi, sosialisasi guna memanimalisir ketidakpuasan pada masyarakat.

“Jadi semua yang kita lakukan di rumah sakit sini, anggarannya bersumber dari APBD maupun dana BLUD. Alhamdulillah saat ini RSUD Bahteramas Sultra masuk tipe B-Plus dari tipe B,” tutup.(*)