F01.4 Ketua Umum Konsorsium Pemerhati Korupsi Buton Utara Rusdianto. Foto Kasrun Baubau PostKetua Umum Konsorsium Pemerhati Korupsi Buton Utara Rusdianto. Foto Kasrun/Baubau Post

Laporan: Kasrun

BURANGA,BP-Ketua Umum Konsorsium Pemerhati Korupsi Buton Utara ( KPK – BUTUR ) Rusdianto mendesak penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Butur untuk segera menaikan status kasus dugaan Korupsi biaya Operasional Kesehatan (BOK) Puskesmas Kioko dari tahap penyelidikan ke penyidikan.

Pasalnya kasus tersebut sudah lama ditangani pihak Polres Butur, namun sampai saat belum ada juga kejelasan dari penyidik Tipikor.

“Mendesak pihak penyidik Tipikor Polres Kabupaten Buton Utara untuk segera menaikkan status dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan,” katanya.

F01.4 Ketua Umum Konsorsium Pemerhati Korupsi Buton Utara Rusdianto. Foto Kasrun Baubau Post
Ketua Umum Konsorsium Pemerhati Korupsi Buton Utara Rusdianto. Foto Kasrun/Baubau Post

Kata Rusdianto, hingga saat ini mantan bendahara Puskesmas Kioko Erni selalu mangkir dari panggilan penyidik dengan alasan dia sedang hamil. Namun, menurut hasil investigasinya, mantan bendahara Puskesmas Kioko itu tidak hamil.

“Mantan bendahara Puskesmas Kioko saudari ibu Erni beralasan lagi hamil sehingga mangkir dari pemeriksaan penyidik, setelah saya dan kawan – kawan melakukan monitoring, kami melihat saudari ibu Erni tersebut tidak lagi kondisi hamil. Maka dari itu, saya menantang penyidik Tipikor Polres Kabupaten Buton Utara untuk menjemput paksa mantan bendahara tersebut untuk dilakukan pemeriksaan khusus,” tuturnya.

Rusdianto mengungkapkan, saat ini dirinya memegang saksi kunci terkait kasus dugaan korupsi penggunaan dana BOK Puskesmas Kioko yang menjerat mantan Kapus dan Bendahara Puskesmas Kioko tersebut.

“Ada tambahan lagi buat penyidik, ada dugaan pemalsuan data dana anggaran biaya operasional kesehatan tersebut, dan kami memegang saksi kunci dan siap bersaksi jika penyidik Tipikor Polres Kabupaten Buton Utara menginginkan data tambahan sebagai pelengkap, ” ungkapnya.

Lebih lanjut Rusdianto nengingatkan, kepada penyidik Tipikor Polres Kabupaten Buton Utara, jika memang tidak sanggup melakukan langkah – langkah, maka pihaknya menawarkan solusi yaitu untuk dilimpahkan kasus tersebut ke Polda Sulawesi Tenggara atau Kejaksaan Tinggi Provinsi Sulawesi Tenggara secepatnya.

Rusdianto menambahkan, jika Penyidik Polres Buton Utara tidak memberikan kejelasan atas kasus dugaan korupsi dana BOK Puskesmas Kioko yang ditanganinya, makan dalam waktu dekat ini dirinya akan melaporkan penyidik Polres Butur ke Propam Polda Sultra atas dugaan sengaja memperlambat proses penanganan kasus tersebut.

“Jika permintaan saya tidak dindahkan, maka dalam minggu ini akan saya laporkan ke Propam Polda Provinsi Sulawesi Tenggara dan Irwasda Polda Provinsi Sulawesi Tenggara, serta melakukan aksi besar – besaran di Polda Provinsi Sulawesi Tenggara dan Kejaksaan Tinggi Provinsi Sulawesi Tenggara sekaligus melakukan Pelaporan ulang, “tutupnya.

Saat dikonfirmasi Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Butur AKP La Ode Sumarno melalui WhatsAppnya mengarahkan wartawan Baubau Post untuk menemui Kanit Tipikor Polres Butur di kantornya agar mendapatkan penjelasan sejauhmana proses pelaporan kasus tersebut.

“Nanti datang ke Kantor yaaa temui Kanit tipidkor, untuk diberikan penjelasan sejauh mana penanganan laporannya, ” tulis Sumarno, Senin (02/01/2023).

baca juga: Salurkan BLT BBM Penyandang Disabilitas Di Kulisusu Utara, Ridwan Zakariah Beri Sinyal Investor Mau Ke Butur

Media ini telah berusaha menghubungi Kanit Tipikor Polres Butur melalui WhatsAppnya namun hingga berita ini diterbitkan belum juga membalas pesan yang dikirim media ini.(*)