F06.1 Terduga pelaku pencabulan anak di bawah umur yang diamankan polres BaubauTerduga pelaku pencabulan anak di bawah umur yang diamankan polres Baubau. Foto Alyakin/Baubau Post

Peliput: Alyakin

BAUBAU, BP – Polres Baubau berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencabulan anak di bawah umur yang terjadi di lingkungan Bukit Selemat, Kelurahan Kadolokatapi, Kecamatan Wolio, Kota Baubau, Provinsi Sulawesi Tenggara. Peristiwa tersebut terjadi pada tahun 2022 hingga berakhir Minggu, (08/03/2023)

F06.1 Terduga pelaku pencabulan anak di bawah umur yang diamankan polres Baubau
Terduga pelaku pencabulan anak di bawah umur yang diamankan polres Baubau. Foto Alyakin/Baubau Post

Korban, sebut saja bunga (17) yang diduga keterbelakangan mental terpaksa melayani nafsu bejat, Inisial BK (58) disalah satu kamar kosong, tepatnya dekat dapur rumah pelaku yang beralamat Lingkungan Bukit Selamat Kelurahan Kadolokatapi, Kecamatan Wolio, Kota Baubau.

Dalam konferensi pers, Kapolres Baubau AKBP Bungin Masokan Misalayuk SH SIK MSi mengatakan kini pelaku inisial (BK) telah diamankan di Mapolres Baubau.

“Proses penangakapan berdasarkan laporan dan informasi dari masyarakat,” katanya.

Atas dasar itu, personil polres Baubau melakukan penangkapan pada Minggu, (08/01/2023) serta menetapkan pelaku sebagai tersangka.

Selanjutnya, Kasat Reskrim Polres Bauba AKP Nazamuddin SH MH mengatakan peristiwa itu bermula pada tahun 2022, dimana bunga masih duduk di bangku SMP diduga disetubuhi BK sekali. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul pukul 16.00 WITA disebuah kamar kosong.

“Saat itu korban sedang duduk–duduk di depan rumahnya kemudian pelaku memanggil korban, lalu pelaku mengajak korban masuk ke dalam rumah pelaku,” kata kasat Reskrim.

Setelah itu pelaku membawa bunga masuk kedalam kamar kosong dekat dapur rumah pelaku. Kemudian pelaku mengancam korban untuk tidak memberitahu kepada siapapun sehingga korban tidak berani bersuara. Akhirnya, pelaku melakukan tindakan persetubuhan terhadap korban.

“Setelah pelaku melakukan Persetubuhan tersebut kemudian menyuruh Korban memakai kembali celananya kemudian pelaku memberikan Korban uang Rp 10 ribu,” katanya.

Dari situ, persetubuhan tersebut terus terjadi beberapa kali sampai pada minggu (8/01/2023) sekitar pukul 16.00 WITA bertempat di sebuah kamar kosong dekat dapur rumah pelaku.

“Dimana setelah melakukan aksinya itu pelaku memberikan korban uang lagi sebanyak Rp 5 ribu,” katanya.

baca juga: Mantan Direktur Utama PD Bank BPR Bahteramas Baubau di Tahan Polisi Atas Dugaan Korupsi

Atasan perbuatannya, pelaku dikenakan sanksi Pasal 76D Jo 81Ayat (1), (2)UU RI NO. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pengganti UU RI NO. 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua UU RI No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang – Undang dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp 5 Miliar. (*)