F05.1 Perpustakaan SDN 1 Laompo BuselPerpustakaan SDN 1 Laompo Busel

Laporan: Ardi Toris

BUSEL, BP- Dari delapan ruang kelas belajar (RKB) di Buton Selatan rupanya ada tiga RKB yang mengalami kerusakan pada bagian atap khusunya di teras sekolah. Sementara itu ada satu bangunan untuk perpustkaan sekolah yang gedungnya sudah rapuh dan atapnya bocor.

F05.1 Perpustakaan SDN 1 Laompo Busel
Perpustakaan SDN 1 Laompo Busel terlihat retak dan atap serta palafonnya rusak

Kepala Sekolah SDN 1 Laompo Busel Rosdiana SPd mengungkapkan lima RKB yang ada di sekolahnya masih bagus, “Sementara tiga RKB kalau dikatakan masih layak, ya…masih layak karena masih bisa digunakan saat ini. Tapi kalau dikatakan tidak layah, ya…bisa juga dikatakan tidak layak, karena atap dibagian teras sekolah itu bocor,” tuturnya.

Rosdiana mengatakan gedung 3 RKB yang atap terasnya bocor tersebut merupakan bangunan tahun 2008 dan sampai saat ini belum pernah mengalami renovasi. Sementara gedung perpustakaan yang rapuh itu sudah pihaknya laporkan ke Dinas Pendidikan Busel, namun belum mendapatkan prioritas untuk tahun 2022.

“Saya sudah menyampaikan harapan saya ke bagian perencana di Diknas Busel namun dikatakan untuk tahun 2022 tidak ada anggaran untuk renovasi bangunan, yang ada untuk memmbangun bangunan baru,” ucapnya.

F05.1B Kepsek SDN 1 Laompo Busel Rosdiana SPd
Kepsek SDN 1 Laompo Busel Rosdiana SPd

Meski demikian Rosdiana mengaku tidak berputus asa untuk terus berupaya bagaimana caranya agar perpustakaan sekolah di SDN 1 Laompo Busel bisa diperbaiki. Seperti baru-baru ini ada Musrembang ditingkat kecamatan, Rosdiana mengaku menyuarakannya karena ada Bappeda, dia m,enyampaikan bagaimana perbaikan infrastruktur khususnya untuk pendidikan di Kecamatan Batauga.

“Perpustakaan itu sudah setahun saya tutup. Kami tidak berani masuk di dalam ruangan itu karena atapnya sudah bocor dan tembok bangunan pada retak. Bangunan perpustakaan itu rapuh karena dihantam gempa dari beberapa tahun sebelumnya dan yang paling parah itu waktu gempa tahun 2022 lalu,” tuturnya.

Rosdiana mengatakan penggunaan perpustakaan sekarang sudah tidak layak pakai lagi. Sementara dalam penerapan kurikulum merdeka dan pengembangan sekolah, lanjutnya, yang perlu digenjot yaitu membaca. Karena dengan membaca berliterasi bisa membuka jendela pengetahuan.

“Jadi selama perpustakaan belum bisa diperbaiki kami memutuskan merotasikan itu perpustakan dengan membuat pojok baca di dalam kelas. Namun demikian kami berharap perpustakaan itu bisa segera dibangun kembali sehingga siswa kami bisa kembali berinterkasi di perpustakaan sekolah,” tuturnya.

Rosdiana mengungkapkan SDN 1 Laompo tergolong sekolah lama yang dibangun tahun 1968. Dan murid di sekolah ini tergolong banyak karena rata-rata setiap kelasnya terisi 30-32 orang siswa.

“Sejak saya memimpin sekolah ini menang saya lihat ada tren peminatnya naik. Sekalipun belum bisa di pecah rombongan belalajarnya (rombel-nya) tapi ada trend naik jumlah siswanya,” tuturnya.

Saat ini ada 11 orang guru berstatus ASN termasuk kepala sekolah yang bertugas di SDN 1 Laompo. Sedang guru tidak tetapnya (GTT) berjumlah 7 orang. Rosdiana mengatakan untuk GTT gajinya diambilkan dari dana BOS.

“Kalau GTT ini semua sudah terdaftar di data Dapodik dan alhamdulilah tahun 2022 ada dua orang yang lulus guru P3K. Artinya kalau melihat jumlah guru, Rombel, dan jumlah siswa yang ada masih dikatakan ada keseimbangan,” ucapnya.
Meski demikian, Rosdiana tidak memungkiri ada berbagai macam kesilitan yang dihadapinya ketika menjalankan misi sebagai kepala sekolah.

“Ada banyak yang saya ingin saya kembangkan, tapi memang partisipasi dan kerjasama memang harus dibutuhkan. Di tahun 2022, Meskipun sekrang sudah ada ruang UKS, laboratorium, dan WC, namun saya rasa itu belum cukup untuk pengembangan siswa kami,” ucapnya.

Dia pun menjelaskan kesulitan yang dihadapinya yaitu kalau masuk di sekolah dan melihat halaman sekolah itu sangat luas tapi terlihat lapangan olahraganya belum memadai, apalagi kalau hujan 5 menit saja halaman sekolah sudah tergenang banjir.

baca juga: Kepsek SDN 1 Masiri Busel Jalaludin Berbagi Pengalaman Bagaimana Upayanya Lulus Menjadi Sekolah Penggerak

“Padahal pada saat-saat tertentu halaman sekolah SDN 1 Laompo ini menjadi pusat kegiatan Pemda Busel. Misalnya kalau ada jalan santai, selalu startnya di sini. Kemudian kegitan pendidikan lainnya seperti pelaksanaan O2SN selalu dilaksanakan di sini. Kalau bicara ikon Buton Selatan, itu dimulai dari Lawela sampai dengan Masiri. Jadi Laompo ini ada di tengah-tengah. Kalau hujan saya kurang percaya diri juga apalagi bila ada tamu yang datang di sekolah ini,” ucapnya. (*)