Peliput: Amirul

BATAUAGA, BP – Berdasarkan data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kabupaten Buton Selatan (Busel), dari 13.762 Pasangan Usia Subur (PUS) di 2017, diperkirakan 70 persen dari jumlah tersebut aktif dalam menggunakan alat kontrasepsi untuk mengatur jumlah anak.

Kepala Bidang (Kabid) BK/KS BKKBN Busel Suriati SH mengatakan, masyarakat Buton Selatan berminat menggunakan alat kontrasepsi suntik. Dikarenakan pada umumnya alat kontrasepsi sangat disukai masyarakat, namun alat suntikan tersebut yang tidak tersedia.

“Kiat-kiat kami di BKKBD mengalihkan mereka untuk menggunakan alat kontrasepsi yang ada saja, yang penting mereka jangan hamil. Apakah mereka menggunakan pil atau kondom, yang penting mereka jangan hamil,” kata Suriati, saat ditemui beberapa waktu lalu.

Dikatakannya, masyarakat Busel sudah tidak menanamkan pikiran bahwa banyak anak banyak rezeki. Saat ini PUS di Busel, berusaha untuk tidak kebobolan saat berhubungan intim bersama pasangan jika sudah memiliki dua orang anak, yang sesuai dengan moto Keluarga Berencana.

“Jika mereka masih hamil lagi setelah dua anak, itu sudah diluar perencanaan mereka. Mungkin kondom bocor atau atau tidak minum pil,” tuturnya.

Lanjutnya, kenyakinan masyarakat Buton Selatan terkait dua anak cukup meningkat dengan signifikan terutama untuk para PUS. Kata dia, Busel yang terbagi atas beberapa kecamatan sudah menerapkan program KB dengan baik, tinggal daerah Batuatas yang sementara masih dilakukan pendekatan, dikarenakan pada wilayah tersebut kerap ditemukan keluarga yang memiliki tiga sampai lima anak.

Ditambahkan kata Suriati, terkait meningkatnya kesadaran dua anak cukup pada masyarakat Busel khususnya pada wilayah daratan, pihaknya tidak punya kiat-kiat dalam memberikan pemahaman, hanya menggunakan 10 langkah KB, pendekatan formal dan informal dengan terus menerus.

“Kami tidak memberikan contoh yang muluk-muluk, namun kami memberikan pemahaman kesejahteran walau nilai kesejahteraan itu tidak bisa diukur. Namun dengan dua anak saja paling tidak kedepan anak-anak itu bis sekolah dengan baik dan benar,” pungkasnya.(*)