Pj Bupati Konawe Harmin Ramba Jelaskan Pria Yang Ingin Mengadu ke Presiden Jokowi Sudah Diberhentikan BKN Sejak Tahun 2018Pj Bupati Konawe Harmin Ramba Jelaskan Pria Yang Ingin Mengadu ke Presiden Jokowi Sudah Diberhentikan BKN Sejak Tahun 2018

KENDARI, BP – Penjabat (Pj) Bupati Konawe Harmin Ramba beri klarifikasi terkait status Mahyudin pria yang nekat menerobos pengawalan presiden untuk mengadukan gajinya ditahan negara selama delapan tahun ke Jokowi. Pj Bupati Konawe Harmin Ramba Jelaskan Pria Yang Ingin Mengadu ke Presiden Jokowi Sudah Diberhentikan BKN Sejak Tahun 2018,”

Menurut Harmin Ramba Mahyudin saat ini tidak lagi berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Konawe sejak 2018 berdasarkan surat keputusan Badan Kepegawaian Negara atau BKN.

Pj Bupati Konawe Harmin Ramba Jelaskan Pria Yang Ingin Mengadu ke Presiden Jokowi Sudah Diberhentikan BKN Sejak Tahun 2018
Pj Bupati Konawe Harmin Ramba Jelaskan Pria Yang Ingin Mengadu ke Presiden Jokowi Sudah Diberhentikan BKN Sejak Tahun 2018

Harmin menuturkan, surat keputusan pemberhentian tersebut dikeluarkan karena Mahyudin di laporkan menggunakan dokumen palsu saat mendaftar sebagai PNS pada 2010 lalu melalui jalur Sekretaris Desa (Sekdes).

“Tahun 2012 Mahyudin ini diangkat sebagai PNS. Dan pada tahun 2018 ada laporan bahwa saudara Mahyudin ini menggunakan dokumen palsu dan keluarlah surat SK dari BKN yang mengatakan Mahyudin tidak layak diangkat dalam status sebagai PNS itu dibuktikan dalam daftar berkas PNS nya tidak ada,” katanya Rabu (15/05/2024).

Harmin menambahkan pada 2018 pemerintah daerah (Pemda) Konawe juga telah mengusulkan agar Mahyudin menempuh jalur hukum, namun upaya tersebut tidak dilakukan Mahyudin.

Karena tidak ada upaya hukum disertai surat keputusan BKN terkait pemberhentian statusnya sebagai PNS, Pemda Konawe kemudian menahan dan membekukan gaji mahyudin yang terhitung sejak 2018 sampai saat ini.

“Ini masalahnya kan sudah enam tahun yang lalu kenapa sekarang baru di muncul-munculkan kenapa dari 2018 dia tidak lakukan upaya hukum,” ucanya.

baca juga:

Diketahui sebelumnya mahyudin dengan aksi nekatnya menerobos Paspampres untuk mengadukan gajinya ke Presiden saat Jokowi kunjungan kerja di BLUD RS Konawe Selasa (14/05/2024) kemarin.

“Atas kejadian kemarin itu saya atas nama pemerintah daerah kabupaten Konawe menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya dan itu kita akan jadikan satu pengalaman,” ujarnya. (*)

Baca Berita Lainnya:

Terobos Paspampres, Pria di Konawe Adukan Gaji 8 Tahun Belum Dibayar ke Presiden Jokowi

KONAWE, BP – Terobos barisan pasukan pengamanan presiden (Paspampres), pria ini nekat menghampiri Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengadukan gajinya delapan tahun belum terbayarkan. “Terobos Paspampres, Pria di Konawe Adukan Gaji 8 Tahun Belum Dibayar ke Presiden Jokowi.”

Peristiwa tersebut terjadi ketika presiden jokowi tengah di wawancara media saat kunjungan di Rumah Sakit Umum yang berada di Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara (Sultra) Selasa (14/05/2024).

Terobos Paspampres, Pria di Konawe Adukan Gaji 8 Tahun Belum Dibayar ke Presiden Jokowi
Terobos Paspampres, Pria di Konawe Adukan Gaji 8 Tahun Belum Dibayar ke Presiden Jokowi

Pria berbaju batik coklat diduga seorang aparatur sipil negara (ASN) tersebut berhasil mengelabui barisan pengawalan yang berada disisi belakang Presiden.

Setelah berhasil masuk ke barisan, pria itu kemudian mengadu ke Jokowi gajinya sejak menjadi ASN belum terbayarkan. “Pak gaji saya pak ditahan sudah delapan tahun pak,” kata pria tersebut.

Melihat aksi pria tersebut, sontak saja salah seorang dari paspampres bereaksi cepat menghalau lalu mengamankan pria tersebut menjauh dari barisan Jokowi bersama Pj Gubernur Sultra.

baca juga:

Diketahui dalam lawatan kunjungan kerjanya di Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara selain mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah Presiden juga dalam rangka meresmikan Bendungan Ameroro. Aksi yang dilakukan menerobos paspampres ini pun jadi viral di media sosial(*)

Baca Berita Lainnya:

Presiden Jokowi Tinjau Stok Beras dan Bagikan Bantuan Pangan di Muna

MUNA, BP-Presiden Joko Widodo mengunjungi Kompleks Pergudangan Bulog Laende di Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara pada Senin, 13 Mei 2024. “Presiden Jokowi Tinjau Stok Beras dan Bagikan Bantuan Pangan di Muna.”

Kunjungan ini adalah bagian dari pengecekan rutin untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas pasokan pangan nasional, sekaligus penyaluran bantuan cadangan pangan kepada keluarga penerima manfaat.

Presiden Jokowi Tinjau Stok Beras dan Bagikan Bantuan Pangan di Muna
Presiden Jokowi Tinjau Stok Beras dan Bagikan Bantuan Pangan di Muna

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi memastikan bahwa distribusi beras 10 kilogram per keluarga akan terus berlanjut hingga Juni, dengan harapan dapat diperpanjang hingga Desember, tergantung ketersediaan Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN).

“Kita berdoa bersama ya supaya bisa terus sampai Desember,” ujar Presiden Jokowi, mengungkapkan optimisme terhadap kemungkinan melanjutkan bantuan ini berdasarkan ketersediaan anggaran.

Presiden juga menjelaskan bahwa inisiatif pemberian beras ini merupakan respons terhadap kenaikan harga beras yang terjadi akibat inflasi pangan global.

“Karena harga pangan internasional itu semuanya juga naik dan kita ini termasuk masih rendah, ada yang naik tinggi sekali. Ini patut kita syukuri bahwa kita naiknya tidak drastis,” jelasnya.

Di sisi lain, Presiden mengakui bahwa menjaga harga beras di Indonesia adalah tugas yang tidak mudah, mengingat harus mempertimbangkan kesejahteraan petani dan keterjangkauan bagi konsumen.
“Kalau tinggi, masyarakat pasti gini (mengeluh), tetapi petani pasti senang karena harganya naik tinggi,” ucapnya.

Kepala Negara menambahkan bahwa pemerintah terkadang harus berada di posisi sulit untuk menjaga keseimbangan antara kepuasan masyarakat dan kesejahteraan petani. Oleh karena itu, distribusi beras 10 kilogram ini diharapkan bisa meringankan beban masyarakat yang terkena dampak kenaikan harga.

baca juga:

Kunjungan Presiden ini juga menjadi simbol komitmen pemerintah untuk terus mendukung masyarakat di tengah tantangan ekonomi, sekaligus menjaga stabilitas sosial di tengah fluktuasi harga pangan global.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan tersebut yaitu Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi, Pj. Gubernur Sulawesi Tenggara Andap Budhi Revianto, Plt. Bupati Muna Bahrun, dan Dirut Bulog Bayu Krisnamurthi.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *