Warga Koltim Rohani Ditemukan Meninggal Dunia di Kebun CoklatWarga Koltim Rohani Ditemukan Meninggal Dunia di Kebun Coklat

KOLTIM, BP – Seorang wanita lanjut usia (Lansia) bernama Rohasi di Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) Sulawesi Tenggara ditemukan meninggal dunia di sebuah kebun coklat. Selasa (28/05/2024). “Warga Koltim Rohani Ditemukan Meninggal Dunia di Kebun Coklat,”

Warga Koltim Rohani Ditemukan Meninggal Dunia di Kebun Coklat
Warga Koltim Rohani Ditemukan Meninggal Dunia di Kebun Coklat

Warga asal Desa Lembah Subur Kecamatan Dangia Kolaka Timur berusia 30 tahun tersebut ditemukan tim SAR gabungan usai sebelumnya dilaporkan menghilang pada Senin (27/05/2024).

Kepala Basarnas Kendari, Muhamad Arafah mengatakan sebelumnya korban dilaporkan sudah tidak kembali ke rumah usai pergi memetik coklat di kebun miliknya sekitar pukul 17.30 WITA.

“Setelah dilakukan penyisiran dan pencarian di LKP lokasi kejadian, tim berhasil menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia sekitar 415 meter,” kata Arafah.

Setelah berhasil ditemukan korban kemudian dievakuasi tim SAR gabungan ke rumah duka di Desa Lembah Subur untuk diserahkan ke pihak keluarganya.

baca juga:

“Dengan ditemukannya korban, operasi SAR atau pencarian dan pertolongan terhadap korban dinyatakan selesai dan ditutup seluruh unsur yang terlibat di kembalikan kesatuan masing-masing,”. (*)

Berita Lainnya:

BAUBAU,DT- Beredar Foto di grup-grup Whatsapp yang menyebutkan orang yang diberitakan telah meninggal dunia di RS Faga Husada sekitar pukul 04.30 WITA. Rupanya setelah ditelusri almarhum adalah salah satu anggota KPUD Baubau bernama Muh Masril Zamhuri. “Anggota KPU Baubau Muh Masril Zamhuri Dikabarkan Meninggalkan Dunia, Fotonya Beredar di Medsos Dirawat di RSU Faga Husada Tanpa Identitas, Penyebabnya Dia Lakalantas?.”

Pesan pemberitahuan yang beredar dengan menampilkan wajah almarhum yang terdapat ada luka dibagian pipi dahi, dan bibir yaitu “Asalamualaikum… Siapa tau ada yang kenal sama pasien ini, Sekarang pasien ada d’UGD RSU Faga Husada dan pasien sekarang sudah meninggal pada pukul 04.33. Pasien tanpa identitas.”

Anggota KPU Baubau Muh Masril Zamhuri Dikabarkan Meninggalkan Dunia, Fotonya Beredar di Medsos Dirawat di RSU Faga Husada Tanpa Identitas, Penyebabnya Dia Lakalantas?
Anggota KPU Baubau Muh Masril Zamhuri Dikabarkan Meninggalkan Dunia, Fotonya Beredar di Medsos Dirawat di RSU Faga Husada Tanpa Identitas, Penyebabnya Dia Lakalantas?

Anggota grup salah satu Whatsapp rupanya ada yang mengenal almarhum, dan media ini pun mengkonformasi ke sekertaris KPU Baubau Mustari. Dia pun membernarkan foto itu adalah komisioner KPU bernama Muh Masri Zamhuri.

Ketika ditanya apakah murni kecelakaan, Mustari belumbisa memberikan konfirmasi. Dia mengatakan bahwa berdasarkan informasi dari aparat kepolian almarhum mengalamai kecelakaan jalan poros perempatan ada tugu di Kawasan Lipu. “Tapi saya tidak tahu dimana titiknya, karena saya belum juga ke TKP,” ucap Mustari, Selasa 21 Mei 2024.

baca juga:

Demikian juga Kasat Lantas Polres Baubau AKP Ridwan ketika dihubungi media ini mengatakan masih mengecek di lapangan. (*)

Baca Berita Lainnya:

 

KENDARI, BP – Sebanyak 30 liter minuman keras (Miras) tradisional diamankan Tim Satuan Tugas (Satgas) Preventif Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Kamis (16/05/2024). “30 Liter Miras Tradisional Yang Dibawa Seorang Wanita Inisial WT Diamankan Ditsamapta Polda Sultra,”Puluhan miras tradisional yang dikemas rapi dalam botol air mineral itu diamankan petugas saat menggelar Operasi Pekat Anoa 2024 di Jalan Pembangunan, Kelurahan Sanua, Kecamatan Kendari Barat, Kota Kendari.

Tim Satgas Ditsamapta Polda Sultra mengamankan 26 botol miras tradisional dalam Operasi Paket Anoa 2024.Tim Satgas Ditsamapta Polda Sultra mengamankan 26 botol miras tradisional dalam Operasi Paket Anoa 2024., 30 Liter Miras Tradisional Yang Dibawa Seorang Wanita Inisial WT Diamankan Ditsamapta Polda Sultra
Tim Satgas Ditsamapta Polda Sultra mengamankan 26 botol miras tradisional dalam Operasi Paket Anoa 2024., 30 Liter Miras Tradisional Yang Dibawa Seorang Wanita Inisial WT Diamankan Ditsamapta Polda Sultra

Kepala Sub Satuan Tugas (Kasubsatgas) Preventif 2 Polda Sultra Kompol Basri mengatakan, miras ilegal jenis balo diamankan dari tangan seorang wanita berinisial WT 38 tahun asal Kota Kendari.

“Dalam Operasi Pekatt Anoa yang kita laksanakan hari ini kita berhasil mengamankan sebanyak 26 botol minuman keras yang dibawa seorang wanita berinisial WT,” kata Kompol Basri.

Setelah berhasil diamankan, pelaku WT bersama barang bukti (BB) 26 botol berisi 36 liter miras tradisional tersebut dibawa ke Mako Dit Samapta Polda Sultra untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

Kompol Basri menegaskan Operasi Pekat Anoa 2024 akan terus dilakukan sebagai upaya memberantas penyakit masyarakat, khususnya pemberantasan peredaran minuman keras.

baca juga:

“Kami akan terus melakukan operasi seperti ini agar menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Sulawesi Tenggara,” tegas Kompol Basri.(*)

Baca Berita Lainnya:

BUSEL, BP – Tim Rescue SAR gabungan Baubau mengevakuasi puluhan penumpang kapal yang mengalami kebocoran di sekitar Perairan Batauga Kabupaten Buton Selatan (Busel) Sulawesi Tenggara. Kamis (16/05/2024). “Tim Gabungan SAR Baubau Evakuasi 36 Penumpang Kapal Q Ekspres Menuju Batu Atas yang Alami Kebocoran di Perairan Busel,”

Dengan mengerahkan empat buah perahu karet (long boat) 30 penumpang dan enam awak kapal penumpang Q Ekspress berhasil diselamatkan menuju Pelabuhan Batu Atas setelah dua jam terombang-ambing dilautan.

Tim Rescue SAR Gabungan Baubau evakuasi 30 penumpang Kapal Q Ekspres saat mengalami kebocoran di Perairan Batauga Kabupaten Busel. Tim Gabungan SAR Baubau Evakuasi 36 Penumpang Kapal Q Ekspres Menuju Batu Atas yang Alami Kebocoran di Perairan Busel
Tim Rescue SAR Gabungan Baubau evakuasi 30 penumpang Kapal Q Ekspres saat mengalami kebocoran di Perairan Batauga Kabupaten Busel. Tim Gabungan SAR Baubau Evakuasi 36 Penumpang Kapal Q Ekspres Menuju Batu Atas yang Alami Kebocoran di Perairan Busel

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Kendari, Muhamad Arafah mengatakan kapal tersebut bocor setalah bertolak dari Kota Baubau menuju Pulau Batu Atas sekitar pukul 10.00 WITA.

Arafah mengungkapkan setelah berhasil dievakuasi ke long boat tim SAR, selanjutnya seluruh penumpang dibawa menuju pulau terdekat Desa Masiri untuk dipindahkan ke Kapal SAR RB 210.

“Pada pukul 14.30 WITA seluruh penumpang di mobilisasi dengan menggunakan kapal RB 210 untuk dibawa menuju tujuan akhir Pelabuhan Pulau Batu Atas,” ungkap Arafah.

baca juga:

Diketahui beberapa unsur terlibat dalam proses evakuasi tersebut yakni dari Palang Merah Indonesia (PMI) Baubau dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buton Selatan. (*)