Bupati Muh Adios dan Sekda La Ode Harwanto Diskusikan Langkah Strategis Wujudkan Universitas di Buton SelatanBupati Muh Adios dan Sekda La Ode Harwanto Diskusikan Langkah Strategis Wujudkan Universitas di Buton Selatan

BUTON SELATAN, BP-Dalam perjalanan laut dari Kendari menuju Baubau, Bupati Buton Selatan H. Muhammad Adios bersama Sekretaris Daerah La Ode Harwanto menggelar diskusi serius mengenai masa depan pembangunan sumber daya manusia di daerah itu. “Bupati Muh Adios dan Sekda La Ode Harwanto Diskusikan Langkah Strategis Wujudkan Universitas di Buton Selatan,”

Bupati Muh Adios dan Sekda La Ode Harwanto Diskusikan Langkah Strategis Wujudkan Universitas di Buton Selatan
Bupati Muh Adios dan Sekda La Ode Harwanto Diskusikan Langkah Strategis Wujudkan Universitas di Buton Selatan

Percakapan tersebut berlangsung di atas gelombang perairan Sulawesi Tenggara dan menjadi salah satu momen penting dalam agenda informal keduanya. Fokus pembahasan mengerucut pada wacana pendirian universitas pertama di Kabupaten Buton Selatan.

Bupati Adios menegaskan bahwa kebutuhan akan lembaga pendidikan tinggi di wilayahnya sudah semakin mendesak. Ia menyebutkan, minimnya akses pendidikan lanjutan menjadi salah satu tantangan yang harus segera dijawab pemerintah daerah.

Menurutnya, keberadaan universitas tidak hanya akan membuka peluang pendidikan lebih luas bagi generasi muda Busel, tetapi juga menjadi katalisator peningkatan kualitas sumber daya manusia secara menyeluruh.

Sekda La Ode Harwanto yang mendampingi Bupati dalam perjalanan itu turut menyampaikan pandangan serupa. Ia menilai bahwa pendirian universitas dapat memperkuat fondasi pembangunan daerah dan memicu pertumbuhan sektor lain seperti ekonomi, sosial, hingga inovasi daerah.

Dalam diskusi tersebut, keduanya membahas berbagai persiapan awal yang perlu dilakukan, termasuk perencanaan lokasi, kebutuhan tenaga pendidik, hingga kemungkinan kerja sama dengan perguruan tinggi di Sulawesi Tenggara maupun nasional.

Bupati Adios juga menyinggung pentingnya dukungan dari masyarakat dan para pemangku kepentingan. Ia berharap keterlibatan publik dapat mempercepat terwujudnya cita-cita menghadirkan perguruan tinggi di Buton Selatan.

Selain itu, pembahasan mencakup langkah strategis jangka panjang untuk memperkuat kapasitas generasi muda. Pemerintah daerah menilai investasi pada sektor pendidikan merupakan fondasi penting bagi kemajuan masa depan daerah.

Perjalanan laut itu sekaligus menjadi ruang refleksi bagi keduanya dalam menilai perkembangan Buton Selatan dan arah yang perlu diperkuat ke depan. Mereka sepakat bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas utama dalam pembangunan jangka panjang.

baca juga:

  1. Program Sekolah Penggerak Berakhir, Buton Selatan Fokus Pelajaran Mendalam,Coding, dan
  2. Prestasi Membanggakan, SDN 1 Lapandewa Kaindea Buton Selatan Sukses Tembus Tiga Besar LCT

Hingga kini, rencana pendirian universitas masih berada pada tahap konsepsi, namun pemerintah daerah memastikan langkah-langkah konkret segera disusun. Masyarakat Kabupaten Buton Selatan diharapkan memberikan doa dan dukungan agar program ini dapat terwujud.(*)

baca berita lainnya:

SDN 1 Masiri Buton Selatan Optimalkan KKA dan Pelatihan Kompetensi Guru Melalui BOS Kinerja

BUTON SELATAN, DT—Upaya peningkatan kualitas pembelajaran kembali menjadi prioritas SD Negeri 1 Masiri, Kabupaten Buton Selatan, Sulawesi Tenggara, pada awal 2026. Sekolah ini memaksimalkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Kinerja untuk memperkuat kapasitas guru sebagai garda terdepan implementasi Kurikulum Merdeka. “SDN 1 Masiri Buton Selatan Optimalkan KKA dan Pelatihan Kompetensi Guru Melalui BOS Kinerja,”

 Perlengkapan sekolah

 

SDN 1 Masiri Buton Selatan Optimalkan KKA dan Pelatihan Kompetensi Guru Melalui BOS Kinerja
SDN 1 Masiri Buton Selatan Optimalkan KKA dan Pelatihan Kompetensi Guru Melalui BOS Kinerja

Langkah tersebut selaras dengan arah kebijakan nasional yang menekankan penguatan sumber daya manusia pendidikan setelah program Sekolah Penggerak resmi dihentikan pada 2023. Pemerintah kemudian mengalihkan dukungan melalui BOS Kinerja yang secara nasional mulai diperluas sejak 2024.

 Perlengkapan sekolah

Kepala SDN 1 Masiri Busel Jalaluddin S.Pd, menjelaskan bahwa dana BOS Kinerja yang diterima sekolah pada tahun ini mencapai Rp22.500.000. Seluruh alokasi tersebut diarahkan sepenuhnya untuk peningkatan kompetensi guru, tanpa diperbolehkan digunakan untuk pengadaan sarana elektronik. “Dana ini memang fokus untuk kapasitas guru, bukan pembelian perangkat,” ujar Jalaluddin.

Ia menuturkan bahwa bentuk pelatihan yang wajib diikuti mencakup pembelajaran mendalam (deep learning) dan Komunitas Belajar (KKA). Kegiatan pembelajaran mendalam diikuti oleh tiga peserta dari sekolah, yakni kepala sekolah dan dua guru. Sementara untuk KKA, satu guru kelas V menjadi perwakilan sesuai ketentuan program.

Pelatihan tersebut bukan hanya formalitas, tetapi menjadi dasar bagi guru dalam menerapkan pendekatan belajar yang lebih berpusat pada siswa. “Pendekatan sekarang menekankan kenyamanan dan motivasi siswa. Maka gurunya dulu yang harus siap,” kata Jalaluddin memberi penegasan.

Implementasi program sudah dimulai sejak Juli 2025 dan terus berlanjut hingga semester dua tahun tersebut. Buku-buku pendukung pembelajaran dibeli sejak awal pelaksanaan program agar kegiatan belajar dapat berjalan optimal tanpa hambatan materi.

Menurut Jalaluddin, rencana sekolah pada 2026 tetap mengikuti pola pembelajaran mendalam yang telah diterapkan. Kurikulum Merdeka masih digunakan, namun dengan penyempurnaan proses belajar yang diintegrasikan dalam kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler. Hal ini mirip dengan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), tetapi dengan fleksibilitas yang lebih besar pada pengaturan jam dan metode belajar.

Dalam konteks global, tren pendidikan berbasis kompetensi dan pembelajaran mendalam juga berkembang di berbagai negara. Beberapa sistem pendidikan seperti Finlandia dan Kanada telah lama menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran. Pendekatan tersebut kini menjadi rujukan banyak negara berkembang, termasuk Indonesia, dalam memperkuat kualitas guru sebagai fasilitator belajar.

Untuk menjaga konsistensi pelaksanaan, SD 1 Masiri menerapkan Hari Belajar Guru yang digelar sekali seminggu. Kegiatan ini menjadi ruang diskusi bagi seluruh guru untuk membahas kendala, mengevaluasi praktik belajar, dan menyusun rencana pembelajaran berikutnya. “Biasanya berlangsung satu sampai satu setengah jam, tergantung kesepakatan sekolah,” jelasnya.

Jalaluddin juga memastikan bahwa kelas VI kemungkinan baru akan dilibatkan secara penuh pada tahun ajaran baru, yang dimulai sekitar Juli 2026. Hal ini menyesuaikan persiapan guru serta modul pembelajaran yang sedang diselaraskan.

baca juga:

  1. Kemensos Pastikan Program Sekolah Rakyat Segera Hadir di Baubau, H Yusran Fahim Siapkan Lahan 7,9 Hektare Telah Memenuhi Syarat
  2. Program Sekolah Penggerak Berakhir, Buton Selatan Fokus Pelajaran Mendalam,Coding, dan

Secara historis, Indonesia telah melakukan berbagai reformasi pendidikan sejak era Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) 2004, Kurikulum 2013, hingga Kurikulum Merdeka. Setiap kebijakan menekankan pentingnya kualitas guru sebagai faktor penentu keberhasilan pembelajaran—sebuah prinsip yang juga menjadi standar global UNESCO dalam agenda pendidikan dunia.

Melalui BOS Kinerja, SD 1 Masiri berharap dapat mempertahankan kualitas pembelajaran dan menjawab tuntutan perubahan sistem pendidikan. “Kami ingin memastikan guru lebih siap menghadapi dinamika pembelajaran di kelas,” tutup Jalaluddin.(*)

 

Visited 24 times, 24 visit(s) today