BKMT Buton Tengah Kukuhkan Pengurus Baru Masa Bakti 2026–2031, Tegaskan Komitmen Program KeagamaanBKMT Buton Tengah Kukuhkan Pengurus Baru Masa Bakti 2026–2031, Tegaskan Komitmen Program Keagamaan

BUTON TENGAH, BP—Upaya memperkuat pembinaan keagamaan dan pemberdayaan perempuan kembali ditegaskan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Buton Tengah melalui pengukuhan pengurus baru periode 2026–2031. Momentum ini berlangsung dalam rangkaian Musyawarah Daerah (Musda) II yang dipusatkan di Aula Pancana, Lantai V Kantor Bupati Buton Tengah, Kamis (5/2/2026). “BKMT Buton Tengah Kukuhkan Pengurus Baru Masa Bakti 2026–2031, Tegaskan Komitmen Program Keagamaan,”

BKMT Buton Tengah Kukuhkan Pengurus Baru Masa Bakti 2026–2031, Tegaskan Komitmen Program Keagamaan
BKMT Buton Tengah Kukuhkan Pengurus Baru Masa Bakti 2026–2031, Tegaskan Komitmen Program Keagamaan

 

 

Pengukuhan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua BKMT Provinsi Sulawesi Tenggara, Ir. Rachmawati Badallah, yang menegaskan bahwa dinamika dakwah saat ini menuntut majelis taklim untuk lebih adaptif dan inovatif. “Organisasi keagamaan harus mampu bergerak lincah menghadapi perubahan sosial,” ujarnya dalam sambutan.

Kehadiran Asisten I Sekretariat Daerah Buton Tengah, Ahmad Sabir, yang mewakili Bupati, turut menguatkan makna acara tersebut. Ia menilai BKMT sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat nilai religius masyarakat. “Kami berharap BKMT dapat terus menawarkan program yang bermanfaat dan berkelanjutan bagi masyarakat,” katanya.

Musda II bukan hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum konsolidasi seluruh unsur BKMT mulai tingkat kabupaten hingga kecamatan. Para peserta dari berbagai kecamatan terlihat aktif mengikuti rangkaian kegiatan sejak pagi.

Struktur kepengurusan baru yang dikukuhkan antara lain menetapkan Umi Noranah Azhari, S.Pd., sebagai Ketua; Kartini Adam Basan sebagai Wakil Ketua I; serta Dra. Nurlia Husuni, M.Si., sebagai Sekretaris. Formasi ini juga diperkuat berbagai bidang yang merujuk struktur BKMT pusat.

Proses pelantikan berlangsung khidmat melalui pembacaan ikrar pengurus dan penyerahan Surat Keputusan (SK), yang menjadi dasar legalitas masa bakti mereka lima tahun ke depan. Para pengurus menyampaikan komitmen menjalankan amanah organisasi secara profesional.

Musda II juga menghadirkan pembahasan program kerja BKMT yang disesuaikan dengan arah pembangunan daerah. Pemerintah Kabupaten Buton Tengah saat ini sedang memperkuat branding sebagai Kota Santri sekaligus Kota Pendidikan, konsep yang menuntut keterlibatan aktif lembaga-lembaga keagamaan.

Dalam konteks nasional, BKMT merupakan organisasi besar yang berdiri pada 1981 sebagai wadah pemersatu majelis taklim perempuan di seluruh Indonesia. Selama puluhan tahun, BKMT berkontribusi dalam peningkatan literasi keagamaan dan pembinaan sosial berbasis komunitas.

Secara historis, model majelis taklim Indonesia diakui dunia internasional sebagai sistem pembinaan masyarakat yang efektif. Pada era 1990-an, beberapa negara di Timur Tengah mulai mengadopsi pola pembelajaran kelompok kecil ala Indonesia, termasuk sistem halaqah dan kajian tematik bagi perempuan.

Di tingkat regional, Malaysia dan Brunei Darussalam juga menjadi contoh negara yang menerapkan pola serupa dalam meningkatkan partisipasi perempuan dalam kegiatan dakwah. Model ini kemudian menjadi salah satu wajah diplomasi budaya Islam Nusantara.

baca juga:

  1. KPU Buteng Tetapkan Azhari dan Adam Basan Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Periode 2025-
  2. Pemda Buton Tengah Perkuat Sinergi Sukseskan Program MBG

Dengan struktur baru, BKMT Buton Tengah diharapkan mampu melanjutkan peran strategis tersebut melalui program pemberdayaan perempuan, pelatihan guru mengaji, hingga kegiatan sosial-keagamaan yang lebih inklusif dan terukur.

Ketua BKMT Buton Tengah yang baru dilantik, Umi Noranah Azhari, menegaskan komitmennya membangun BKMT yang lebih dinamis. “Kami siap bekerja maksimal untuk membumikan nilai keagamaan dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Rangkaian Musda II ditutup dengan doa bersama serta sesi foto resmi seluruh pengurus dan tamu undangan, menandai dimulainya masa kerja baru organisasi tersebut.(*)

baca berita lainnya:

Diskusi Bupati Buteng Azhari–Gubernur Sultra ASR Bahas Arah Pembangunan Buteng

BUTON TENGAH – Komunikasi antarpemerintah yang berbasis data dan argumentasi rasional menjadi kunci lahirnya kebijakan pembangunan yang tepat sasaran. Hal itu ditegaskan Bupati Buton Tengah, Azhari, usai melakukan pertemuan dengan Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka. “Diskusi Bupati Buteng Azhari–Gubernur Sultra ASR Bahas Arah Pembangunan Buteng,”

Diskusi Bupati Buteng Azhari–Gubernur Sultra ASR Bahas Arah Pembangunan Buteng
Diskusi Bupati Buteng Azhari–Gubernur Sultra ASR Bahas Arah Pembangunan Buteng

Menurut Azhari, setiap diskusi dengan pimpinan daerah tidak boleh bersifat formalitas, melainkan harus membawa substansi yang kuat demi kepentingan masyarakat luas.

“Diskusi harus membawa data dan logika yang baik. Bukan hanya untuk menyenangkan pimpinan, tetapi demi kepentingan bersama dan kemajuan daerah kita, Sulawesi Tenggara,” tegasnya.

Pandangan tersebut mengemuka setelah Azhari melakukan pertemuan langsung dengan Gubernur Sultra di ruang kerja gubernur. Pertemuan itu berlangsung hampir dua jam dan berlangsung dalam suasana dialog terbuka.

Dalam pertemuan tersebut, Azhari memaparkan berbagai rencana strategis pembangunan Kabupaten Buton Tengah yang disusun berdasarkan potensi daerah serta kebutuhan jangka panjang masyarakat.

“Kami berdiskusi cukup lama. Saya menjelaskan apa saja yang sedang dan akan kami rencanakan di Buton Tengah. Alhamdulillah, Bapak Gubernur mendengar dengan sangat baik dan memberikan banyak masukan,” ujar Azhari.

Beberapa sektor prioritas yang dibahas meliputi pengembangan pendidikan melalui rencana kehadiran Kampus B Universitas Sembilanbelas November (USN) di Buton Tengah, penguatan sektor pariwisata, serta pengembangan budidaya lobster sebagai komoditas unggulan sektor kelautan.

Azhari mengungkapkan, Gubernur Sultra menunjukkan ketertarikan besar terhadap potensi daerah yang dimiliki Buton Tengah. Respons positif tersebut dinilai sebagai sinyal dukungan terhadap arah pembangunan yang sedang disusun pemerintah kabupaten.

Bahkan, Gubernur Sultra menyampaikan rencana untuk melakukan kunjungan kerja ke Buton Tengah pada bulan depan guna melihat langsung potensi daerah yang dapat dikembangkan lebih lanjut.

Salah satu agenda yang disampaikan dalam rencana kunjungan itu adalah peninjauan kawasan tiga teluk, yang menjadi salah satu ikon pariwisata Buton Tengah, dengan agenda berkeliling menggunakan speed boat.

Azhari menambahkan, pertemuan tersebut merupakan kali ketiga dirinya berdiskusi langsung secara mendalam dengan Andi Sumangerukka, sejak yang bersangkutan masih menjabat sebagai Pangdam hingga kini sebagai Gubernur Sultra.

Ia menilai, Gubernur Sultra merupakan figur pemimpin yang terbuka terhadap dialog dan menghargai argumentasi yang dibangun berdasarkan data.

baca juga:

  1. KPU Buteng Tetapkan Azhari dan Adam Basan Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Periode 2025-..
  2. Ini Alasan MK Tolak Gugatan Pilkada Buton Tengah, SAMA AZAN Bupati Buteng 2025-2030, La Andi Legowo, KPUD Besok Lakukan Pleno Penetapan Calon Terpilih

“Beliau bukan tipe pemimpin yang satu arah. Kalau argumen kita logis dan datanya kuat, beliau akan mengakui dan mendukung,” jelas Azhari.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi momentum strategis dalam memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dan Pemerintah Kabupaten Buton Tengah, guna mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal.(*)

Visited 20 times, 20 visit(s) today