Bupati Buton Selatan Adios Undang PLN Untuk Pastikan Dukungan Jaringan Listrik Kantor Baru Bupati di LaompoBupati Buton Selatan Adios Undang PLN Untuk Pastikan Dukungan Jaringan Listrik Kantor Baru Bupati di Laompo

BUTON SELATAN, BP – Pemerintah Kabupaten Buton Selatan memastikan langkah awal pembangunan Kantor Bupati Busel di Laompo dimulai dengan penguatan infrastruktur dasar, salah satunya ketersediaan jaringan listrik. Hal ini ditegaskan melalui pertemuan resmi antara Pemkab Busel dan jajaran PLN yang digelar di Rumah Jabatan Bupati, Selasa (10/02/2026). “Bupati Buton Selatan Adios Undang PLN Untuk Pastikan Dukungan Jaringan Listrik Kantor Baru Bupati di Laompo,”

Bupati Buton Selatan Adios Undang PLN Untuk Pastikan Dukungan Jaringan Listrik Kantor Baru Bupati di Laompo
Bupati Buton Selatan Adios Undang PLN Untuk Pastikan Dukungan Jaringan Listrik Kantor Baru Bupati di Laompo

Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Buton Selatan H Muhammad Adios dan turut dihadiri Sekretaris Daerah La Ode Harwanto serta Kabag Ekonomi Setda Busel Naviruddin. Sementara dari pihak PLN hadir Manajer PLN UP3 Baubau Patrick, Manajer Jaringan Merdin, Manajer Unit Kota, dan Kepala PLN Batauga.

Bupati Adios menjelaskan bahwa pembangunan kantor pusat pemerintahan membutuhkan dukungan infrastruktur listrik yang stabil dan tersedia sejak tahap awal. Menurutnya, tanpa kepastian tersebut, proses pembangunan berpotensi mengalami hambatan teknis. “Infrastruktur kelistrikan harus dipastikan sejak dini agar setiap tahap pembangunan dapat berjalan tanpa kendala,” urainya.

Sekda Busel La Ode Harwanto menambahkan bahwa undangan kepada PLN dilakukan untuk memperoleh gambaran kesiapan teknis menuju lokasi pembangunan. Ia menegaskan pentingnya koordinasi sejak awal agar jalur distribusi tenaga listrik dapat dipetakan dengan jelas. “Pak Bupati ingin memastikan kesiapan jaringan ini, termasuk jarak penarikan kabel dan opsi teknis lainnya,” ungkapnya.

Dari hasil diskusi, PLN menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh penyediaan jaringan listrik ke kawasan Laompo. Komitmen itu mencakup pemasangan tiang listrik, penarikan kabel, hingga kesiapan daya yang akan digunakan pada tahap pembangunan.

“Secara prinsip PLN siap. Jaringan dan tenaga tersedia untuk mendistribusikan listrik ke lokasi Kantor Bupati,” ujar La Ode Harwanto mengutip pernyataan jajaran PLN usai pertemuan.

Meski demikian, pelaksanaan teknis pemasangan jaringan bergantung pada progres pembangunan fisik dari pemerintah daerah. PLN menunggu tanda dimulainya pekerjaan konstruksi sebagai langkah awal penyambungan final jaringan listrik.

Selain itu, Pemkab Buton Selatan akan memperkuat koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dalam hal perencanaan teknis penarikan jaringan. Pengukuran jarak, penentuan titik pemasangan tiang, dan rencana pengembangan infrastruktur pendukung lainnya akan menjadi fokus pada tahap berikutnya.

Sejarah pembangunan infrastruktur listrik di Indonesia menunjukkan bahwa kebijakan perluasan jaringan menjadi salah satu prioritas sejak nasionalisasi perusahaan listrik pada tahun 1953. Di tingkat global, pembangunan pusat pemerintahan baru sering diawali dengan penyiapan jaringan utilitas seperti listrik, sebagaimana dilakukan oleh Malaysia saat memindahkan pusat administrasinya ke Putrajaya pada 1995.

baca juga:

  1. Manasik Tingkat Kecamatan Dimulai, Persiapan Haji Buton Selatan 2026 Kian Matang
  2. Penantian 11 Tahun, Akhirnya Buton Selatan Mulai Bangun Kantor Bupati pada 2026, La Ode Harwanto:Ini Program Strategis Pemerintah Busel Dibawah Kepemimpinan Bupati H Muh Adios

Langkah Pemkab Busel hari ini sejalan dengan praktik tersebut: memastikan pondasi infrastruktur tersedia sebelum bangunan pemerintahan berdiri. Hal ini diharapkan mampu mempercepat realisasi pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik di masa mendatang.

Bupati Adios menilai koordinasi lintas sektor adalah modal penting bagi keberhasilan pembangunan kantor bupati yang baru. “Kami ingin pelayanan pemerintahan semakin efektif. Karena itu, semua infrastruktur pendukungnya harus siap,” tuturnya.

Dengan kepastian dukungan PLN dan perencanaan yang terus dimatangkan, pembangunan Kantor Bupati Buton Selatan di Laompo diproyeksikan dapat berjalan lebih terarah dan memenuhi standar pelayanan modern.(*)

baca berita lainnya:

Ramadan 1447H/2026M Bermakna, Pembinaan Keagamaan Jadi Fokus Kemenag Buton Selatan

BUTON SELATAN, BP – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Buton Selatan menyiapkan serangkaian program pembinaan keagamaan untuk mengisi Ramadan 1447 Hijriah, dengan fokus pada kunjungan langsung ke masyarakat di berbagai kecamatan. Langkah ini menjadi strategi utama untuk menciptakan suasana Ramadan yang lebih religius dan kondusif. “Ramadan 1447H/2026M Bermakna, Pembinaan Keagamaan Jadi Fokus Kemenag Buton Selatan,”

Ramadan 1447H/2026M Bermakna, Pembinaan Keagamaan Jadi Fokus Kemenag Buton Selatan
Ramadan 1447H/2026M Bermakna, Pembinaan Keagamaan Jadi Fokus Kemenag Buton Selatan

Kegiatan tersebut mulai dirancang sejak awal tahun melalui rapat koordinasi internal. Seluruh jajaran Kemenag, termasuk Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) dan penyuluh agama, diarahkan untuk mengambil peran aktif dalam pembinaan umat. Persiapan ini dilakukan agar aktivitas yang digelar selama Ramadan dapat menjangkau seluruh wilayah administratif Kabupaten Buton Selatan.

Plt Kepala Kemenag Buton Selatan Ilham mengatakan bahwa pendekatan langsung dipilih untuk memperkuat komunikasi dengan masyarakat. Menurutnya, kunjungan tatap muka selama Ramadan telah terbukti efektif meningkatkan pemahaman keagamaan di berbagai daerah. “Kegiatan Ramadan tahun ini kami fokuskan untuk melakukan kunjungan-kunjungan pembinaan,” ujarnya, Kamis (5/2/2026)

Ia menambahkan bahwa pembinaan juga akan disebarkan melalui media sosial sebagai sarana edukasi publik. Penggunaan kanal digital tersebut dimaksudkan untuk menjangkau generasi muda yang kini lebih banyak mengakses informasi melalui platform daring. “Baik secara langsung maupun melalui media sosial, semua kami optimalkan,” tegas Ilham.

Program pembinaan ini mendapat dukungan pemerintah daerah, yang sejak lama bekerja sama dengan Kemenag dalam penguatan kehidupan beragama. Dalam sejarahnya, sinergi pemerintah daerah dan Kemenag menjadi landasan penting bagi berbagai pembangunan spiritual di Sulawesi Tenggara, termasuk kegiatan Ramadan yang rutin digelar setiap tahun.

Secara nasional, pembinaan keagamaan selama Ramadan telah menjadi tradisi berbasis kebijakan sejak era Kementerian Agama awal didirikan pada 1946. Melalui kebijakan tersebut, pemerintah Indonesia menempatkan bulan Ramadan sebagai momentum strategis untuk memperkuat moderasi beragama dan kesadaran sosial masyarakat.

Sementara secara global, sejumlah negara berpenduduk mayoritas muslim seperti Mesir, Turki, dan Arab Saudi juga menerapkan pola pembinaan keagamaan melalui program edukasi Ramadan. Kunjungan ulama, ceramah publik, hingga kegiatan sosial menjadi ciri khas penyelenggaraan Ramadan di berbagai belahan dunia. Tradisi serupa, menurut Ilham, menjadi inspirasi untuk memperkuat praktik lokal di Buton Selatan.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan pembinaan akan menyasar seluruh kecamatan melalui jadwal yang telah disusun di tingkat kabupaten. Penyuluh agama akan melakukan ceramah, pendampingan keagamaan, serta mengajak masyarakat berpartisipasi dalam kegiatan sosial bernuansa religius. Semua aktivitas tersebut dirancang untuk menciptakan suasana Ramadan yang lebih hidup.

Ilham menegaskan bahwa Ramadan harus mampu menjadi pembeda dari bulan lainnya, baik dari sisi aktivitas maupun atmosfer sosial. “Ramadan ini harus menjadi pembeda. Kalau di bulan lain kegiatan keagamaan berjalan biasa, maka di Ramadan kita semarakkan dengan kegiatan yang benar-benar bernuansa agama,” jelasnya.

Selain pembinaan, Kemenag juga mengimbau masyarakat untuk menjaga ketertiban dan kerukunan selama menjalankan ibadah puasa. Kesadaran tersebut dinilai penting karena perbedaan pandangan keagamaan kerap muncul dalam masyarakat. “Yang paling utama adalah menjaga ketertiban dan kerukunan, karena perbedaan itu pada dasarnya bersifat cabang,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat mengisi Ramadan dengan amal ibadah dan kegiatan sosial sebagai bentuk kepedulian yang berdampak luas. Tradisi ini, menurutnya, telah lama menjadi kekuatan masyarakat Indonesia sejak masa awal kemerdekaan, ketika kegiatan gotong royong dan santunan Ramadan berkembang secara masif.

baca juga:

  1. Kajian Teknis Selesai, Kantor Bupati Busel Siap Dibangun 2026, La Ode Harwanto:Ini Program Strategis
  2. Sekda La Ode Harwanto Sebut Pemkab Buton Selatan Bahas Reformulasi Pola Kerja Paruh Waktu, WFH Dua Hari Jadi Opsi

Selain itu, sikap saling menghormati antarumat beragama turut ditekankan. Kondisi multikultural Indonesia dianggap menjadikan nilai toleransi sebagai fondasi penting selama bulan suci. “Kita kedepankan saling menghargai dan menghormati, sehingga suasana Ramadan benar-benar terasa damai,” ungkap Ilham.

Dengan serangkaian kegiatan tersebut, Kemenag berharap Ramadan tahun ini dapat menjadi momentum peningkatan spiritual masyarakat Buton Selatan. Ilham menutup keterangannya dengan harapan agar bulan suci memberi dampak positif bagi perubahan pribadi umat Islam. “Harapan kita, Ramadan ini menjadi Ramadan yang berkualitas sehingga setelah selesai Ramadan kita kembali menjadi insan yang fitri,” pungkasnya.(*)

 

Visited 21 times, 1 visit(s) today