Ujian Mutu STAI YPIQ Baubau Digelar Tiga Hari Libatkan Tiga Prodi,Mahasiswa Sangat AntusiasUjian Mutu STAI YPIQ Baubau Digelar Tiga Hari Libatkan Tiga Prodi,Mahasiswa Sangat Antusias

BAUBAU, BP – Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) YPIQ Baubau kembali menyelenggarakan Ujian Penjaminan Mutu (UPM) sebagai instrumen evaluasi akademik mahasiswa selama tiga hari, pada 12–14 Februari 2026, di Kampus STAI YPIQ Baubau, Jalan R.A. Kartini, Kelurahan Wale, Kecamatan Wolio, Sulawesi Tenggara. “Ujian Mutu STAI YPIQ Baubau Digelar Tiga Hari Libatkan Tiga Prodi,Mahasiswa Sangat Antusias,”

Ujian Mutu STAI YPIQ Baubau Digelar Tiga Hari Libatkan Tiga Prodi,Mahasiswa Sangat Antusias
Ujian Mutu STAI YPIQ Baubau Digelar Tiga Hari Libatkan Tiga Prodi,Mahasiswa Sangat Antusias

Pelaksanaan UPM tahun ini melibatkan mahasiswa dari tiga program studi, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), dan Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI). Ketiga prodi tersebut menjadi bagian dari standar internal kampus dalam memastikan kompetensi calon lulusan.

Ketua Panitia UPM, Zul Ikrom Zilsafil, S.Pd., M.Pd., menyebutkan bahwa kegiatan tersebut mendapatkan antusiasme tinggi dari mahasiswa. “Antusias mahasiswa sangat baik. Ini menunjukkan kesadaran mereka bahwa UPM adalah bagian penting dari pengendalian mutu,” ujar Zul saat diwawancara, Kamis (12/2/2026).

Dalam pelaksanaannya, UPM terbagi menjadi dua bentuk evaluasi, yakni ujian tulis yang dilakukan pada hari Kamis dan Jumat, serta ujian lisan pada hari Sabtu. Pembagian tersebut, menurut panitia, dirancang agar pengujian dapat memotret kemampuan mahasiswa secara menyeluruh.

Zul menjelaskan bahwa pada sesi ujian lisan, penilaian dilakukan langsung oleh tim dosen berpengalaman yang menguji kompetensi akademik, kepribadian, dan kemampuan membaca Al-Qur’an. “Materi ujian tidak hanya soal teori, tetapi juga menyentuh aspek karakter mahasiswa,” tuturnya.

Kegiatan penjaminan mutu berbasis evaluasi seperti ini merupakan praktik standar yang juga diterapkan oleh banyak lembaga pendidikan tinggi di Indonesia. Sejak awal 2000-an, konsep penjaminan mutu internal (PMI) menjadi kewajiban perguruan tinggi setelah diberlakukannya Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan tinggi (SPM Dikti) oleh pemerintah.

Dalam konteks global, konsep evaluasi komprehensif mahasiswa telah lama diterapkan oleh berbagai institusi pendidikan Islam di Timur Tengah, seperti Al-Azhar University, yang menilai kompetensi lulusan secara akademik dan spiritual sebelum dinyatakan berhak menerima gelar.

UPM di STAI YPIQ Baubau pun mengadaptasi pola serupa dengan menekankan keseimbangan antara pengetahuan dan kecakapan sikap. Zul menilai pendekatan ini penting agar mahasiswa yang kelak mengabdi di masyarakat dapat tampil lebih profesional dan berintegritas.

Ia menambahkan bahwa pelaksanaan UPM tahun ini sekaligus menjadi ruang latihan bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia kerja dan pelayanan masyarakat. “Harapan kami, mahasiswa lebih siap memberikan kontribusi positif ketika mereka selesai menempuh pendidikan,” kata Zul.

Respons mahasiswa terhadap UPM disebut meningkat dari tahun sebelumnya. Hal ini sejalan dengan upaya kampus memperbaiki sistem evaluasi internal termasuk penyesuaian kurikulum berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).

baca juga:

  1. Mutu Guru SDN 1 Masiri Buton Selatam Terus Digenjot Lewat BOS Kinerja
  2. Prestasi Membanggakan, SDN 1 Lapandewa Kaindea Buton Selatan Sukses Tembus Tiga Besar LCT

Selain itu, kampus menegaskan bahwa penjaminan mutu bukan hanya prosedur akademik, tetapi proses pembentukan karakter lulusan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Penguatan nilai keilmuan dan spiritual disebut menjadi pilar utama STAI YPIQ Baubau.

Pada bagian akhir pelaksanaan, panitia menilai UPM berjalan lancar. Evaluasi internal tetap akan dilakukan demi penyempurnaan kegiatan serupa di masa mendatang. Kampus berkomitmen menjaga standar mutu pendidikan sebagai institusi yang mencetak pendidik dan pembimbing masyarakat.(*)

baca berita lainnya:

Bupati Muh Adios dan Sekda La Ode Harwanto Diskusikan Langkah Strategis Wujudkan Universitas di Buton Selatan

BUTON SELATAN, BP-Dalam perjalanan laut dari Kendari menuju Baubau, Bupati Buton Selatan H. Muhammad Adios bersama Sekretaris Daerah La Ode Harwanto menggelar diskusi serius mengenai masa depan pembangunan sumber daya manusia di daerah itu. “Bupati Muh Adios dan Sekda La Ode Harwanto Diskusikan Langkah Strategis Wujudkan Universitas di Buton Selatan,”

Bupati Muh Adios dan Sekda La Ode Harwanto Diskusikan Langkah Strategis Wujudkan Universitas di Buton Selatan
Bupati Muh Adios dan Sekda La Ode Harwanto Diskusikan Langkah Strategis Wujudkan Universitas di Buton Selatan

Percakapan tersebut berlangsung di atas gelombang perairan Sulawesi Tenggara dan menjadi salah satu momen penting dalam agenda informal keduanya. Fokus pembahasan mengerucut pada wacana pendirian universitas pertama di Kabupaten Buton Selatan.

Bupati Adios menegaskan bahwa kebutuhan akan lembaga pendidikan tinggi di wilayahnya sudah semakin mendesak. Ia menyebutkan, minimnya akses pendidikan lanjutan menjadi salah satu tantangan yang harus segera dijawab pemerintah daerah.

Menurutnya, keberadaan universitas tidak hanya akan membuka peluang pendidikan lebih luas bagi generasi muda Busel, tetapi juga menjadi katalisator peningkatan kualitas sumber daya manusia secara menyeluruh.

Sekda La Ode Harwanto yang mendampingi Bupati dalam perjalanan itu turut menyampaikan pandangan serupa. Ia menilai bahwa pendirian universitas dapat memperkuat fondasi pembangunan daerah dan memicu pertumbuhan sektor lain seperti ekonomi, sosial, hingga inovasi daerah.

Dalam diskusi tersebut, keduanya membahas berbagai persiapan awal yang perlu dilakukan, termasuk perencanaan lokasi, kebutuhan tenaga pendidik, hingga kemungkinan kerja sama dengan perguruan tinggi di Sulawesi Tenggara maupun nasional.

Bupati Adios juga menyinggung pentingnya dukungan dari masyarakat dan para pemangku kepentingan. Ia berharap keterlibatan publik dapat mempercepat terwujudnya cita-cita menghadirkan perguruan tinggi di Buton Selatan.

Selain itu, pembahasan mencakup langkah strategis jangka panjang untuk memperkuat kapasitas generasi muda. Pemerintah daerah menilai investasi pada sektor pendidikan merupakan fondasi penting bagi kemajuan masa depan daerah.

Perjalanan laut itu sekaligus menjadi ruang refleksi bagi keduanya dalam menilai perkembangan Buton Selatan dan arah yang perlu diperkuat ke depan. Mereka sepakat bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas utama dalam pembangunan jangka panjang.

baca juga:

  1. Program Sekolah Penggerak Berakhir, Buton Selatan Fokus Pelajaran Mendalam,Coding, dan
  2. Prestasi Membanggakan, SDN 1 Lapandewa Kaindea Buton Selatan Sukses Tembus Tiga Besar LCT

Hingga kini, rencana pendirian universitas masih berada pada tahap konsepsi, namun pemerintah daerah memastikan langkah-langkah konkret segera disusun. Masyarakat Kabupaten Buton Selatan diharapkan memberikan doa dan dukungan agar program ini dapat terwujud.(*)

Visited 57 times, 1 visit(s) today