Bangunan SDN 2 Topa Alami Kerusakan Serius, Pemkot Baubau Susun Kajian MenyeluruhBangunan SDN 2 Topa Alami Kerusakan Serius, Pemkot Baubau Susun Kajian Menyeluruh

BAUBAU, DT — Pemerintah Kota Baubau mulai menyusun kajian komprehensif terkait kerusakan SD Negeri 2 Topa di Jl. Dayanu Ikhsanuddin, Kelurahan Sulaa, Kecamatan Betoambari, Sulawesi Tenggara. Kajian tersebut mencakup kondisi fisik bangunan serta keberlanjutan sekolah di tengah menurunnya jumlah peserta didik. “Bangunan SDN 2 Topa Alami Kerusakan Serius, Pemkot Baubau Susun Kajian Menyeluruh,”

Bangunan SDN 2 Topa Alami Kerusakan Serius, Pemkot Baubau Susun Kajian Menyeluruh
Bangunan SDN 2 Topa Alami Kerusakan Serius, Pemkot Baubau Susun Kajian Menyeluruh

 

Kerusakan di SDN 2 Topa pertama kali kembali disorot setelah kunjungan Wa Ode Hamsinah Bolu, Wakil Wali Kota Baubau, saat menyalurkan bantuan untuk warga terdampak angin puting beliung di Topa. Dalam peninjauan itu, ia menemukan sejumlah ruang kelas yang tidak lagi layak digunakan.

Menurut laporan yang diterima Pemerintah Kota Baubau, termasuk dokumentasi foto dan video yang juga diperoleh Yusran Fahim, sebagian bangunan sekolah mengalami keretakan dan pelapukan. “Kami melihat kondisi bangunan ini memang sudah lama tidak layak dan harus segera ditangani,” ujar Hamsinah.

Pemkot menyatakan, penanganan SDN 2 Topa tidak hanya akan fokus pada bangunan yang rusak. Kajian juga dilakukan untuk menjawab persoalan berkurangnya jumlah siswa dalam beberapa tahun terakhir. Tren tersebut dinilai berpotensi mempengaruhi efektivitas penyelenggaraan pendidikan di kawasan itu.

“Penanganan fisik memang penting, tetapi kami juga perlu melihat keberlanjutan sekolah karena data menunjukkan jumlah siswa terus menurun,” kata Hamsinah dalam kutipan langsung lainnya.

Melihat kondisi tersebut, pihak sekolah kini membatasi penggunaan ruangan yang dinilai berbahaya. Sejumlah ruang kelas yang mengalami keretakan parah tidak lagi dipakai untuk kegiatan belajar mengajar. Sebagian perabot masih berada di dalam ruangan, tetapi tidak digunakan.

Kondisi infrastruktur sekolah yang menua bukan hal baru di Indonesia. Berdasarkan catatan Kementerian Pendidikan, ribuan sekolah dasar di berbagai daerah juga mengalami kerusakan serupa sejak awal program rehabilitasi nasional tahun 1970-an. Secara global, UNESCO mencatat bahwa negara berkembang kerap menghadapi tantangan serupa, terutama terkait pemeliharaan gedung sekolah yang telah berusia puluhan tahun.

Historis kawasan Topa sendiri mencatat beberapa kali bencana angin puting beliung dalam dua dekade terakhir, sehingga berdampak pada sejumlah fasilitas publik, termasuk sekolah. Meski demikian, Pemkot menilai kerusakan SDN 2 Topa bukan hanya akibat bencana terkini, melainkan akumulasi kerusakan bertahun-tahun.

Program Sekolah Rakyat Baubau Mulai Jalan, Wali Kota HYF Target Agustus 2026 Mulai Pembangunan
Program Sekolah Rakyat Baubau Mulai Jalan, Wali Kota HYF Target Agustus 2026 Mulai Pembangunan

Kajian yang sedang disusun Pemkot Baubau akan mencakup evaluasi struktural bangunan, estimasi kebutuhan anggaran rehabilitasi, serta kemungkinan penataan ulang sistem penyelenggaraan pendidikan di wilayah itu. Pemerintah menargetkan rekomendasi awal dapat dirampungkan dalam waktu dekat.

“Langkah terbaik akan diambil berdasarkan hasil kajian komprehensif, baik untuk keselamatan siswa maupun keberlangsungan pendidikan,” ujar Hamsinah dalam salah satu kutipannya.

Pemerintah juga menegaskan komitmen bahwa keselamatan siswa menjadi prioritas utama. Pemkot akan memastikan setiap keputusan mempertimbangkan faktor keamanan, kenyamanan belajar, dan efektivitas pelayanan pendidikan.

Kajian ini diprediksi akan menjadi dasar penting dalam pengambilan kebijakan jangka panjang, termasuk potensi revitalisasi total atau opsi relokasi jika dibutuhkan. Hal ini sekaligus menjawab kebutuhan publik terhadap fasilitas pendidikan yang aman dan layak di Kota Baubau.

baca juga:

  1. SD Negeri Tomba Baubau Deklarasikan Stop Bullying Demi Lingkungan Belajar Aman
  2. Pengawasan PIP Diperketat, Dinas Pendidikan Buton Selatan Minta Sekolah Hentikan Pembagian Merata

Sebagai langkah lanjutan, Pemkot Baubau akan melibatkan tim teknis dan pemangku kepentingan pendidikan dalam proses kajian. Hasil kajian nantinya diharapkan menjadi acuan strategis untuk memperkuat kualitas pendidikan dasar di Baubau.(*)

baca berita lainnya:

Program Sekolah Rakyat Baubau Mulai Jalan, Wali Kota HYF Target Agustus 2026 Mulai PembangunanProgram Sekolah Rakyat Baubau Mulai Jalan, Wali Kota HYF Target Agustus 2026 Mulai Pembangunan

BAUBAU, BP — Pemerintah Kota Baubau terus mempercepat agenda pembangunan Sekolah Rakyat sebagai upaya memperluas pemerataan akses pendidikan. Program ini ditargetkan mulai dikerjakan Agustus 2026 setelah proses tender digelar pada April mendatang. “Program Sekolah Rakyat Baubau Mulai Jalan, Wali Kota HYF Target Agustus 2026 Mulai Pembangunan,”

Program Sekolah Rakyat Baubau Mulai Jalan, Wali Kota HYF Target Agustus 2026 Mulai Pembangunan
Program Sekolah Rakyat Baubau Mulai Jalan, Wali Kota HYF Target Agustus 2026 Mulai Pembangunan

Rencana pembangunan tersebut kembali ditegaskan oleh Wali Kota Yusran Fahim yang menyebutkan bahwa tahap paling krusial yang kini tersisa ialah penyelidikan tanah. Sementara itu, pembangunan akses jalan menuju lokasi telah rampung.

Dalam wawancaranya, Yusran menjelaskan bahwa seluruh proses diarahkan untuk memastikan pembangunan dapat dimulai tepat waktu. “Insya Allah, April sudah masuk tahap tender dan Agustus sudah mulai pelaksanaan pembangunan,” ujarnya, Senin (23/2/2026).

Pemerintah Kota Baubau juga menyiapkan langkah antisipatif apabila pembangunan belum selesai pada awal tahun ajaran. Menurut Yusran, pemerintah siap memanfaatkan fasilitas pemerintah sebagai sekolah transisi demi menjamin kegiatan belajar tetap berjalan. “Kita tidak ingin siswa tertunda masuk sekolah. Fasilitas pemerintah siap dipakai sementara,” katanya.

Sebelumnya, pembahasan internal pemerintah lebih banyak fokus pada legalitas dan status lahan. Pemkot memastikan seluruh dokumen sertifikat akan segera diselesaikan dan diserahkan agar tidak menghambat proses pembangunan.

Selain kesiapan konstruksi, pemerintah juga menata persiapan teknis lainnya seperti perencanaan jumlah peserta didik serta koordinasi dengan instansi pendidikan terkait. Tahap awal akan difokuskan pada pembukaan jenjang Sekolah Dasar (SD) untuk siswa kelas satu, sementara pengembangan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) akan disesuaikan dengan evaluasi tahap awal.

Program Sekolah Rakyat sendiri menjadi strategi Baubau dalam memperbaiki pemerataan pendidikan. Konsep ini mengingatkan publik pada model sekolah rakyat pada masa perjuangan nasional, seperti inisiatif pendidikan kerakyatan yang berkembang pada awal abad ke-20, termasuk Taman Siswa yang didirikan oleh Ki Hajar Dewantara pada 1922. Model pendidikan serupa juga hadir di beberapa negara berkembang, seperti People’s School Movement di India yang mendorong akses pendidikan bagi warga miskin.

Secara global, pengembangan sekolah dengan pendekatan kerakyatan menjadi tren di negara-negara dengan tingkat ketimpangan pendidikan tinggi. Program seperti Community Schools di Amerika Serikat dan Public Learning Centres di Korea Selatan terbukti mampu meningkatkan kualitas dan akses pendidikan terutama bagi keluarga berpenghasilan rendah.

Dengan latar historis tersebut, program Sekolah Rakyat Baubau diharapkan tidak hanya menjadi pembangunan fisik, tetapi juga momentum untuk mendorong kualitas sumber daya manusia di daerah. Pemerintah menargetkan model sekolah ini dapat menjadi contoh penerapan pendidikan yang inklusif di wilayah-wilayah lainnya di Indonesia.

baca juga:

  1. SD Negeri Tomba Baubau Deklarasikan Stop Bullying Demi Lingkungan Belajar Aman
  2. OJK Ungkap 25 Ribu Warga Baubau Terjerat Investasi Ilegal AMG, Kerugian Ditaksir Rp125 Miliar

Pembangunan Sekolah Rakyat juga mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam menyiapkan pendidikan jangka panjang untuk generasi muda. Jika semua tahapan berjalan sesuai rencana, proyek ini akan menjadi salah satu pembangunan pendidikan terbesar di Baubau dalam satu dekade terakhir.

Masyarakat pun berharap agenda ini dapat direalisasikan sesuai jadwal mengingat kebutuhan terhadap fasilitas pendidikan terus meningkat. Dengan dimulainya pembangunan tahun ini, Baubau menapaki babak baru dalam pemerataan layanan pendidikan demi masa depan generasi berikutnya.(*)

Visited 38 times, 1 visit(s) today