Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 07 April 2026Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 07 April 2026

Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 07 April 2026

baca Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 07 April 2026 versi PDF

 

 

baca Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 07 April 2026

01 3 02 2 03 2 04 2 05 2 06 2 07 2 08 2

baca juga Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi lainnya:

  1. Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 06 April 2026
  2. Koran Online Baubau Post Edisi 01 April 2026

baca berita lainnya:

BUTON SELATAN, BAUBAUPOST.COM -Panen padi ladang di Desa Wawoangi, Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan, mencatat produktivitas sebesar 2,68 ton per hektare pada Senin (13/4/2026). Capaian tersebut menjadi indikator keberhasilan program bantuan benih dan pendampingan penyuluhan pertanian yang digulirkan pemerintah daerah. “Hasil Panen 2,68 Ton/Ha, Sampolawa Optimistis Tingkatkan Produksi dan Perkuat Ketahanan Pangan Buton Selatan,”
Hasil Panen 2,68 Ton/Ha, Sampolawa Optimistis Tingkatkan Produksi dan Perkuat Ketahanan Pangan Buton Selatan
Hasil Panen 2,68 Ton/Ha, Sampolawa Optimistis Tingkatkan Produksi dan Perkuat Ketahanan Pangan Buton Selatan

Kegiatan panen yang berlangsung di kawasan HKN Sangia Rauro ini berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Selain panen simbolis, rombongan juga melakukan peninjauan langsung ke lahan pertanian yang menjadi lokasi pengembangan padi ladang.

Panen ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pemberdayaan petani lokal di wilayah Sampolawa. Program tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan keberlanjutan produksi pertanian di daerah.

dummy

Realisasi tanam padi gogo dalam program ini mencapai total 40 hektare, yang terdiri atas 19 hektare di Desa Wawoangi, 3 hektare di Katilombu, serta 18 hektare menggunakan bibit lokal hasil pengembangan petani.

Camat Sampolawa La Ode Rahmat, S.Sos., menegaskan bahwa capaian panen ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. “Panen ini menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah, penyuluh, dan petani mampu meningkatkan produksi secara nyata,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi petani untuk terus mengembangkan usaha tani secara berkelanjutan. “Kami berharap petani semakin percaya diri mengelola lahan dan meningkatkan produktivitasnya,” katanya.

Koordinator Penyuluh Pertanian Kecamatan Sampolawa, Muhammad Amir, yang mewakili Kepala Bidang Pangan La Mini, menyebut pendampingan teknis menjadi faktor penting dalam peningkatan hasil panen. “Pendekatan penyuluhan yang intensif membantu petani dalam memilih benih dan pola tanam yang tepat,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala UPTD KPH La Kompa Agung S. Kusomo, S.Hut., menilai kegiatan tersebut juga memperkuat kolaborasi lintas sektor. “Kegiatan ini bukan sekadar panen, tetapi juga momentum mempererat kerja sama antarinstansi,” katanya.

Kegiatan panen turut dihadiri unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga masyarakat petani setempat. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan dukungan kolektif terhadap pengembangan sektor pertanian di daerah.

Secara historis, pengembangan padi ladang atau padi gogo telah lama menjadi bagian dari sistem pertanian tradisional di Indonesia, terutama di wilayah luar Jawa. Pada era 1970-an hingga 1980-an, pemerintah melalui program intensifikasi pertanian mulai mendorong diversifikasi tanaman pangan untuk mengurangi ketergantungan pada beras sawah.

Di tingkat global, Food and Agriculture Organization mencatat bahwa padi ladang berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan di kawasan tropis, khususnya pada wilayah dengan keterbatasan irigasi. Sistem ini dinilai adaptif terhadap perubahan iklim dan kondisi lahan marginal.

baca juga:

  1. Bupati Buton Selatan H Muh Adios Pimpin Gerakan Pangan Murah Untuk Stabilkan Harga di….
  2. Bulog Baubau Salurkan Bantuan Pangan untuk 95 Penerima di Kelurahan Wale Dua Bulan Sekaligus

Mengacu pada pengalaman tersebut, pemerintah daerah terus mendorong pemanfaatan lahan potensial seperti di HKN Sangia Rauro yang memiliki luas sekitar 251 hektare, dengan 40 hektare di antaranya telah dimanfaatkan untuk budidaya padi.

Dengan capaian produktivitas saat ini, pemerintah optimistis sektor pertanian di Buton Selatan dapat berkembang lebih pesat. Selain meningkatkan kesejahteraan petani, langkah ini juga diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan.

“Ke depan, kami akan terus meningkatkan dukungan, baik dari sisi benih, teknologi, maupun pendampingan,” kata salah satu perwakilan pemerintah daerah dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan panen ini pun menjadi simbol optimisme baru bagi petani di Sampolawa untuk terus berinovasi dan menjaga keberlanjutan produksi pangan di tengah berbagai tantangan.(*)

 

Visited 27 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *