Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 25 Juni 2026Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 25 Juni 2026

Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 25 Juni 2026
 

baca Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 25 Juni 2026 versi pdf
 

baca Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 25 Juni 2026

01 10 02 10 03 10 04 10 05 11 06 10 07 10 08 10

baca juga Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi lainnya :

  1. Epaper Koran Harian Baubau Post Edisi 23 Juni 2026
  2. Koran Online Baubau Post Edisi 23 Juni 2026

baca juga berita lainnya:

BUTON SELATAN,– Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Buton Selatan menyalurkan 270 paket santunan kepada anak yatim dan penyandang disabilitas dalam peringatan Lebaran Yatim dan Disabilitas Tahun 2026 yang digelar di Gedung Lamaindo, Batauga, Kamis (25/6/2026). Program yang mengusung tema “Pesan Inklusif untuk Negeri, Menebar Maslahat, Menguatkan Umat” tersebut menjadi bagian dari gerakan nasional Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI yang dilaksanakan serentak di berbagai daerah dan disiarkan secara virtual. “Lebaran Yatim 2026 dan Momentum Muharam, Kemenag Buton Selatan Salurkan 270 Paket Santunan, Perkuat Kepedulian bagi Anak Yatim dan Kelompok Disabilitas,”
Lebaran Yatim 2026 dan Momentum Muharam, Kemenag Buton Selatan Salurkan 270 Paket Santunan, Perkuat Kepedulian bagi Anak Yatim dan Kelompok Disabilitas
Lebaran Yatim 2026 dan Momentum Muharam, Kemenag Buton Selatan Salurkan 270 Paket Santunan, Perkuat Kepedulian bagi Anak Yatim dan Kelompok Disabilitas

Kepala Kantor Kemenag Buton Selatan yang diwakili Kepala Subbagian Tata Usaha, H. Muh. Ilham Ibnu Wahid, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda berbagi, tetapi juga bentuk penguatan nilai inklusivitas dan penghormatan terhadap kelompok rentan di tengah masyarakat. “Hari ini kita memperluas makna kepedulian agar juga mencakup saudara-saudara penyandang disabilitas, sehingga tidak ada lagi batas sosial yang membuat mereka merasa dikesampingkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, masyarakat Buton sejak lama memiliki tradisi Pakandeana Ana-Ana Maelu, yakni budaya menyantuni dan memuliakan anak yatim pada bulan Muharam. “Nilai-nilai lokal tersebut menjadi fondasi yang selaras dengan semangat kemanusiaan dan ajaran agama yang terus kita hidupkan hingga sekarang,” katanya.

Laporan panitia yang disampaikan Kepala Seksi Pendidikan Islam Kemenag Buton Selatan, Sabarudin, S.Ag., M.Fil.I., menyebutkan sebanyak 270 paket santunan berhasil dihimpun melalui kolaborasi berbagai pihak. “Seluruh bantuan berasal dari dukungan BAZNAS Buton Selatan serta sumbangan sukarela ASN Kemenag, anggota Dharma Wanita Persatuan, dan pengurus AGPAII yang kemudian disalurkan kepada penerima manfaat di berbagai wilayah Kabupaten Buton Selatan,” jelasnya.

Dukungan terhadap program tersebut juga disampaikan Pimpinan BAZNAS Kabupaten Buton Selatan, H. Wahid, yang mengapresiasi sinergi antarlembaga dalam memperkuat perlindungan sosial. “BAZNAS siap terus bersinergi melalui pendanaan maupun program keberlanjutan agar anak yatim dan penyandang disabilitas memperoleh perhatian yang layak,” katanya di hadapan peserta kegiatan.

2 7

Acara tersebut dihadiri pimpinan BAZNAS Kabupaten Buton Selatan, pejabat pengawas di lingkungan Kemenag, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kemenag Buton Selatan, para kepala madrasah, kepala KUA kecamatan, Ketua AGPAII, Ketua PGMI, aparatur sipil negara di lingkungan Kemenag, serta para penerima manfaat. Prosesi diakhiri dengan penyerahan simbolis paket santunan dan foto bersama seluruh peserta.

Secara historis, perhatian terhadap anak yatim merupakan bagian penting dalam tradisi Islam dan menjadi salah satu semangat yang mendorong lahirnya berbagai program filantropi di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, Kementerian Agama RI secara konsisten menggelar peringatan Lebaran Yatim pada bulan Muharam sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial melalui pemberdayaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf.

2 7

Di tingkat internasional, upaya pemenuhan hak penyandang disabilitas dan perlindungan anak juga sejalan dengan komitmen global melalui Convention on the Rights of Persons with Disabilities (CRPD) serta Convention on the Rights of the Child (CRC) yang menjadi rujukan banyak negara dalam membangun masyarakat yang inklusif dan berkeadilan. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang menekankan prinsip no one left behind atau tidak meninggalkan siapa pun dalam proses pembangunan.

baca juga:

  1. Hasil Administrasi Seleksi JPT Busel Diumumkan, Pansel Tetapkan 57 Dinyatakan Memenuhi Sarat Dari 59 …
  2. Buton Selatan Peringkat Keempat Inflasi Tertinggi Non-IHK di Sultra pada Juni 2026, Beras Jadi Penyumbang Inflasi Terbesar

Melalui kolaborasi antara Kemenag Buton Selatan, BAZNAS, ASN, Dharma Wanita Persatuan, dan organisasi profesi, penyaluran 270 paket santunan diharapkan tidak hanya memberikan bantuan material, tetapi juga memperkuat budaya gotong royong, memperluas akses sosial bagi penyandang disabilitas, serta menumbuhkan optimisme anak-anak yatim untuk terus meraih pendidikan dan masa depan yang lebih baik.(*)

 

Visited 45 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *