Pemkab Buton Dorong ASN Miliki Rumah Layak Lewat Program FLPP BersubsidiPemkab Buton Dorong ASN Miliki Rumah Layak Lewat Program FLPP Bersubsidi

BUTON, BAUBAUPOST.COM – Pemerintah Kabupaten Buton memperkuat upaya pemenuhan kebutuhan hunian layak bagi aparatur sipil negara (ASN) melalui kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Pembiayaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk rumah subsidi. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra, S.H., di Aula Bupati Buton, Kompleks Perkantoran Takawa, Senin (15/6/2026). “Pemkab Buton Dorong ASN Miliki Rumah Layak Lewat Program FLPP Bersubsidi,”

Pemkab Buton Dorong ASN Miliki Rumah Layak Lewat Program FLPP Bersubsidi
Pemkab Buton Dorong ASN Miliki Rumah Layak Lewat Program FLPP Bersubsidi

Program FLPP diperkenalkan sebagai salah satu instrumen pembiayaan yang diharapkan mampu memperluas akses kepemilikan rumah bagi ASN sekaligus mendukung pengembangan kawasan permukiman yang lebih tertata di Kabupaten Buton.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Buton menegaskan bahwa penyediaan rumah layak merupakan bagian penting dari agenda pembangunan daerah karena berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

“Kita memiliki rencana pengembangan kawasan perumahan dengan dukungan lahan sekitar 25 hektare. Ini merupakan bagian dari upaya penataan kawasan sekaligus menjawab kebutuhan hunian masyarakat,” kata Alvin Akawijaya Putra.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur dasar, tetapi juga pada penyediaan lingkungan permukiman yang sehat, aman, dan berkelanjutan.

Rencana pengembangan kawasan perumahan tersebut disiapkan untuk mendukung pertumbuhan wilayah Pasarwajo sebagai pusat aktivitas ekonomi dan pemerintahan yang terus berkembang. Ketersediaan lahan seluas sekitar 25 hektare menjadi modal awal untuk mewujudkan kawasan hunian baru yang terintegrasi.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Buton, La Joni, S.T., M.Si., mengungkapkan bahwa kebutuhan rumah layak di daerah tersebut masih tergolong tinggi.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah daerah masih menemukan kondisi hunian yang dihuni oleh lebih dari satu kepala keluarga dalam satu rumah. Bahkan, terdapat rumah yang ditempati hingga lima kepala keluarga sekaligus.

a2 2

“Di Kabupaten Buton ini ada rumah yang dihuni hingga lima kepala keluarga. Di sisi lain, rumah tidak layak huni juga masih cukup banyak. Karena itu, program rumah subsidi melalui FLPP ini menjadi salah satu solusi yang dapat dimanfaatkan masyarakat,” ujar La Joni.

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan masih adanya tantangan dalam pemenuhan kebutuhan hunian yang layak dan terjangkau. Karena itu, keberadaan program FLPP dinilai penting untuk membantu masyarakat maupun ASN memperoleh akses pembiayaan perumahan dengan skema yang lebih ringan.

Secara nasional, program FLPP telah menjadi salah satu kebijakan utama pemerintah dalam mengurangi angka backlog perumahan. Sejak diluncurkan pada 2010, program ini telah membantu jutaan masyarakat berpenghasilan rendah memiliki rumah melalui dukungan pembiayaan jangka panjang dengan bunga yang terjangkau.

Data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa kebutuhan rumah di Indonesia masih cukup tinggi. Pemerintah terus memperluas akses kepemilikan rumah melalui berbagai program subsidi, termasuk FLPP, guna menekan angka kekurangan rumah yang selama ini menjadi tantangan pembangunan nasional.

Di tingkat internasional, isu penyediaan hunian layak juga menjadi perhatian global. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 11, menekankan pentingnya pembangunan kota dan permukiman yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan.

Bupati Buton menilai pengembangan kawasan perumahan yang direncanakan pemerintah daerah sejalan dengan upaya mewujudkan lingkungan permukiman yang lebih baik dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Pemenuhan kebutuhan perumahan masyarakat merupakan salah satu bagian penting dalam pembangunan daerah,” tegas Alvin.

baca juga:

  1. Bupati Buton Alvin Akawijaya Hadiri Gala Dinner Sambut Kunker Pangdam XIV/Hasanuddin di
  2. Bupati Buton Alvin Akawijaya Serahkan Santunan Duka kepada 17 Ahli Waris dalam Momentum Tahun Baru Islam

 

Melalui sosialisasi dan edukasi FLPP tersebut, Pemerintah Kabupaten Buton berharap ASN memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai mekanisme pembiayaan rumah subsidi. Pemerintah daerah juga berkomitmen menyediakan lahan yang siap dikembangkan agar program rumah subsidi yang direncanakan sebagai proyek percontohan (pilot project) dapat berjalan optimal dan menjadi fondasi bagi tumbuhnya kawasan perkotaan baru di Pasarwajo.(*)

baca berita lainnya:

 

BUTON, BAUBAUPOST.COM – Pemerintah Kabupaten Buton memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah/2026 Masehi dengan menggelar Zikir dan Doa Bersama yang dipimpin langsung oleh Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra, S.H., di Aula Kantor Bupati Buton, Takawa, Senin (15/6/2026). Momentum pergantian tahun Hijriah itu dimanfaatkan untuk memperkuat nilai spiritual sekaligus mendorong peningkatan kinerja aparatur dalam melayani masyarakat. “Momen Tahun Baru Islam 1448 H Bupati Buton Alvin Akawijaya Ajak ASN Tingkatkan Etos Kerja dan Pengabdian,”

Momen Tahun Baru Islam 1448 H Bupati Buton Alvin Akawijaya Ajak ASN Tingkatkan Etos Kerja dan Pengabdian
Momen Tahun Baru Islam 1448 H Bupati Buton Alvin Akawijaya Ajak ASN Tingkatkan Etos Kerja dan Pengabdian

Kegiatan yang diselenggarakan melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Buton tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan Program Santunan Kematian kepada 17 penerima manfaat sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap warga yang membutuhkan.

Dalam sambutannya, Bupati Alvin menegaskan bahwa Tahun Baru Islam bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan kesempatan untuk melakukan refleksi diri dan memperbaiki kualitas pengabdian kepada masyarakat.

“Menjelang Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, selain kita beribadah dan berdoa kepada Allah SWT, juga harus diimbangi dengan usaha atau ikhtiar yang merupakan hal penting bagi kita semua dalam menjalankan tugas,” kata Alvin.

Menurut dia, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh perencanaan yang baik, tetapi juga oleh komitmen seluruh aparatur pemerintah dalam bekerja secara profesional, disiplin, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Karena itu, Bupati mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Buton untuk menjadikan Tahun Baru Islam sebagai titik awal meningkatkan etos kerja dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah pemerintahan.

“Saya berharap kita dapat tanamkan ke dalam diri kita semua untuk terus berusaha, bekerja secara profesional, dan meningkatkan kinerjanya,” ujarnya.

Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Buton Syarifudin Saafa, S.T. bersama Ibu Maemuna Moko Syarifudin, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buton, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Buton, serta tokoh agama dan masyarakat.

Dalam tausiah yang disampaikan pada kesempatan itu, Ustaz Sahrul, S.H., mengingatkan bahwa seluruh nikmat yang dimiliki manusia, baik kesehatan, harta maupun jabatan, merupakan anugerah Allah SWT yang wajib disyukuri melalui tindakan nyata.

“Rasa syukur tidak hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga melalui ketaatan kepada Allah SWT dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya,” tutur Ustaz Sahrul di hadapan jamaah.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk membiasakan diri berdzikir dan mengawali setiap aktivitas dengan mengucapkan basmalah agar pekerjaan yang dilakukan memperoleh keberkahan serta perlindungan dari Allah SWT.

F04.2b

“Mari kita jadikan wirid dan dzikir sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari. Awali setiap pekerjaan dengan mengucapkan bismillah agar apa yang kita lakukan menjadi berkah dan senantiasa mendapat perlindungan dari Allah SWT,” pesannya.

Pelaksanaan zikir dan doa bersama berlangsung khidmat. Para peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh kekhusyukan sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan waktu sekaligus harapan untuk memperoleh keberkahan pada tahun yang baru.

Secara historis, kalender Hijriah mulai digunakan pada masa Khalifah Umar bin Khattab sekitar tahun 638 Masehi. Penetapan tahun Hijriah dihitung berdasarkan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah yang menjadi tonggak penting dalam perkembangan peradaban Islam. Sejak saat itu, kalender Hijriah digunakan oleh umat Islam di berbagai negara sebagai acuan pelaksanaan ibadah dan berbagai aktivitas keagamaan.

Di Indonesia, peringatan Tahun Baru Islam telah menjadi tradisi yang berlangsung selama puluhan tahun. Berbagai daerah menggelar kegiatan keagamaan seperti doa bersama, pawai obor, pengajian, hingga santunan sosial sebagai wujud syukur dan refleksi atas perjalanan kehidupan. Tradisi tersebut juga menjadi sarana mempererat persatuan dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Pada tingkat global, Tahun Baru Islam diperingati oleh umat Muslim di berbagai belahan dunia, mulai dari Asia Tenggara, Timur Tengah, Afrika hingga Eropa dan Amerika. Meski bentuk peringatannya beragam sesuai budaya masing-masing negara, esensinya tetap sama, yakni memperkuat keimanan, meningkatkan ketakwaan, serta melakukan evaluasi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

baca juga:

  1. Pengelolaan Anggaran Akuntabel, Bawaslu Buton Sabet Penghargaan KPPN …
  2. Bupati Buton Alvin Akawijaya Serahkan Santunan Duka kepada 17 Ahli Waris dalam Momentum Tahun Baru Islam

Melalui kegiatan zikir dan doa bersama tersebut, Pemerintah Kabupaten Buton berharap semangat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dapat menjadi energi positif bagi seluruh aparatur dan masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas kehidupan beragama, memperkuat kebersamaan, serta mendukung pembangunan daerah yang lebih maju dan sejahtera. (*)

 

Visited 67 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *