Sidang Paripurna DPRD Peringati HUT Baubau ke-485, Wali Kota Yusran Fahim Siapkan 10 Proyek Strategis Tahun 2026, Ekonomi Baubau Tumbuh 5,58 PersenSidang Paripurna DPRD Peringati HUT Baubau ke-485, Wali Kota Yusran Fahim Siapkan 10 Proyek Strategis Tahun 2026, Ekonomi Baubau Tumbuh 5,58 Persen

BAUBAU, BAUBAUPOST.COM – Pemerintah Kota Baubau menetapkan 10 proyek strategis pada 2026 untuk memperkuat infrastruktur, meningkatkan pelayanan publik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Program tersebut dipaparkan Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim, S.E., dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kota Baubau, Kamis (15/10/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Baubau ke-485 dan HUT ke-25 sebagai daerah otonom. “Sidang Paripurna DPRD Peringati HUT Baubau ke-485, Wali Kota Yusran Fahim Siapkan 10 Proyek Strategis Tahun 2026, Ekonomi Baubau Tumbuh 5,58 Persen,”

Sidang Paripurna DPRD Peringati HUT Baubau ke-485, Wali Kota Yusran Fahim Siapkan 10 Proyek Strategis Tahun 2026, Ekonomi Baubau Tumbuh 5,58 Persen
Sidang Paripurna DPRD Peringati HUT Baubau ke-485, Wali Kota Yusran Fahim Siapkan 10 Proyek Strategis Tahun 2026, Ekonomi Baubau Tumbuh 5,58 Persen

Sepuluh proyek itu mencakup rekonstruksi Jalan Kompleks Lowu-Lowu, Jalan Kompleks Sulaa Tahap II, Jalan Dr. Wahidin, dan Jalan Maasiaja; penataan Kawasan Lakologou Tahap II dan Lembah Hijau; revitalisasi Pasar Wameo dan Kotamara; pemasangan jaringan perpipaan jalur khusus Pertamina; serta pembangunan Puskesmas Waborobo dan Puskesmas Lakologou. Pemerintah berharap proyek-proyek tersebut memperbaiki konektivitas antarwilayah, kualitas fasilitas publik, dan akses pelayanan kesehatan. Revitalisasi Pasar Wameo, misalnya, diarahkan untuk menciptakan pusat perdagangan yang lebih bersih, higienis, modern, dan nyaman.

Di hadapan anggota DPRD, Yusran juga memaparkan sejumlah indikator pembangunan. IPM Baubau meningkat dari 70,60 pada 2006 menjadi 80,29 pada 2025. Tingkat kemiskinan turun dari 18,90 persen menjadi 6,83 persen, sedangkan Tingkat Pengangguran Terbuka berkurang dari 14,44 persen menjadi 3,95 persen dalam periode yang sama. Adapun PDRB atas dasar harga berlaku meningkat dari Rp349 miliar pada 2001 menjadi Rp12,97 triliun pada 2025, dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,58 persen pada semester I 2026.

“Capaian tersebut merupakan bagian dari perjalanan pembangunan sejak Baubau menjadi daerah otonom pada 2001,” kata Yusran. Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus memperkuat sektor perdagangan, jasa, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), investasi, serta ekonomi lokal agar Baubau semakin berperan sebagai pusat jasa dan perdagangan di kawasan Kepulauan Buton dan sekitarnya.

Pada bidang tata kelola keuangan, Baubau kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia atas laporan keuangan 2025. Raihan tersebut menjadi opini WTP ke-11 secara berturut-turut. Pemerintah daerah juga memperoleh alokasi bantuan rumah swadaya sebanyak 600 unit pada 2026, dengan realisasi 287 unit hingga semester I. Selain itu, pembangunan Sekolah Rakyat di atas lahan enam hektare di Kelurahan Palabusa didorong, bersamaan dengan dukungan terhadap pembentukan Koperasi Kelurahan Merah Putih untuk memperkuat ekonomi masyarakat.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Bangkit, Berbudaya dan Sejahtera”. Yusran menyebut momentum Hari Jadi Baubau ke-485 dan HUT ke-25 sebagai daerah otonom harus menjadi ruang evaluasi pembangunan, bukan sekadar seremoni. Secara historis, status daerah otonom yang diperoleh Baubau pada 2001 menandai babak baru penyelenggaraan pemerintahan kota. Dalam konteks nasional, desentralisasi pascareformasi juga memberi pemerintah daerah ruang lebih besar untuk mengelola pelayanan publik dan pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat.

Meski sejumlah indikator menunjukkan kemajuan, Yusran mengakui Baubau masih menghadapi persoalan kemiskinan, pengangguran, keterbatasan infrastruktur dasar, dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur melalui angka statistik, tetapi harus dirasakan masyarakat hingga tingkat kelurahan. “Pembangunan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya, seraya mengapresiasi dukungan, pengawasan, kritik, dan saran DPRD dalam penyelenggaraan pemerintahan.

BACA JUGA:

  1. Kabut Asap Selimuti Baubau, Sekda La Ode Darussalam Imbau Warga Gunakan Masker dan Batasi …
  2. Pemkot Baubau Gelar Pasar Murah Hingga 17 Oktober, Beras dan Cabai Bersubsidi untuk Warga

Yusran menutup sambutannya dengan mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga filosofi Sara Pataanguna sebagai landasan persatuan dan kebersamaan. Ia menegaskan bahwa pembangunan bukan semata-mata hasil kerja wali kota dan wakil wali kota, melainkan buah kolaborasi pemerintah, DPRD, aparatur sipil negara, TNI-Polri, dunia usaha, perguruan tinggi, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga. Semangat tersebut diharapkan menjadi modal bersama untuk mewujudkan Baubau yang bangkit, berbudaya, dan sejahtera.(*)

BACA BERITA LAINNYA:

BAUBAU, BAUBAUPOST.COM  — Baubau Job Fair 2026 mencatat 325 lamaran kerja yang masuk selama dua hari pelaksanaan, 12–13 Oktober 2026, di Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT), Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Kegiatan yang mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan tersebut diikuti 15 perusahaan pada hari pertama dan 16 perusahaan pada hari kedua, berdasarkan laporan kegiatan yang dipublikasikan panitia. “Baubau Job Fair 2026 Catat 325 Lamaran dalam Dua Hari, 16 Perusahaan Berpartisipasi, tersedia 737 Lowongan Kerja,”

Baubau Job Fair 2026 Catat 325 Lamaran dalam Dua Hari, 16 Perusahaan Berpartisipasi, tersedia 737 Lowongan Kerja
Baubau Job Fair 2026 Catat 325 Lamaran dalam Dua Hari, 16 Perusahaan Berpartisipasi, tersedia 737 Lowongan Kerja

Pada hari pertama, Senin (12/10/2026), panitia mencatat 145 pengunjung melakukan registrasi, sedangkan 130 orang mengisi kuesioner melalui pemindaian kode batang. Sebanyak lima orang mengurus Kartu Pencari Kerja atau AK1. Pada hari yang sama, terdapat 156 lamaran kerja yang masuk dari pencari kerja kepada perusahaan peserta.

Laporan hari kedua, Selasa (13/10/2026), menunjukkan 144 pengunjung melakukan registrasi dan 122 orang mengisi kuesioner. Sebanyak tiga orang mengurus AK1, sementara perusahaan peserta menerima 169 lamaran kerja. Dengan demikian, jumlah lamaran selama dua hari mencapai 325, atau bertambah 13 lamaran pada hari kedua dibandingkan hari pertama.

Selain membuka akses perekrutan, kegiatan ini menyediakan layanan pendukung bagi masyarakat. Pada hari pertama, tercatat tujuh penerima layanan bantuan sosial dan 61 penerima layanan kesehatan. Sementara itu, pada hari kedua, layanan bantuan sosial dimanfaatkan 33 orang dan layanan kesehatan diberikan kepada 75 orang. Tersedia pula satu layanan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan dua layanan Identitas Kependudukan Digital (IKD) pada hari kedua.

Dari sisi partisipasi dunia usaha, jumlah perusahaan meningkat dari 15 pada hari pertama menjadi 16 perusahaan pada hari kedua. Daftar lowongan yang dipublikasikan untuk keseluruhan kegiatan, 12–15 Oktober 2026, mencantumkan kebutuhan tenaga kerja sebanyak 737 orang. Dari jumlah tersebut, 295 lowongan dikategorikan sebagai penempatan lokal di Baubau, sedangkan 442 lowongan ditujukan untuk penempatan luar negeri.

Penempatan luar negeri dalam daftar tersebut mencakup 87 tenaga kerja untuk Malaysia, 180 untuk Taiwan, 50 untuk Hong Kong, dan 125 untuk Jepang. Adapun lowongan dalam negeri berasal dari berbagai sektor, antara lain perhotelan, kesehatan, perbankan, ritel, makanan dan minuman, serta jasa keuangan. Angka 737 merupakan total kebutuhan tenaga kerja yang diumumkan, bukan jumlah orang yang telah diterima bekerja.

Dinsosnaker Kota Baubau menjadi pihak yang relevan untuk menjelaskan tindak lanjut kegiatan, termasuk proses pencocokan pelamar dengan kebutuhan perusahaan, verifikasi lowongan, serta perlindungan calon pekerja yang berminat pada penempatan luar negeri.

baca juga:

  1. Baubau Gelar Pasar Murah Sasar Delapan Kecamatan hingga 17 Oktober , Beras dan Cabai Jadi …
  2. Jelang Hari Jadi ke-485 Ritual Santiago Dimajukan, Baubau Hidupkan Tradisi Penghormatan kepada Para Sultan, Sekda La Ode Darussalam Dorong Generasi Muda Kenali Sejarah

Secara historis, bursa kerja merupakan salah satu bentuk layanan perantara tenaga kerja yang berkembang di berbagai negara untuk mempertemukan pemberi kerja dengan pencari kerja. Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), yang berdiri pada 1919, turut mendorong agenda ketenagakerjaan, kesempatan kerja yang layak, dan perlindungan pekerja. Dalam konteks Baubau, keberhasilan job fair tidak hanya diukur dari banyaknya pengunjung dan lamaran, tetapi juga dari transparansi proses seleksi, kesesuaian kompetensi, serta jumlah pencari kerja yang benar-benar memperoleh pekerjaan.(*)

 

 

Visited 1 times, 1 visit(s) today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *