BAUBAU, BAUBAUPOST.COM – Prestasi olahraga pelajar Kota Baubau kembali mencuri perhatian. Tiga siswa SMA Negeri 1 Baubau berhasil membawa pulang gelar juara dalam Unhas Cup 2026 Taekwondo Championship yang diselenggarakan di Universitas Hasanuddin (Unhas). Capaian tersebut menjadi bukti berkembangnya potensi atlet muda daerah sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan olahraga di lingkungan sekolah mampu melahirkan talenta kompetitif. “Tiga Atlet Muda SMA Negeri 1 Baubau Bersinar di Kejuaraan Taekwondo Unhas Cup 2026,”
Dari ketiga atlet tersebut, Afifah Zahran Jafar mencatatkan pencapaian paling menonjol setelah meraih dua gelar juara pertama sekaligus. Ia berhasil menguasai kategori Kyorugi Putri dan Poomsae Putri, dua nomor pertandingan yang memiliki karakter dan teknik penilaian berbeda dalam olahraga taekwondo.
Dua siswa lainnya juga berhasil menorehkan prestasi. Masitha Maulidya Fauzi meraih juara kedua, sedangkan Muh. Raudilan Juliansyah menempati posisi juara ketiga pada kategori Kyorugi Putra. Ketiganya mampu bersaing dengan atlet dari berbagai daerah dalam kejuaraan tersebut.
Kepala SMA Negeri 1 Baubau, Samsuriati AH, S.Pd., M.M., mengatakan keberhasilan itu merupakan kebanggaan bagi seluruh keluarga besar sekolah. Menurutnya, prestasi tersebut memperlihatkan bahwa peserta didik memiliki kemampuan untuk berkembang dan bersaing tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga olahraga.
“Afifah tampil gemilang dengan meraih dua gelar juara pertama sekaligus, masing-masing pada kategori Kyorugi Putri dan Poomsae Putri. Ini merupakan pencapaian istimewa karena mampu menjadi yang terbaik pada dua kategori berbeda,” ujar Samsuriati saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (4/11/2026).
Ia berharap keberhasilan ketiga siswa tersebut dapat menjadi pemantik semangat bagi peserta didik lainnya untuk mengembangkan minat dan bakat, meningkatkan kemampuan, serta berani mengikuti kompetisi pada jenjang yang lebih tinggi.
Menurut Samsuriati, olahraga memiliki nilai pendidikan yang lebih luas daripada sekadar mengejar kemenangan. Proses latihan dan kompetisi membentuk kedisiplinan, sportivitas, kerja keras, serta kepercayaan diri yang penting bagi perkembangan karakter generasi muda.
Catatan historis menunjukkan, taekwondo mulai berkembang di Indonesia sekitar 1975. Setelah melalui perkembangan organisasi yang sebelumnya terbagi dalam dua wadah, Federasi Taekwondo Indonesia (FTI) dan Persatuan Taekwondo Indonesia (PTI), keduanya kemudian disatukan melalui Musyawarah Nasional pada 28 Maret 1981 yang melahirkan Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI). Di tingkat internasional, taekwondo resmi dipertandingkan sebagai cabang olahraga Olimpiade pada Sydney 2000 setelah sebelumnya menjadi olahraga demonstrasi pada Olimpiade Seoul 1988 dan Barcelona 1992. Sejarah tersebut memperlihatkan perjalanan taekwondo sebagai olahraga prestasi dunia yang kini juga menjadi ruang pembinaan atlet muda Indonesia.(*)
#SMA Negeri1Baubau, #TaekwondoBaubau, #UnhasCup2026, #PrestasiPelajar, #AtletMudaIndonesia, #PendidikanIndonesia, #OlahragaPrestasi, #TaekwondoIndonesia, #BaubauBerprestasi, #SulawesiTenggara, #IndonesiaBerprestasi, #TaekwondoChampionship, #YouthAthletes, #MartialArts, #WorldTaekwondo, #GlobalSports, #SportsAchievement,
