Mungkin bisa dikatakan, sifat tak sopan ditunjukan oleh sejumlah masyarakat yang tergabung dalam Mahasiswa Lintas Gerakan (Malige) Buton Raya. Bagaimana tidak, dalam melakukan unjukan rasa didepan Kantor DPRD Kabupaten Buton Selatan, salah seorang orator dengan terang-terangan menyebut bahwa DPRD Busel adalah ‘Tikus’.
Kata tersebut terucap dikarenakan DPRD Buton Selatan tidak memberikan salinan DPA yang diminta oleh massa Malige Buton Raya, pada jelas pemberian salinan DPA harus sesuai dengan mekanisme yang jelas.
Bahkan, massa Malige Buton Raya sempat bersitegang dengan Anggota DPRD. Dan Ketua DPRD Busel La Usman Amsa pun angkat bicara bahwa aksi unjukrasa tersebut dengan memaki lembaga DPRD dengan kalimat tidak sopan dan terkesan subyektif serta tidak pada subtansi aspirasi yang disampaikan.
Seharusnya jika kembali pada dasar asas massa yang melakukan unjuk rasa, di Indonesia sendiri demonstrasi dijamin oleh Undang-Undang. Hal ini dapat kita lihat pada pasal 28 dan 28E. Pasal 28 menyatakan Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang.
Sedangkan Pasal 28E Ayat (3) menyatakan Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat.
Namun dalam hal ini para massa demonstran juga harus memperhatikan beberapa hal yang menjadi kewajiban dalam melakukan aksi, diataranya asas keseimbangan antara hak dan kewajiban, asas musyawarah dan mufakat, asas kepastian hukum dan keadilan, asas manfaat.
Kemudian ada asas yang memang harus menjadi patokan para demonstran, ialah asas proporsionalitas, yaitu asas yang meletakkan se gala kegiatan sesuai dengan konteks dan tujuan kegiatan tersebut, yang dilandasi oleh etika individual, etika sosial, dan institusiona1.
Massa yang melakukan demonstran memang wajib mengeluarkan pikiran secara bebas dan memperoleh perlindungah hukum, namun tidak seharusnya massa unjuk rasa mengeluarkan kata atau kalimat yang dapat menyinggung pihak tertentu, dimana hal itu juga menyimpang dari tujuan awal massa demonstran.(*)

