BAUBAU, BP- Wakil Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse SPd menyoroti maraknya kasus siswa membolos yang kerap terjaring razia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Dikatakannya, jika sekolah tidak bisa menegakkan aturan dengan baik maka dapat disimpulkan jika kepala sekolahnya lemah.
Olehnya itu, Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Baubau akan melakukan evaluasi di tiap-tiap sekolah. Khususnya pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang merupakan gawean Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau.
“Salah satu tugas sekolah ialah pembinaan, dan penangung jawab pembinaan itu ialah kepala sekolah. Kalau misalnya sekolah itu tidak bisa menegakkan aturan, berati kepala sekolahnya lemah, dan kalau kepala sekolahnya lemah maka kita akan evaluasi,” tuturnya saat ditemui di salah satu restoran di Kota Baubau, Kamis (03/10).
Untuk diketahui, telah dicetuskannya aturan baru terkait status sekolah tingkat SMA yang resmi menjadi gawean Disdikbud Provinsi Sultra. Kendati demikian, Pemkot Baubau akan tetap mengambil sikap tegas dalam menyikapi persoalan kenakalan pelajar, termasuk siswa SMA, jika aktifitas yang dilakukan meresahkan masyarakat.
” Saya kira kalau itu siswa SMP, Disdikbud Baubau memberikan penyampaian kepada pihak sekolah SMP karena SMP masih wilayah tangung jawab kami. Walaupun demikian, baik SMA kami bisa berkoordinasi dengan sekolah itu sendiri,” pungkasnya.
Peliput: LM Syahrul

