BURANGA, BP-Kinerja pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Buton Utara kembali mencatat prestasi membanggakan. Pada tahun anggaran 2025, realisasi PAD berhasil melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah daerah. “Nursaban Beberkan PAD Buton Utara Tembus di Atas Target, Kinerja Nursaban Berbuah Prestasi,”

Dari proyeksi PAD sebesar Rp30.246.210.301, realisasi yang tercapai mencapai Rp34.164.209.204. Capaian tersebut menegaskan tren positif pengelolaan pendapatan daerah dalam dua tahun terakhir.
Catatan keberhasilan ini disampaikan Kepala Bidang Pendapatan Kabupaten Buton Utara, Nursaban, saat dikonfirmasi media ini melalui WhatsApp, Selasa (13/1/2025).
“Alhamdulillah, PAD tahun ini melebihi target. Kontribusi terbesar berasal dari RSUD dengan capaian lebih dari Rp6 miliar, ditambah dinas pendapatan dan OPD lainnya sekitar Rp27 miliar lebih. Totalnya kurang lebih Rp34 miliar,” ujar Nursaban.
Nursaban menegaskan, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras dan inovasi yang terus dilakukan jajaran Bidang Pendapatan, mulai dari penguatan basis data pajak hingga optimalisasi pemungutan retribusi daerah.
Menurutnya, keberhasilan melampaui target bukan hanya terjadi pada tahun 2025. Pada tahun 2024, realisasi PAD juga tercatat melampaui target yang ditetapkan.
“Pada 2024 lalu juga melebihi target,” ungkapnya.
Ke depan, Nursaban optimistis bahwa PAD Buton Utara akan terus meningkat. Salah satu langkah strategis yang tengah dilakukan adalah pengetatan dan penguatan sumber-sumber penerimaan daerah melalui revisi regulasi pajak dan retribusi.
baca juga:
- Bupati Butur Afiruddin dan Kapolres AKBP Tortok Budi Tinjau Lokasi Program Makan Bergizi Gratis
- Bupati Buton Utara Afirudin Mathara Serahkan Bantuan Kepada Warga yang Terdampak Bencana Alam di Kambowa
“Ini berkaitan dengan revisi Perda RKPD Nomor 1 Tahun 2024 tentang pajak dan retribusi daerah. Saat ini sedang direvisi untuk memasukkan sumber-sumber penerimaan PAD yang ada di Buton Utara,” tambahnya.
Dengan berbagai upaya tersebut, Nursaban berharap kinerja pendapatan daerah semakin maksimal sehingga dapat menjadi motor penggerak pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Buton Utara.(*)
baca berita lainnya:
Pemda Butur Kawal Pembangunan Tower, Kominfo Intensif Konsultasi dengan Telkom

Langkah itu ditunjukkan dengan konsultasi yang dilakukan Kepala Dinas Kominfo Butur, Sartono, bersama pihak Telkom dan Telkomsel di Kendari, Rabu (3/9/2025).
“Setelah mendapat arahan dari Telkom Cabang Baubau, kami langsung menindaklanjuti dengan bersurat ke Telkom Kendari. Surat tersebut ditandatangani langsung oleh Bupati Buton Utara, Bapak Afirudin Mathara, sebagai bentuk keseriusan Pemda dalam mengawal kebutuhan masyarakat,” ujar Sartono.
Dalam pertemuan yang digelar di ruang rapat Kantor Telkomsel Kendari itu, Sartono memaparkan satu per satu titik wilayah yang masih mengalami blank spot. Ia menekankan, persoalan jaringan bukan sekadar masalah teknis, melainkan sudah menyangkut kebutuhan vital warga.
“Salah satu contoh yang cukup mendesak ada di Kelurahan Kambowa. Di sana ada kantor camat, Puskesmas, sekolah SMP dan SD, kantor kelurahan, hingga permukiman warga. Semua membutuhkan akses komunikasi yang memadai,” jelasnya.
Pihak Telkom dan Telkomsel, lanjut Sartono, menyambut baik upaya Pemda Butur. Mereka segera melakukan pemetaan wilayah-wilayah blank spot untuk dijadikan prioritas pembangunan tower. Bahkan, untuk tahun ini, Telkomsel sudah merencanakan pembangunan di dua titik, yakni Desa Elaji dan Lelamo.

Meski begitu, pihak Telkom Kendari juga memberikan masukan agar Pemda Butur menyampaikan langsung usulan ke Kementerian Telekomunikasi dan Digital (Komndigi). Hal itu agar kebutuhan jaringan di Butur bisa lebih cepat terakomodir.
“Menindaklanjuti saran tersebut, kami sudah menyiapkan surat yang ditujukan ke Komndigi. Insyaallah sebelum akhir tahun surat itu sudah terkirim. Harapan kami, tahun anggaran 2026 sudah ada realisasi pembangunan tower di wilayah-wilayah yang selama ini belum terjangkau,” terang Sartono.
Ia menambahkan, Dinas Kominfo Butur akan terus mengawal aspirasi masyarakat terkait jaringan telekomunikasi. Menurutnya, ketersediaan akses digital menjadi bagian penting dari pembangunan daerah.
baca juga:
- Bupati Butur Afiruddin dan Kapolres AKBP Tortok Budi Tinjau Lokasi Program Makan Bergizi Gratis
- Bupati Afiruddin dan Kapolres Butur Kompak Tinjau Calon Lokasi MBG, Bangunan Bekas Dinas Dipilih Jadi Lokasi Program Gizi Gratis
“Komunikasi dan informasi bukan lagi kebutuhan sekunder, tapi primer. Masyarakat berhak mendapatkan akses yang setara, terutama untuk menunjang pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi. Itu yang sedang kami perjuangkan,” pungkasnya.(*)

