BAUBAU, BP – Pemerintah Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, menegaskan komitmennya membangun karakter generasi muda melalui pelaksanaan sosialisasi wawasan kebangsaan yang dipusatkan di Aula Kantor Palagimata, Senin (9/2/2026). Kegiatan ini melibatkan anggota Purna Paskibraka Indonesia (PPI) sebagai peserta utama. “Dr Moh Tasdik Sebut Pemkot Baubau Bekali Purna Paskibraka Nilai Kebangsaan dan Persatuan,”

Penguatan wawasan kebangsaan tersebut digelar sebagai upaya menjaga semangat persatuan di tengah pesatnya arus globalisasi. Tantangan zaman dinilai membutuhkan generasi muda yang tidak hanya disiplin, tetapi juga memiliki pemahaman kuat tentang identitas bangsa.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan berkelanjutan Pemkot Baubau kepada para Purna Paskibraka, mengingat peran strategis mereka sebagai simbol keteladanan di lingkungan sosial masing-masing.
Mantan Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Muhammad Tasdik, yang mewakili Wali Kota Baubau Yusran Fahim, menekankan bahwa pembinaan wawasan kebangsaan menjadi fondasi penting untuk membangun masyarakat yang berkarakter. “Wawasan kebangsaan akan membentuk pemahaman generasi muda tentang sejarah, budaya bangsa, serta nilai toleransi,” ujar Tasdik.
Ia mengatakan, Paskibraka sejak dahulu dikenal sebagai representasi kedisiplinan. Menurutnya, nilai itu perlu terus dipertahankan agar tidak luntur ditelan perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang semakin cepat.
“Paskibraka adalah simbol kedisiplinan dan keteladanan, sehingga keberadaannya diharapkan mampu memperkuat rasa cinta tanah air,” ucapnya. Tasdik juga menegaskan bahwa para Purna Paskibraka harus mampu menjadi motivator bagi masyarakat di sekitarnya.
Dalam kesempatan itu, Tasdik mengingatkan pentingnya regenerasi karakter kebangsaan melalui jalur kepemudaan. Ia menyampaikan bahwa pembinaan ini tidak hanya seremonial, tetapi bagian dari investasi jangka panjang bagi masa depan daerah.
Menurut Tasdik, setiap anggota Purna Paskibraka memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan. “Purna Paskibraka harus menjadi penggerak semangat kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” katanya.
Sosialisasi tersebut juga menyoroti pentingnya sejarah nasional sebagai pijakan utama dalam membangun jati diri generasi penerus. Nilai perjuangan bangsa yang diwariskan sejak era Proklamasi 1945 ditegaskan kembali agar tetap relevan dalam pembentukan karakter generasi muda.
Secara historis, penguatan wawasan kebangsaan telah menjadi salah satu strategi banyak negara dalam menjaga stabilitas nasional. Amerika Serikat, misalnya, memiliki program citizenship education sejak awal abad ke-20 untuk menanamkan nilai patriotisme. Jepang juga memasukkan pendidikan moral dan kebangsaan dalam kurikulum pascaperang untuk memperkuat identitas nasional.
Di Indonesia sendiri, program serupa telah dilakukan sejak masa Orde Baru melalui Pendidikan Moral Pancasila (PMP), kemudian berkembang menjadi Pendidikan Kewarganegaraan di era reformasi. Pembentukan Paskibraka yang dimulai pada tahun 1946 juga menjadi bagian dari sejarah pembinaan kedisiplinan generasi muda.
baca juga:
- DPMPTSP Evaluasi MPP Baubau yang Sepi, Akses Dinilai Jadi Kendala Utama
- DPMPTSP Baubau Pastikan Izin Ruang Laut Bukan Ranah Daerah, Semua Kendali Pusat
Kegiatan di Baubau ini menjadi lanjutan dari tradisi panjang pembentukan karakter bangsa tersebut. Pemkot berharap agar sosialisasi ini dapat membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh dalam menjaga jati diri bangsa.
Tasdik menutup kegiatan tersebut dengan ajakan kepada seluruh peserta agar tetap konsisten menjaga nilai persatuan. “Kami sangat menyambut baik kegiatan ini sebagai langkah memperkuat nasionalisme generasi muda,” ujarnya.(*)
baca berita lainnya:
738 RT/RW Se-Kota Baubau Dikukuhkan, Wali Kota H Yusran Fahim Sebut Mereka Ujung Tombak Pelayanan Masyarakat

Pengukuhan tersebut mencakup 569 Ketua RT dan 169 Ketua RW yang telah mulai bertugas sejak Januari 2026. Meski SK efektif berlaku sejak 2 Januari, prosesi pengukuhan baru dilakukan awal Februari menyusul penyelesaian administrasi di tingkat kecamatan.
Asisten I Setda Baubau, La Ode Aswad, menjelaskan bahwa seluruh pengurus lingkungan telah menerima mandat untuk menjalankan pelayanan masyarakat sejak awal tahun. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran insentif dan mendorong kecamatan mempercepat proses pencairan. “Harapan kita, insentif ini dapat diterima sebelum Idulfitri,” ujar Aswad.
Insentif yang diberikan masih sama seperti tahun sebelumnya, yakni Rp500 ribu per bulan. Walaupun tidak mengalami kenaikan, pemerintah menilai insentif tersebut tetap menjadi bentuk penghargaan atas peran penting RT dan RW dalam mendukung pemerintahan di tingkat akar rumput.
Sementara itu, Dalam sambutannya, Wali Kota Baubau Yusran Fahim menekankan bahwa jabatan RT dan RW merupakan bentuk pengabdian sosial, bukan jabatan yang berorientasi kekuasaan. “Para Ketua RT dan RW adalah ujung tombak pelayanan publik sekaligus penghubung langsung pemerintah dengan masyarakat,” ujar Yusran.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai hanya melalui program pemerintah. Peran RT dan RW dalam menjaga harmoni sosial, meningkatkan gotong royong, hingga mengawal pendataan kependudukan menjadi faktor utama yang menentukan kualitas pelayanan publik di tingkat lokal.

Yusran juga mendorong para Ketua RT dan RW untuk lebih adaptif dengan perkembangan zaman, khususnya dalam pemanfaatan teknologi informasi. Menurutnya, berbagai layanan administrasi dapat dilakukan lebih cepat dan transparan melalui digitalisasi proses pelayanan masyarakat.
Dari sisi historis, penguatan peran RT dan RW merupakan bagian dari tradisi panjang pemerintahan berbasis komunitas di Indonesia. Sistem rukun warga dan rukun tetangga telah digunakan sejak masa kolonial Belanda melalui struktur “kampong bestuur”. Secara global, pola serupa juga diterapkan di Jepang melalui sistem chōnaikai, serta di Jerman melalui neighborhood councils yang berfungsi sebagai forum partisipasi publik.
Dalam konteks lokal Baubau, peran RT dan RW menjadi penting karena karakteristik geografis dan sosial kota yang memiliki distribusi penduduk tersebar. Pemerintah menilai sinergi antara pengurus lingkungan, lurah, dan camat menjadi kunci untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang efektif.
Aswad menambahkan bahwa RT dan RW diharapkan lebih proaktif dalam menyampaikan kebijakan pemerintah kepada warga. Ia menegaskan bahwa komunikasi dua arah sangat penting agar aspirasi masyarakat dapat tersampaikan secara tepat kepada pihak berwenang. “RT dan RW tidak boleh hanya menunggu instruksi. Mereka harus hadir di tengah masyarakat, baik diminta maupun tidak,” katanya.
Selain sebagai perpanjangan tangan pemerintah, RT dan RW juga memiliki tanggung jawab untuk membantu pengawasan sosial, memastikan ketertiban lingkungan, dan menjadi teladan dalam menjaga nilai-nilai kebersamaan. Tugas-tugas tersebut menjadi semakin penting di tengah tantangan perubahan sosial dan peningkatan mobilitas penduduk.
baca juga:
- DPMPTSP Baubau Klarifikasi Polemik Ruang Laut: Wewenang Ada di Kementerian
- Penertiban Administrasi, Baubau Ajukan Nonaktifkan 1.700 NIK Tak Rekam KTP-El
Wali Kota Yusran menegaskan bahwa pemerintah kota tetap berkomitmen menyediakan pembinaan berkala bagi RT dan RW. Ia menilai kapasitas sumber daya manusia di tingkat lingkungan perlu terus ditingkatkan agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks.
Para Ketua RT dan RW memiliki masa bakti selama tiga tahun, yakni dari Januari 2026 hingga Januari 2028. Pemerintah berharap masa tugas tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat jalinan kolaborasi antara warga dan pemerintah.
Dalam penutup sambutannya, Yusran kembali menegaskan harapannya terhadap pengurus lingkungan. “Semoga para Ketua RT dan RW dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan menjadi ujung tombak pemerintah dalam melayani masyarakat,” ujarnya.(*)

