Ny Agista Ariany Ali Mazi

Laporan: Ardi Toris

SULTRA, BP- Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sulawesi Tenggara (Sultra) Ibu Agista Ariany AM., SE., memenuhi undangan “Pembukaan Karya Kreatif Indonesia 2020 Seri 2”, suatu ajang Pameran Kerajinan UMKM Unggulan Binaan Bank Indonesia, Rabu 7 Oktober 2020.

Dari Ruang Merah Putih, Rumah Jabatan Gubernur Sultra, Ibu Agista Ariany mengikuti secara virtual acara yang dibuka oleh Ketua Umum Dekranas, Ibu Hj. Wury Ma’ruf Amin. Mendampingi Ibu Agista Ariany; Kabid Perdagangan Luar Negeri Disperindag Prov. Sultra, Ir. Sapoan; Kadis Kominfo Prov. Sultra, Ridwan Badallah; Pengurus Dekranasda Prov. Sultra, Ibu Hera dan Ibu Rokhayah.

 Ny Agista Ariany Ali Mazi
Ny Agista Ariany Ali Mazi

Sebagaimana pada seri sebelumnya, maka pameran seri kedua ini tetap mengusung gagasan mewujudkan UMKM sebagai kekuatan baru perekonomian Nasional di era digital. Kata sambutan pembukaan dilakukan oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, SE, MSc, Ph.D, dan Menteri Ketenagakerjaan Dr. Dra. Hj. Ida Fauziyah, M.Si.

Pameran virtual ini akan berlangsung hingga 9 Oktober mendatang. Pameran seri kedua ini merupakan langkah paling strategis untuk meningkatkan penjualan produk UMKM dalam masa pandemi Corona.

Perkembangan ekonomi dan pembayaran digital yang pesat memberikan kesempatan kepada UMKM untuk mengakselerasi perekonomian sebagai sumber pertumbuhan baru. Digitalisasi menjadi solusi bagi UMKM untuk mengakses pasar, dukungan keuangan, dan jaringan rantai pasok yang mengintegrasikan kegiatan UMKM untuk menjadi sebuah model bisnis inovatif, produktif, dan berdaya saing. Digitalisasi telah menjadi peradaban baru, dan UMKM perlu mempersiapkan diri memasuki ekosistem digital.

Strategi pengembangan UMKM oleh Dekranas dan Dekranasda se-Indonesia dilakukan melalui akselerasi pemanfaatan teknologi digital, serta peningkatan akses UMKM ke pasar domestik dan internasional yang menjadi bagian dari tiga pilar Strategi Nasional Pengembangan UMKM yang meliputi Korporatisasi, Kapasitas, dan Pembiayaan. Dalam program peningkatan kapasitas, pembinaan kepada UMKM dilakukan melalui sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan seperti Kementerian/Lembaga dan komunitas. Hasil pembinaan secara “end to-end” menunjukkan perbaikan kinerja UMKM yang cukup signifikan dari sisi produktivitas, kualitas produk, dan akses pasar.

Pameran KKI Seri 2 ini diikuti 377 peserta UMKM dan dilaksanakan dalam nuansa resepsi dan selebrasi atas prestasi UMKM binaan Bank Indonesia dalam “one stop event” yang meliputi Pameran Produk Unggulan UMKM, Pagelaran Karya Kreatif, Pertemuan Bisnis, Pelatihan Bisnis, Seminar Virtual, dan Workshop.

Di sela gekar produk secara virtual seri kedua ini, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara pihak Bank Indonesia (Perry Warjiyo) dan Dekranas (Ibu Wury Ma’ruf Amin), yang menandai sinergitas kedua pihak untuk pengembangan UMKM di Indonesia, untuk pengembangan UMKM/IKM subsektor industri kerajinan, serta perluasan penggunaan instrumen dan infrastruktur pembayaran digital (QR Indonesian Standard/QRIS), mencakup: Pelatihan dan Pendampingan; Sosialisasi dan Edukasi; Promosi dan Pemasaran; dan Pertukaran data dan/atau informasi.

“Penandatanganan nota kesepakatan antar dua lembaga dilakukan untuk dorong perkembangan perajin di tingkat pusat hingga daerah, melalui peningkatan kapasitas usaha dan SDM, perluasan pasar dan akses pembiayaan,” jelas Ibu Wury Ma’ruf Amin.

Gubernur BI Ferry Warjiyo mengatakan bahwa BI akan selalu berkomitmen untuk terus mengembangkan UMKM agar dapat menjadi tulang punggung perekonomian daerah dan nasional melalui sinergi dengan berbagai pihak di pusat hingga daerah. “Masuknya UMKM ke pasar digital dan global membuat BI terus mendorong UMKM merambah pasar yang lebih luas melalui platform digital. BI akan membantu melalui kurasi pemasaran hingga permodalan,” ujar Ferry Warjiyo.

Inovasi digital diperlukan UMKM untuk mendorong model bisnis baru yang mudah, cepat dan murah. UMKM yang kuat adalah yang siap beradaptasi dan menjadi “UMKM Baru” yang mampu mengakselerasi digitalisasi sebagai solusi. “QRIS bisa mempermudah dan mempercepat transaksi UMKM. Saat ini pengguna QRIS mencapai 4,7 juta merchant.”

Pada Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2020 Virtual Seri 1 yang digelar pada 28-30 Agustus 2020, mencatat omzet penjualan UMKM sebesar Rp4,86 miliar. Kesuksesan KKI Virtual Seri 1 itu, memacu BI menyelenggarakan KKI Virtual Seri 2 dalam waktu yang hampir berdekatan. Pameran ini juga menggelar “one-on-one meeting” yang berhasil mempertemukan 31 UMKM dengan 16 pembeli potensial dari Singapura, Italia, Korea Selatan, Jepang, China, dan Australia, serta agregator dari Indonesia.

Selama pelaksanaan KKI luring dan daring (2019 – 2020), BI juga mencatat kenaikan nilai kesepakatan bisnis berupa penjualan ekspor, pembiayaan, penjualan melalui e-commerce, sebesar 54 persen dibandingkan periode sebelumnya. Nilai total kesepakatan bisnisnya mencapai Rp113,2 miliar antara 328 UMKM dengan mitra bisnis masing-masing.

Pengembangan UKM oleh Bank Indonesia dilakukan untuk mendukung fungsi, tugas dan wewenang Bank Indonesia di bidang moneter, makro-prudensial dengan kebijakan ruang dan sistem pembayaran. Untuk mendorong UMKM sebagai sumber pertumbuhan, Bank Indonesia telah menyusun Strategi Nasional (Stranas) Pengembangan UKM yang menitikberatkan pada 3 pilar kebijakan yaitu Korporatisasi, Kapasitas dan Pembiayaan, yang semoga mampu menjawab tantangan yang dihadapi UKM Indonesia selama ini.

Seusai acara pembukaan, Ibu Agista Ariany menjelaskan sejumlah program Dekranasda Sultra yang beliau pimpin. “Ke depan, di ajang pameran seperti KKI series itu, UMKM dan Dekranasda Sultra harus ikut serta untuk mendorong keunggulan produk-produk UMKM Sultra. Pameran KKI mempertemukan UMKM dengan mitra bisnis di dalam dan luar negeri, sehingga produk UMKM Sultra bisa tembus ke pasar global,” jelas Ibu Agista Ariany.

Ibu Agista Ariany juga memaparkan bahwa saat ini ada delapan juta pelaku UMKM di Indonesia yang telah memanfaatkan platfrom penjualan digital, dan 33.000 di antaranya berada di Sultra. Angka itu harus dinaikkan. “Untuk Kota Kendari saja, pelaku UMKM yang sudah Go Online baru mencapai 300 pelaku, dari target 1.000 UMKM,” jelas Ibu Agista Ariany.

Menurut data Bank Indonesia Sultra, pelaku UMKM Sultra yang sudah terhubung ke ekosistem digital hingga Mei 2020 tumbuh 18 persen. Selama pandemi, pemanfaatan layanan digital UMKM di Sultra meningkat, meliputi e-commerce 69 persen, pembayaran digital 65 persen, dan kesehatan 41 persen.

Untuk mendorong perhatian publik dan perolehan mitra bisnis, menurut Ibu Agista Ariany, Dekranasda Sultra perlu melakukan terobosan baru dengan mengubah fokus penjualan, membuat sentra kerajinan, dan menambah fokus kerajinan. “Selama ini kita hanya meningkatkan prospek kerajinan tenun, maka ke depan perlu kita tambah fokus kerajinan lain berupa kerajinan perak dan emas, yang memang selama ini seharusnya menjadi core Sulawesi Tenggara,” tegas Ibu Agista Ariany. []

Nonton Video Berikut dari YouTube BaubauPost TV Channel

ISTRI & ANAK ANGGOTA TNI 1413/BUTON YANG DIBUNUH SEDIH SAKSIKAN PEMAKAMANNYA

ANGGOTA TNI 1413/BUTON YANG DIBUNUH SAAT TUGAS OLEH SEORANG PEMUDA DI KELURHAN NGKARING-NGKARING, KECAMATAN BUNGI, KOTA BAUBAU DIMAKAMKAN DENGAN UPACARA MILITER. ANAK DAN ISTRI ALMARHUM SERDA BASO HADANG TERLIHAT SANGAT SEDIH DAN PILU MENYAKSIKAN DETIK-DETIK UPACARA PEMAKAMAN SUAMINYA. SEMOGA ALMARHUM DITERIMA DISIS ALLAH SWT DAN KELUARGA YANG DITRINGGALKAN DIBERIKAN KETABAHAN HATI. AMIN. @BAUBAUPOST TV CHANNEL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest