Peliput : Prasetyo M– Editor: Ardi Toris

BURANGA,BP-Sifat tidak terpuji dipertontonkan sala satu ajudan Wakil Bupati Buton Utara Hendra Lajuma. Dia diduga menghalangi tugas Pers dalam mencari berita. Perlakuan itu dialami salah satu wartawan Baubau Post kasrun yang ditugaskan di Butur hendak meminta konfirmasi kepada wakil Bupati Butur Ahali terkait penolakan masyarakat di Kelurahan Bonegunu terhadap PLT Lurah Bonegunu yang menggantikan Salmudin.

Ajudan Wakil Bupati Butur Hendra Lajuma

Kata Kasrun, dirinya sempat masuk diruang tunggu wakil bupati dan mengisi daftar tamu. Tidak lama kemudian ajudan wakil Bupati Buton Utara keluar dari ruangan dan memanggil dia.

“Saya sempat masuk di ruang tunggu Wakil Bupati Buton Utara dan saya juga sempat mengisi formulir pendaftaran tamu. Tidak lama kemudian ajudan keluar dan memanggil saya, katanya nanti Pak Bupati yang berkomentar ini, karena dia pengambil kebijakan di sini,” Kata Kasrun.

Berhubung memang pada saat itu Bupati Buton Utara Ridwan Zakaria masih di luar daerah dan yang berada di kantor bupati hanya Wakil Bupati Buton Utara. Sehingga Kasrun tetap menunggu diluar ruangan untuk memintai tanggapan Pemda terkait penolakan masyarakat Bonegunu terhadap PLT Lurah Bonegunu itu.

Tidak lama kemudian ajudan wakil Bupati Buton Utara keluar dan mengatakan kepada Kasrun, “Pak sudah…,Pak Wakil Bupati Buton Utara tidak mau diwawancarai,” sambil mengayunkan tangannya dan mendekati sang Wartawan.

“Tidak lama kemudian da keluar ajudan wakil Bupati Butur lalu mengatakan kepada saya sudah pak wakil tidak mau diwawancarai sambil mengayunkan tangannya. Dan dia berkata lagi (ajudan ) nanti sama pak Bupati. Jangan kita rekam. Kalau saya bicara jangan rekam saya.” katanya menceritakan ulang.

Sementara itu, media ini kembali coba menghubungi ajudan Wakil Bupati Butur Hendra La Juma melalui Whatsappnya, menanyakan sikapnya yang diduga menghalangi atau melarang pekerjaan wartaan. Dia pun menjawab, “Bukan melarang dalam kondisi tidak sehat. Bapak Wakil Bupati dalam kondisi tidak sehat Pak, dalam hal ini lagi Flu,” jawabnya.

Media ini pun menghimbau agar pihak ajudan Wakil Bupati Butur bisa bekerjasama dengan wartawan dalam hal meliput berita yang berkaitan dengan kepentingan publik. Karena jabatan Wakil Bupati itu tanggungjawabnya berkaitan dengan kepentingan publik.

Ajudan pun kembali menjawab, “Ya..saya tidak pernah melarang hanya tadi Pak Wakil dalam kondisi sakit flu, makanya saya bilang Pak Wakil tadi tidak siap di wawancara Pak. Insya Allah besok coba lagi ke kantor sapatau sudah sehat,”.

Meski demikian, pantauan wartawan Baubau Post saat hendak mewawancarai Wakil Bupati Butur Ahali di ruangannya, terlihat Wakil Bupati Butur Ahali sedang menerima tamu.

“Kami di ruang tunggu bersama kepala BKD Butur, Camat Kambowa, dan Kepala Desa Morindino. Lalu ajudan memanggil kepala BKD untuk masuk duluan bertemu Wakil Bupati,” tuturnya.

Ketua PWI Baubau Aswarlin menyanyangkan tindakan yang dilakukan ajudan wakil Bupati Butur tersebut. Kata dia wartawan dalam menjalankan tugasnya dilindungi undang-undang pers.

“Wartawan dalam menjalankan tugas dilindungi Undang- Undang No.40 Tahun 1999 tentang Pers.” Katanya.

Lanjut dia, pihak manapun yang menghalangi – halang tugas Pers merupakan suatu tindakan kriminal dan diancam hukuman pidana.

“Pihak manapun yang menghambat dan menghalangi fungsi dan kerja pers dianggap sebagai perbuatan kriminal dan diancam hukuman pidana.” Katanya

Dia juga mengingatkan kepada semua pihak agar tidak menghalangi tugas jurnalis dalam mencari berita.

baca juga: Pemda Butur Siapkan Anggaran Seleksi Sekda Sekitar Rp. 500 Lebih

“kita menyesalkan jika di zaman seperti sekarang ini masih ada tindakan pelarangan, pengusiran terhadap wartawan yang sedang bertugas. PWI mengingatkan agar semua pihak tidak menghalangi kerja jurnalistik.”

Wartawan dalam menjalankan tugasnya dilindungi oleh hukum dalam hal ini UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.” ujarnya.(*)

Pin It on Pinterest