BAUBAU, BP- Pasir pantai Negeri Sembilan Pulau Makassar (Puma) kian hari semakin menipis. Hal ini disebabkan adanya aktivitas penambangan pasir liar yang dilakukan oleh sebagian oknum masyarakat.

“Jika jadi rencana pengembangan wisata mau ambil pasir di mana, saya selalu tegur malam ataupun siang saat saya dapat masyarakat yang mengambil pasir, walaupun dengan risiko saya bermasalah dengan masyarakat tersebut,” kata salah seorang warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi pantai, Zahuna ditemui, Senin (02/03).

Ekosistem pesisir dapat rusak akibat pemambangan pasir secara liar. Namun sebagian oknum masyarakat tidak mepedulikan hal tersebut demi kebutuhan individu.

“Sudah sejak 3 tahun dilakukan larangan untuk melakukan penambangan namun masyarakat sekitar tetap mengambilnya bahkan pernah terjadi keributan bahkan sampai Polsek sekitar, turun untuk membantu melakukan larangan terkait penambangan pasir secara liar,” jelasnya.

Padahal Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) sudah memberikan larangan namun masih tetap melakukan hal yang sama. Zahuna berharap agar ke depannya pasir yang berada di Negeri Sembilan Kelurahan Liwuto sudah tidak dilakukan penambangan lagi.

“Semoga ke depannya pasir di Negeri Sembilan sudah tidak di tambang lagi dan tolong pemerintah agar dapat membuatkan papan larangan dan pemberitahuan agar masyarakat tidak ada lagi masyarakat yang mengambil pasir tersebut,” pungkasnya. (#)

Peliput: Nelvida A

Pin It on Pinterest