Pihak AKKP Wakatobi dan Karang Taruna Desa Sombu Serta Pemerintah Desa Sombu melakukan Foto bersama

Peliput: Zul Ps

WANGI-WANGI, BP – Pengetahuan mengenai peran tiga ekosistem pesisir yaitu mangrove, lamun dan terumbu karang belum terlalu populer di pengetahuan umum masyarakat. Bahkan keterkaitan antar 3 ekosistem tersebut sangat berpengaruh pada keberlanjutan kehidupan di darat maupun di laut.

Pihak AKKP Wakatobi dan Karang Taruna Desa Sombu Serta Pemerintah Desa Sombu melakukan Foto bersama
Pihak AKKP Wakatobi dan Karang Taruna Desa Sombu Serta Pemerintah Desa Sombu melakukan Foto bersama

Terkait hal tersebut, AKKP Wakatobi mencoba berpikir untuk menerjemahkan pengetahuan tersebut dalam bentuk yang sederhana dan dapat dipahami banyak masyarakat awam. Direktur Akademi Komunitas Kelautan dan Perikanan Wakatobi (AKKP Wakatobi), Daniel H. Ndahawali, S.Pi , M.Si menyampaikan bahwa ini merupakan salah satu tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi, selain pendidikan dan penelitian.

” AKKP Wakatobi membuat sebuah mural edukatif ini bertemakan Tembok pedia sebagai Media Edukasi Konservasi, yang berlokasi di Pantai Wambuliga Desa Sombu. Kami berharap ada kolaborasi selanjutnya dalam hal mendukung Wakatobi sebagai daerah ekowisata dan konservasi, dan kami siap untuk berkolaborasi dengan pemuda dan pemerintah desa khususnya, ” Ungkapnya pada Sabtu (21/11).

Kata dia, adapun tujuan dari adanya mural tersebut untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang peran penting tiga ekosistem pesisir sehingga sangat penting untuk dijaga kelestariannya, serta sebagai penambah estetika suatu objek wisata.

Lanjutnya lagi, Pantai Wambuliga sengaja dipilih sebagai salah satu lokasi pemasangan mural ini karena salah satu objek wisata yang sangat indah digemari banyak orang, serta dikelola oleh masyarakat. Sehingga pihaknya berharap dengan didirikannya mural tersebut, dapat berdampak bagi edukasi konservasi dari hari ke hari.

” Umumnya, suatu objek wisata banyak membuat berbagai macam spot foto, dan hal itu menarik perhatian pengunjung. Hal inilah yang juga menjadi dasar pemikiran tim pembuat mural edukasi, sangat sayang jika suatu pajangan hanya menjadi spot foto, akan lebih baik jika ditambahkan edukasi di dalamnya, Mengingat Wakatobi kaya akan sumberdaya alam pesisir dan laut, maka menjadi suatu hal yang menarik jika edukasi yang disimpan didalamnya berbau konservasi pesisir dan laut.” Lanjutnya.

Untuk diketahui juga, pembuatan mural memakan waktu sekita 5 hari dan dilaksanakan di kampus AKKP Wakatobi, dan dikerjakan oleh tim pengabdian masyarakat. Selanjutnya, karya mural tersebut dibawa ke Pantai Wambuliga untuk didirikan. Pendirian mural sebesar 7,2 x 2,5 meter ini bekerja sama dengan Karang Taruna Desa Sombu.

Para Karang Taruna dan pihak Desa bekerja dengan sangat antusias untuk kebaikan desa mereka. La Odew Anwar, S.Si selaku Kepala Desa Sombu sangat mengapresiasi kolaborasi antara tim Pengabdian Masyarakat AKKP Wakatobi dengan Karang Taruna Desa Sombu. Kemudian, pihak desa sangat mengharapkan akan ada kolaborasi selanjutnya, seperti kelas-kelas sharing mengenai konservasi laut.

baca juga: AKKP Wakatobi Gelar Pengmas Bertemakan Pembinaan Generasi Muda Sadar Konservasi Melalui Sekolah Pesisir

Amatan media ini, Pembuatan Mural Edukasi Tembok pedia ini adalah kegiatan kedua yang pernah dilakukan. Sebelumnya pernah dilakukan pada November 2019 lalu di SMP Satu Atap Melaione.(*)

Nonton Video Berikut dari YouTube BaubauPost TV Channel

Asek Goyangnya…! Ada Acara Joget di Desa Bubu-Buton Utara Ditengah Pandemik Covid19

Acara joget malam yang diadakan pemerintah Desa Bubu, Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara (Butur) yang dimana disaat pemerintah daerah Kabupaten Buton Utara tengah berjibaku melawan Covid-19.
Pj Kades Bubu Riswan mengatakan bahwa acara joget malam tersebut berlangsung karena mereka sudah ada izin dari pihak kepolisian dalam hal ini Polsek Bonegunu dan mereka tidak akan berani melakukan kegiatan tersebut jika ada penyampaian dari pihak kepolisian bahwa tidak bisa melakukan acara joget malam.
Kapolsek Bonegunu Iptu Muhtar Abudu pada saat di hubungi Baubau Post melalui via WhatsAppnya membatah jika pihaknya mengeluarkan izin keramaian malam pada acara joget di desa Bubu.
Senada dengan Kapolres Butur AKBP Wasis Santoso SIK pada saat dikonfirmasi Baubau Post beberapa waktu lalu, terkait acara joget yang diadakan pemerintah desa Bubu mengakui jika dirinya tidak mengetahui bahwa di desa Bubu ada acara joget dan pihak polres tidak mengeluarkan izin untuk acara malam di desa tersebut.@baubaupost tv channel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest