Gubernur Sultra H Ali Mazi

Laporan: Ardi Toris

SULTRA, BP- Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) menggelar pertemuan virtual yang masih dalam rangka Peringatan HUT DPD-RI ke-16, Kamis 1 Oktober 2020. Acara ini, sesuai jadwal, akan diikuti secara virtual oleh seluruh gubernur se-Indonesia. Acara puncak HUT DPD-RI sendiri sudah dilaksanakan pada Selasa, 29 September 2020, yang dipimpin langsung Ketua DPD-RI, A.A. La Nyalla Mahmud Mattalitti.

Gubernur Sultra H Ali Mazi
Gubernur Sultra H Ali Mazi

Karena gangguan teknik pada perangkat virtual di Gedung DPD-RI, Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) H. Ali Mazi, SH., dan seluruh gubernur se-Indonesia batal mengikuti secara langsung pertemuan virtual tersebut. Namun kabar baik justru datang dari Istana Negara.

Memasuki periode keempat keanggotaan DPD-RI, lembaga kesenatoran Indonesia ini bertekad terus melakukan penguatan dalam bentuk apapun.

Penguatan terbaru tersebut dalam bentuk ditandatangani dan terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) baru terkait nasib PPPK dan Honorer K2.

Perpres Nomor 98 Tahun 2020 tentang Gaji dan Tunjangan PPPK, mengakhiri penantian panjang peserta tes Pegawai Pemerintah dengan Kontrak Kerja (PPPK) Tahap I, yang telah dinyatakan lulus pada April 2019 lalu.

Gubernur Ali Mazi dan para senator di Senayan tentu sangat lega dan bahagia. Sekian lama nasib honorer K2, baik para guru, tenaga kesehatan, dan penyuluh yang tanpa kejelasan itu, kini dapat bernapas lega.

Dengan terbitnya Perpres No.98 tahun 2020 itu, membuat Badan Kepegawaian Nasional (BKN) tidak butuh waktu lama untuk memproses Nomor Induk Kepegawaian (NIK) K2 dan PPPK, sehingga Pemerintah Daerah di Prov/Kab/Kota masing-masing bisa menerbitkan SK K2 dan PPPK, serta gaji perdana mereka dapat cair tahun 2020 ini.

Sebagian besar honorer K2 dan PPPK yang lulus tes tahap I telah mengabdi lebih dari 15 tahun. “Bahkan di atas 20 tahun. Tidak ada alasan untuk menunda lebih lama lagi,” jelas La Nyalla.

Menurut Gubernur Ali Mazi, dengan diterbitkannya Perpres No.98/2020 itu, akan mengubah kesenjangan kesejahteraan masyarakat. Di masa pandemik ini, justru muncul harapan baru dari pemerintah pusat.

“Kita harus berbangga dan mengucap syukur, bahwa telah ada solusi permanen terkait masalah yang berlarut-larut. Semoga kebijakan pemerintah pusat itu membawa manfaat besar bagi masyarakat,” ujar Gubernur Ali Mazi.

PERUBAHAN UNDANG-UNDANG NOMOR 17/2014.

Secara kelembagaan, bagi DPD-RI, perubahan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD, telah memberikan penambahan penguatan peran dan fungsi DPD-RI melalui pengawasan DPD-RI dalam melakukan pemantauan dan evaluasi atas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dan Peraturan Daerah (Perda).

Sehubungan dengan penugasan baru tersebut DPD-RI telah membentuk alat kelengkapan Badan Urusan Legislasi Daerah (BULD) yang memiliki tugas dan kewenangan melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap Rancangan Peraturan Daerah dan Peraturan Daerah agar selaras dengan peraturan perundang-undangan, sehingga diharapkan tidak ada lagi Perda yang dibatalkan karena tidak sejalan dengan peraturan di atasnya.

Perundangan baru itu menegaskan dan mereposisi DPD-RI atas kewenangan pemantauan dan evaluasi pada Rancangan Peraturan Daerah dan Peraturan Daerah, yang tidak bisa diterjemahkan sebagai lembaga yang mampu meloloskan atau mencabut Perda suatu daerah, namun hanya bersifat konsultasi dan memberikan masukan kepada perangkat daerah. []

Nonton Video Berikut dari YouTube BaubauPost TV Channel

ISTRI & ANAK ANGGOTA TNI 1413/BUTON YANG DIBUNUH SEDIH SAKSIKAN PEMAKAMANNYA

ANGGOTA TNI 1413/BUTON YANG DIBUNUH SAAT TUGAS OLEH SEORANG PEMUDA DI KELURHAN NGKARING-NGKARING, KECAMATAN BUNGI, KOTA BAUBAU DIMAKAMKAN DENGAN UPACARA MILITER. ANAK DAN ISTRI ALMARHUM SERDA BASO HADANG TERLIHAT SANGAT SEDIH DAN PILU MENYAKSIKAN DETIK-DETIK UPACARA PEMAKAMAN SUAMINYA. SEMOGA ALMARHUM DITERIMA DISIS ALLAH SWT DAN KELUARGA YANG DITRINGGALKAN DIBERIKAN KETABAHAN HATI. AMIN. @BAUBAUPOST TV CHANNEL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest