Peliput: Prasetio M

BAUBAU, BP- Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi, SH secara resmi membuka Focus Group Discussion (FGD) dan seminar Forum Komunikasi Dewan Komisaris Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (FKDK BPDSI) wilayah timur di Kota Baubau.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di aula villa nirwanna, Selasa (25/01) dan dihadiri oleh Plt Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse, Direktur Utama (Dirut) Bank Sultra, koordinator FKDK BPDSI Wilayah Timur dan sejumlah komisaris BPDSI wilayah timur.

Gubernur Sultra Ali Mazi saat memukul gong sebagai tanda dibukanya rapat kerja FKDK BPDSI wilayah timur

Dalam sambutannya, Gubernur Sultra Ali Mazi mengatakan, jika dirinya sebagai perwakilan dari pemerintah pusat didaerah mengapresiasi terlaksanakan kegiatan FGD dan seminar yang dihadiri oleh para komisaris BPDSI wilayah timur di Sulawesi Tenggara khususnya di Kota Baubau.

” Sulawesi Tenggara sudah sering melaksanakan kegiatan-kegiatan yang bersifat nasional dan sudah beberapa kali dihadiri oleh presiden. Jadi apabila ada kegiatan yang bersifat nasional Sulawesi Tenggara selalu siap menjadi tuan rumah,” ujar Ali Mazi.

Dikatakan, dirinya sebagai Sultra sekaligus pemegang saham pengendali PT BPD Sultra mendukung upaya BPD dalam meningkatkan kebersamaan dan kinerjanya khususnya dikawasan wilayah timur indonesia. Selain itu kegiatan ini dapat menjadi ajang diskusi dan saling tukar pikiran terkait fungsi pengawasan dewan komisaris dalam mengawal kualitas kredit sesuai peraturan otoritas jasa keuangan nomor 17/PJOK.03/2021.

Lanjut ia mengatakan, BPD sebagai bank perusahaan daerah selain memberikan pelayanan bagi masyarakat dari sektor jasa perbakan juga sebagai pilar penopang pertumbuhan ekonomi daerah, utamanya dalam mendorong peningkatan pendapatan asli daerah.

” Oleh sebab itu penting bagi BPD baik yang terlibat langsung dalam kegiatan operasional maupun non operasional yakni, jajaran komisaris untuk meningkatkan perannya sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing secara profesional agar akselerasi gerak langkah seluruh elemen bank lebih baik dan lebih maju,” terangnya.

Tak lupa dirinya sebagai pemegang saham mengapresiasi kinerja BPD Sultra, yang setiap tahunnya mampu meningkatkan laba sehingga mampu membangkitkaan deviden yang juga meningkat disetiap tahunnya. ” Walaupun disisi lain BPD Sultra masih membutuhkan perhatian yang lebih, terkait penguatan modal inti,” ucapnya.

Dikesempatan yang sama, Plt Walikota Baubau, La Ode Ahmad Monianse mengucapkan terimakasih atas hadirnya Gubernur Sultra dan semua pihak serta diberikannya kepercayaan Kota Baubau sebagai tempat pelaksanaan rapat kerja FKDK BPDSI wilayah timur.

” Dengan terlaksananya rapat kerja ini diharapkan pihak perbangkan mampu dan dapat membuka peluang yang lebih besar kepada pelaku usaha dalam mengembangkan usahanya melalui kredit atau pembiayaan dana atau penyedia dana lain kepada debitur khususnya yang terdampak Covid-19,” ujarnya.

Ia mengatakan, Kota Baunau saat ini indeks pembangunan manusia mencapai 75,90 poin dan APBD tahun 2022 mencapai angka satu triliun empat puluh lima miliar rupiah. Dilihat pertumbuhan ekonomi pada tahun 2020 menunjukan minus 0,81 persen yang sebelumnya pada tahun 2019 mencapai 6,95 persen.

” Ini sebagai dampak dari Pandemi Covid-19. Dari kondisi tersebut memberikan gambaran untuk dilakukan langkah-langkah percepatan pemulihan ekonomi, salah satunya melalui kemitraan dengan perbankan untuk menunjang pelaksanaan pembangunan,” ungkapnya.

baca juga: Disperindag Baubau Pantau Stok Minyak Goreng Kemasan di Lipo Plaza Buton dan Alfamidi yang Dijual 14 Ribu per Liter

Olehnya itu, Monianse berharap melalui rapat kerja ini dapat dihasilkan rekomendasi bagi pihak perbankan dalam memberikan kontribusi akselerasi pembangunan diwilayah kawasan indonesia timur, khususnya pada pemulihan ekonomi dimasa pandemi maupun pasca pandemi Covid-19 nantinya.(*)

Comments are closed.