Peliput : Amirul
Batauga,BP-Tidak bisa dipungkiri jika mobilitas manusia dan barang menjadi urat nadi peradaban suatu bangsa. Seiring waktu perkembangan zaman begitu pesat, manusia terus berusaha untuk menciptakan moda transportasi yang paling cepat dan efisien.

Hingga saat ini, moda transportasi udara menggunakan pesawat terbang tetap menjadi pilihan utama. Faktor keselamatan, kecepatan, kenyamanan, dan keamanan pesawat udara masih menjadi andalan, terutama bagi masyarakat yang mampu atau membutuhkan.

Amirul Tamim saat memberikan pandangan terhadap sejumlah konsep rencana pembangunan Pemerintah Kabupaten Buton Selatan, di Gedung Wisata. Batauga

Saat memulai koja-koja OPD lingkup Pemkab Buton Selatan bersama Amirul Tamim belum lama ini, Kepala Bappeda Buton Selatan Ahmad Syahruni memulai memaparkan sejumlah pembagunan yang telah dilakukan Pemerintah Buton Selatan mulai dari titik nol hingga saat ini memasuki kilometer 8 atau telah berjalan 8 tahun. Mulai dari pembangunan infrastrukur yang telah terbangun, misalnya infrastruktur jalan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di wilayah strategis yang bangun di Bandar Batauga yang akan terkonek dengan pelabuhan rakyat, Pelabuhan Feri antar pulau, Kadatua, Siompu dan Batuatas, ada terminal, pasar rakyat dan di bandara Batauga didukung juga dengan rencana Ruang Terbuka Hijau.

Kemudian Ahmad Syahruni memperlihat sejumlah fasilitas jalan menuju sejumlah objek wisata yang tersebar di Buton Selatan dalam slide proyektornya. Rencana pembangunan Simpang 7 untuk mengkonek beberapa wilayah di Buton Selatan dan daerah tetangga sekaligus menjemput lokasi pembangunan perkantoran Propinsi Kepukauan Buton, kelak.

Kemudian perencanaan pembanguan jalan dari Lawela memotong hutan lindung dan tembus Sampolawa. Dari jalan itu akan sambung menyambung dengan wilayah startegis di Batauga sebagai ibu kota Kabupaten Busel. Terakhir memperlihatkan slide Bandara di Kadatua.

Amirul Tamin dalam kegiatan koja-koja dengan OPD lingkup Busel menyingung pencanangan bandara di Kadatua oleh Bupati Buton Selatan La Ode Arusani merupakan ide yang cemerlang dalam menatap kebutuhan masyarakat masa depan.

Dikatakannya, waktu menjadi Walikota Baubau, ia telah melakukan pembenahan bandara Bentoambari. Amirul berpikir bahwa moda trasnportasi masa depan adalah pesawat terbang dan itu akan menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat masa depan.

“Jadi dulu saya pernah mengundang salah satu perusahaan dibidang angkutan dari Singapurai. Begitu dia survei ternyata hasil laut kita sangat besar, hanya sayang jenis pesawatnya tidak disetujui karena jenis angkutan yang akan dibawa adalah jenis antonov,” tutur Amirul Tamim

Lanjutnya, pembangunan bandara pesawat terbang memiliki hitungan dan analisanya. Seperti bandara Betoambari masih kurang ideal karena dibagian kanan bandara ada perbukitan Palagimata. Memang jika ada hal trabel pesawat bisa lari kelaut. Namun yang ideal adalah Kadatua karena rata dan tidak ada penghalang, seperti perbukitan.

‘Mungkin bapak-bapak hingga pensiun nanti tidak tersentuh itu pembangunan bandara di Kadatua, tetapi anak cucu kita itu akan menjadi kebutuhan utama,” ucapnya.

Pada pengamalannya yang lain ketika salah satu kunjungannya di Hongkong dalam sebuah restoran, ia tidak menyangka bertemu orang Manado sebagai penyuplai ikan hidup di Hongkong yang ikan hidupnya diambil dari Baubau dan sekitarnya . Bahkan Amirul Tamim berpikir mungkin ikan yang ia pesan tadi adalah dari Baubau.

“Artinya apa moda transportasi pengangkut manusia dan barang jasa yang akan menjangkau suatu wilayah kewilayah lain, bahkan negara lain dengan cepat adalah pesawat terbang,” ucapnya.

baca juga: KPN Lamaindo Gelar RAT, Kekayaannya Hingga Rp 2.98 Miliar

Amirul Tamim mengatakan rencana pembangunan Bandara di Kadatua oleh pemerintah Kabupaten Buton Selatan harus dijadikan komitmen semua orang. Memang seorang pemimpin yang memiliki mimpi besar dimasa depan dengan ide-ide melampuai masanya itu tidak mudah untuk ditiru.(**)