Peliput : Kasrun

BURANGA, BP – Bupati kabupaten Buton Utara (Butur), Ridwan Zakariah menyebut, anggaran jalan provinsi di Kabupaten Butur pada tahun 2022 ini sebesar Rp 50 miliar lebih.

Dikatakan, anggaran Rp 40 miliar untuk pekerjaan jalan, sisanya untuk pengerjaan jembatan.

Bupati Buton Utara M Ridwan Zakaria

Demikian kata Ridwan Zakariah saat memberikan sambutan pada acara syukuran 1 tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Butur, Ridwan Zakariah dan Ahali.

“Informasi yang kami dapatkan untuk jalan provinsi tahun 2022 ini akan dianggarkan lebih kurang Rp 50 miliar lebih. Rp 40 miliar untuk jalan dan sisanya untuk jembatan,” kata Ridwan Zakariah.

Pada tahun 2022 ini, Kabupaten Butur akan menapak usia yang ke 15 tahun. Berbagai terobosan dan lompatan pembangunan daerah akan terus digalakan.

Oleh karena itu, Ridwan Zakariah dan Ahali selaku Bupati dan Wakil Bupati Butur telah mencanangkan 4 (empat) program prioritas dan program strategis daerah yang diwujudkan dalam pembangunan infrastruktur untuk menggerakan roda perekonomian yaitu jalan, bandara, rumah sakit dan pasar.

Ridwan Zakariah mengatakan, perbaikan urusan jalan merupakan prasarana angkutan darat yang dapat meningkatkan usaha pembangunan khususnya dalam memudahkan mobilitas dan memperlancar arus lalu lintas barang.

“Salah satu prioritas pembangunan jalan khususnya yang menjadi kewenangan provinsi membentang dan melewati beberapa kecamatan, yaitu Kulisusu, Kulisusu Barat, Bonegunu dan Kambowa,” kata Ridwan Zakariah.

Selanjutnya Ridwan Zakariah mengungkapkan, sejak tahun 2021, pihaknya sangat intens membangun komunikasi dengan Gubernur Sulawesi Tenggara. Sehingga kata Ridwan Zakariah dengan rasa syukur, telah dimulai proses perbaikan dan akan dilanjutkan pada tahun 2022 dan tahun-tahun mendatang.

Begitu pula halnya, khusus jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Butur, akan difokuskan pada percepatan perbaikan jalan Waode Buri Kecamatan Kulisusu Utara menuju Labuan Kecamatan Wakorumba Utara dengan panjang jalan sekitar 31,3 Kilo Meter (KM) dan telah dimulai padai tahun 2021.

“Insya Allah 2023 kita akan mendapatkan kucuran dana dari APBN, itu melalui program hibah jalan daerah,” janjinya.

“Dan informasi yang saya dapatkan kita akan mendapatkan kucuran anggaran lebih kurang Rp 200 miliar,” sambung Ridwan Zakariah.

Sementara itu, selain pembangunan jalan, pembangunan bandara juga dianggap sangat penting untuk mempermudah akses transportasi. Ridwan Zakariah menambahkan, pembangunan bandara yang akan dilakukan di Desa Lantagi Kecamatan Kulisusu akan membuka akses transportasi. Hal itu kata Ridwan, karena Kabupaten Butur yang berhadapan langsung dengan laut Banda, sehingga pada kondisi tertentu transportasi laut bukan merupakan pilihan yang tepat.

“Dalam waktu dekat ini tim dari Kementerian Perhubungan dan Bappenas akan datang langsung meninjau Desa Lantagi di mana di situ ditetapkan bandara kita yang akan dibangun secara fisik,” sebutnya.

Selanjutnya, pelayan kesehatan adalah hal terpenting dari urusan wajib pelayanan dasar yang harus dipenuhi. Oleh karenanya, lanjut Ridwan Zakariah, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah mempunyai tanggung jawab terhadap pelayanan kesehatan yang berkulitas sesuai kebutuhan.

“Peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui pembangunan atau program halo dokter tidak bisa lagi ditawar-tawar,” ujarnya.

baca juga: Wabup Butur Ahali Secara Resmi Membuka Pertandingan Bulu Tangkis 1 Tahun Kepemimpinan RIDA

Selanjutnya, Ridwan Zakariah menyebut, pembangunan strategis yang ke empat adalah pembangunan dan pengembangan pasar sebagai salah satu upaya dalam mendorong percepatan pembangunan ekonomi khususnya sektor perdagangan. (**)