Ibu Agista Ariany Ali Mazi

Laporan: Ardi Toris

SULTRA, BP-Acara Apresiasi Puisi dan Lagu yang diselenggarakan Radio Republik Indonesia (RRI) Stasiun Kendari dimeriahkan oleh penampilan Ibu Agista Ariany, di Aula Idris Dg. Sirua RRI Kendari, Selasa 17 November 2020, malam hari.

Ibu Agista Ariany Ali Mazi
Ibu Agista Ariany Ali Mazi

Apresiasi Sastra dan Lagu ini sejatinya hendak mengelaborasi puisi-puisi Mohammad Rohanudin, yang terkumpul dalam buku puisi tunggal bertajuk, “Bicaralah yang Baik-baik”, terbitan Yayasan Pustaka Obor Indonesia, tahun 2020. Mohammad Rohanudin, lelaki kelahiran Sumenep, pulau Madura, ini adalah Direktur Utama LPP – RRI.

Dalam “Bicaralah yang Baik-baik”, Mohammad Rohanudin berusaha menyatakan kecintaannya kepada Indonesia dan manusia-manusia Indonesia. Kekagumannya kepada kemajemukan Nusantara terpotret jelas dalam diksi pada puisi-puisinya. Bagi Mohammad Rohanudin, Indonesia adalah kekayaan yang perlu untuk dijaga dan dilindungi, bebas korupsi, harmonis, toleran, dan berbudi-luhur, serta berkeprimanusiaan.

…menunggang angsa menyeberangi laut teduh
di bawah bulan purnama “bupat perak”
angsa-angsa kecil ikut berbaris di belakangnya
dari jauh bulu-bulu mereka berkilau-kilau putih salju
bayangannya menuding ke bumi
menggaris tegak lurus, menuliskan cinta yang agung,
mengabarkan keperkasaan Indonesia

(Hal. 22)

Demikian bait kedua hingga ketujuh, paragraf pertama puisi berjudul “Indonesia adalah Saraswati”, yang dibacakan dengan sangat intonatif oleh Ibu Agista Ariany. Melalui permainan bunyi pada lemma tertentu dalam larik, daya puitik didorong untuk menciptakan kesan ke-sarasvati-an yang ingin digapai Mohammad Rohanudin. Tentu saja, sangat menarik disimak.

Selain Bunda Baca, Ibu Agista Ariany, juga ada beberapa penampil dari seniman lokal Kendari, yang membacakan beberapa judul lain dalam kumpulan puisi tersebut, di antaranya, Syaifuddin Gani membacakan puisi “Mengenang Sigi, Donggala, Palu Menganga”, Waode Nur Iman membacakan puisi “Bicaralah yang Baik-baik”, dan Kepala Stasiun RRI Kendari, Said Abdilah yang membacakan puisi “Di Sini Aku Mengaji (2)”.

BACA JUGA: Belanja Barang dan Jasa Pemerintah Harus Memperkuat UMKM

Selain Ibu Agista Ariany, penampilan yang juga menarik lainnya adalah Kaila Gilda Zaisyakirah yang membacakan puisi “Robek-robeklah Dadaku”. Kaila adalah juara Lomba Bercerita Anak yang dianggit RRI Kendari.

Bersama Ismi Nindiyas, Veny Rahmawaty, dan Diah Soraya Faqih, Ibu Agista Ariany juga membawakan beberapa nomor lagu dalam iringan Backstage Band. []

Nonton Video Berikut dari YouTube BaubauPost TV Channel

Asek Goyangnya…! Ada Acara Joget di Desa Bubu-Buton Utara Ditengah Pandemik Covid19

Acara joget malam yang diadakan pemerintah Desa Bubu, Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara (Butur) yang dimana disaat pemerintah daerah Kabupaten Buton Utara tengah berjibaku melawan Covid-19.
Pj Kades Bubu Riswan mengatakan bahwa acara joget malam tersebut berlangsung karena mereka sudah ada izin dari pihak kepolisian dalam hal ini Polsek Bonegunu dan mereka tidak akan berani melakukan kegiatan tersebut jika ada penyampaian dari pihak kepolisian bahwa tidak bisa melakukan acara joget malam.
Kapolsek Bonegunu Iptu Muhtar Abudu pada saat di hubungi Baubau Post melalui via WhatsAppnya membatah jika pihaknya mengeluarkan izin keramaian malam pada acara joget di desa Bubu.
Senada dengan Kapolres Butur AKBP Wasis Santoso SIK pada saat dikonfirmasi Baubau Post beberapa waktu lalu, terkait acara joget yang diadakan pemerintah desa Bubu mengakui jika dirinya tidak mengetahui bahwa di desa Bubu ada acara joget dan pihak polres tidak mengeluarkan izin untuk acara malam di desa tersebut.@baubaupost tv channel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest