Peliput: Duriani
WAKATOBI, BP – Festival Pulau Tomia (FPT) yang diselenggarakan pertama kali 3 – 6 November 2016 lalu membawa berkah untuk masyarakat pulau Tomia, baik yang berdomisili di pulau Tomia maupun masyarakat pulau Tomia di perantauan.
Hal itu disebabkan pemerintah kabupaten (Pemkab) Wakatobi akan memasukannya dalam event kalender pariwisata Kabupaten Wakatobi. Sehingga, dengan dijadikannya kalender pariwisata diharapkan perputaran ekonomi di pulau Tomia mengalami peningkatan.
“Insya Allah, kedepannya kegiatan ini (FPT) akan kita masukan dalam event kalender pariwisata Kabupaten Wakatobi,” ungkap Bupati Wakatobi, H Arhawi Ruda SE, saat malam ramah tama penutupan pelaksanaan FPT, Minggu (6/11) malam.
Menurut Arhawi Ruda, pelaksanaan FPT tampak sangat sederhana namun dibalik itu memicu peningkatan perputaran ekonomi khususnya di pulau Tomia. Jika setiap kegiatan berskala daerah maupun nasional hanya dipusatkan pulau Wangi-Wangi sebagai pusat pemerintahan. Maka tidak akan membawa perubahan signifikan terhadap Wakatobi pada umumnya.
“Kegiatan ini tampak sederhana tapi imbasnya memicu perputaran ekonomi di pulau Tomia. Jika kegiatan hanya terpusat di ibu kota kabupaten maka tidak akan membawa perubahan terhadap tiga pulau lainnya di Wakatobi,” ucap Arhawi Ruda.
Pemerintahan kedepan lanjut Arhawi Ruda, berkomitmen untuk memberi rasa keadilan dan pemerataan perputaran ekonomi maka kedepan akan menggeser sebagian tugas-tugas pemerintahan secara bergilir ke tiga pulau lainnya seperti pulau Kaledupa, Tomia dan Binongko.
“Pemerintahan kedepan akan berpegang pada komitmen yang tinggi bahwa untuk mendistribusi dan memberikan keadilan kepada seluruh pulau yang ada di Kabupaten Wakatobi maka tugas-tugas pemerintahan itu harus kita geser sebagian dari ibu kota ke tiga pulau lainnya di Wakatobi,” pungkas Arhawi Ruda. (***)