Peliput: Duriani
WAKATOBI, BP – Bupati Wakatobi, H Arhawi Ruda SE, mengungkapkan jika Kabupaten Wakatobi sebagai salah satu daerah destinasi pariwisata di Indonesia, menargetkan angka kunjungan wisatawan tahun 2017 hingga 25 ribu orang. Untuk mewujudkan cita-cita, saat ini pemkab Wakatobi terus berbenah.
Ditemui disela-sela pendaratan perdana Maskapai Wings Air rute Makassar – Wakatobi, Arhawi Ruda, mengatakan sebagai daerah destinasi pariwisata maka transportasi khususnya transportasi udara sangat penting. Sehingga dengan adanya akses menuju Wakatobi seperti rute penerbangan dari berbagai daerah di Indonesia terbuka. Pihak investor dengan mudah bisa menjangkau Wakatobi.
“Untuk mencapai target kunjungan 25 ribu wisatawan di Tahun 2017, maka maka pembukaan rute penerbangan langsung Makassar ini sangat penting. Karena investor untuk bisa menjangkau Wakatobi harus ada akses paling mudah. Kemudian kita juga harus terus berbenah,” ungkap Arhawi Ruda, di Wangi-Wangi Kamis (1/12).
Menurut Arhawi Ruda, berbenah dimaksudkan itu dengan membangun infrastruktur penunjang pariwisata. Baik itu dengan menggerakan sector pelaku usaha local maupun pihak-pihak lainnya. Termasuk melakukan penataan kawasan pariwisata. Sehingga pihak investor yang berencana untuk melebarkan sayap usahanya di Wakatobi memiliki kepastian informasi dan lokasi.
“Dari hasil analisa kita, kenapa investor khususnya diusaha perhotelan ini dalam kurun waktu sepuluh tahun agak lambat perkembangannya karena pelaku usaha butuh kepastian. Kepastian dimaksud yakni detail tata ruang wilayah Wakatobi sudah jelas atau belum. Jangan sampai pelaku usaha sudah invest ternyata bertentangan dengan detail tata ruang wilayah Wakatobi,” ujar Bupati Wakatobi.
Arhawi Ruda, menambahkan untuk bisa menggenjot target-target dimaksud maka perencanaan detail tata ruang wilayah Wakatobi akan terus dipresure sehingga bisa dituntas diakhir tahun 2016. Karena jika kawasan-kawasan yang diprioritaskan untuk pengembangan parwisata jelas, investor akan datang dengan sendirinya.
“Kita akan usahakan detail tata ruang wilayah finasl diakhir tahun 2016. Sehingga kawasan-kawasan yang diploting untuk kawasan pariwisata bisa jelas,” tutupnya. (***)

Pin It on Pinterest