Gubernur Sultra H Ali Mazi

Laporan: Ardi Toris

SULTRA, BP- Gubernur Sulawesi Tenggra (Sultra) H Ali Mazi SH melakukan pembicaran video dengan Bahlil Lahadalia, SE., Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia, pada “Rapat Koordinasi Penyusunan Peta Peluang Investasi Proyek Prioritas Strategis yang Siap Ditawarkan di Sektor Pariwisata, Pengembangan Kawasan, Industri yang Terintegrasi dengan Kawasan, dan Infrastruktur Penunjang Kawasan Tahun Anggaran 2020.

 Gubernur Sultra H Ali Mazi
Gubernur Sultra H Ali Mazi

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Ali Mazi didampingi Drs H Masmuddin Husain MSi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Propinsi Sultra, dan LM Darmin SE MSi, Kasubbid Kesejahteraan Sosial dan Kebudayaan, Bappeda Sultra. Pertemuan virtual ini dilaksanakan di Ruang Merah Putih, Rumah Jabatan Gubernur Sultra, Selasa 6 Oktober 2020.

Mendampingi Kepala BKPM-RI Bahlil Lahadalia, hadir Ikmal Lukman, Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal, BKPM-RI.

Dalam kata pengantarnya pada rakor ini, Ikmal Lukman menyatakan bahwa otonomi daerah telah menjadikan Pemerintah Daerah (Pemda) memiliki kewenangan yang lebih luas dalam pengelolaan sumber‐sumber pendapatan daerah. Pemda harus mampu mengurangi ketergantungan terhadap Pemerintah Pusat dalam hal keuangan, sehingga Pemda dapat lebih optimal dalam mengambil kebijakan terkait penerimaan yang bersumber dari daerah dan sekaligus mengelolanya dengan lebih efisien.

“Banyak potensi sumberdaya lokal berupa aset yang dapat dioptimalkan untuk pendapatan daerah, salah satunya adalah lahan sebagai aset yang paling banyak dimiliki Pemda. Setiap daerah memiliki keunikan tersendiri, sehingga lahan milik Pemda dapat dialihfungsikan untuk kepentingan umum (digunakan sebagai Destinasi Pariwisata daerah, —red.). Hal ini dilakukan untuk mengoptimalkan pengelolaan aset daerah,” ujar Ikmal Lukman.

Bagi Bahlil Lahadalia dan BKPM-RI, Penyusunan Peta Peluang Investasi Proyek Prioritas Strategis ini memiliki latar belakang yang kompleks. Investasi merupakan salah satu motor penggerak perekonomian nasional yang bersifat jangka panjang, sehingga peran investasi diharapkan mampu mengatasi persoalan ketimpangan wilayah, melalui keterlibatan dalam proses realisasi Proyek Prioritas Strategis (Perpres No. 18/2020) dan Proyek Strategis Nasional (Perpres No. 3/2016 jo. No. 56/2018) yang tersebar di 34 provinsi. “Perlu adanya informasi yang komprehensif guna membantu investor dalam mengambil keputusan berinvestasi di Indonesia; dan perlunya dukungan terhadap peningkatan dan percepatan tumbuhnya investasi dalam rangka pemulihan ekonomi nasional paska pandemi Covid-19,” ujar Bahlil Lahadalia.

Rakor antara BKPM-RI dan Pemprov Sultra ini adalah sesi kesembilan dalam rangkaian rakor yang telah dilakukan sejak pekan pertama Agustus 2020. Dari delapan rakor sebelumnya, BKPM-RI telah menyelesaikan sejumlah persiapan dan pelaksanaan lelang yang meliputi 23 proyek, sektor pariwisata, pengembangan kawasan dan industri yang terintegrasi kawasan, dan infrastruktur penunjang kawasan, yang berlokasi di 16 provinsi; dan dalam pra studi kelayakannya memuat, antara lain: analisis aspek hukum, administratif, teknis, kelayakan ekonomi, dampak sosial dan lingkungan hidup, skema model bisnis, dukungan pemerintah dan stakeholder.

Menurut Bahlil Lahadalia, BKPM-RI ingin agar seluruh Pemda di 16 provinsi itu dapat memberikan gambaran komprehensif dan mendetail dalam bentuk pra studi kelayakan kepada investor dan stakeholder terkait kelayakan suatu proyek. Menganalisis kelayakan investasi suatu proyek itu berdasarkan sektor yang akan didorong dan dikembangkan oleh Pemerintah lima tahun ke depan, dengan memperhitungkan keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif setiap daerah (provinsi) dalam rangka mendukung upaya pemerataan ekonomi ke seluruh wilayah yang berdaya saing.

Menurutnya, dalam merumuskan usulan rekomendasi kebijakan dan insentif khusus kepada Kementerian/Lembaga terkait bagi pengembangan penanaman modal proyek prioritas yang bersifat strategis di Indonesia, perlu menyiapkan informasi proyek prioritas strategis berbasis spasial (Sistem Informasi Geografis) yang siap ditawarkan kepada investor dan informasi terkait lainnya yang diintegrasikan dengan sistem informasi yang telah tersedia di BKPM-RI.

Wakatobi adalah satu dari 10 Destinasi Pariwisata yang secara indikatif merupakan Proyek Prioritas Strategis pada 41 Major Project dalam RPJMN 2020-2024, dengan nilai total proyek sebesar Rp161 triliun yang berasal dari APBN, KPBU, BUMN, dan sektor Swasta.

Sultra juga masuk dalam sembilan Kawasan Industri (KI) di Luar Pulau Jawa, dan satu bagian dari 31 Smelter dengan total investasi sebesar Rp.317,4 triliun dari APBN, KPBU, BUMN, dan sektor Swasta. Sedangkan di sektor Infrastruktur (Jaringan Pelabuhan Utama Terpadu) senilai Rp.435,2 triliun yang diambil dari APBN dan Badan Usaha.

Pemprov Sultra dan BKPM-RI menyetujui pelaksanaan proyek untuk wilayah Sulawesi Tenggara dalam 13 tahapan tersisa sepanjang Oktober hingga Desember 2020 (dengan skala monev per dua minggu). Bahlil Lahadalia mengarahkan, bahwa “Ketepatan waktu dan kualitas menjadi kunci, serta akuntabilitas juga perlu diperhatikan.”

Untuk kelancarannya, BKPM-RI meminta dukungan K/L dan Pemda terkait penyiapan data dan informasi awal, seperti kajian, masterplan, FS, dan dokumen perencanaan lain, berkaitan pengumpulan dan penyiapan data peluang dan potensi daerah yang dikoordinasikan oleh Kepala Bappeda Provinsi Sultra, sedangkan Kepala DPM-PTSP Provinsi sebagai mitra komunikasi dengan BKPM Pusat. Untuk menjamin ketepatan waktu pelaksanaannya, maka dilakukan rakor identifikasi dan penajaman proyek (pada minggu ke-II Oktober) dan rapat koordinasi di daerah (pada minggu ke-III Oktober).

Gubernur Ali Mazi menyanggupi semua ketentuan teknik dalam kerja sama percepatan pelaksanaan Proyek Prioritas Strategis untuk wilayah Sultra yang akan berjalan mulai Oktober hingga Desember 2020. []

Nonton Video Berikut dari YouTube BaubauPost TV Channel

ISTRI & ANAK ANGGOTA TNI 1413/BUTON YANG DIBUNUH SEDIH SAKSIKAN PEMAKAMANNYA

ANGGOTA TNI 1413/BUTON YANG DIBUNUH SAAT TUGAS OLEH SEORANG PEMUDA DI KELURHAN NGKARING-NGKARING, KECAMATAN BUNGI, KOTA BAUBAU DIMAKAMKAN DENGAN UPACARA MILITER. ANAK DAN ISTRI ALMARHUM SERDA BASO HADANG TERLIHAT SANGAT SEDIH DAN PILU MENYAKSIKAN DETIK-DETIK UPACARA PEMAKAMAN SUAMINYA. SEMOGA ALMARHUM DITERIMA DISIS ALLAH SWT DAN KELUARGA YANG DITRINGGALKAN DIBERIKAN KETABAHAN HATI. AMIN. @BAUBAUPOST TV CHANNEL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest