Kapolres Baubau saat sedang berbincang dengan Kasat Lantas Polres Baubau AKP Lesmana Pramuditya

BAUBAU, BP – Makin maraknya oknum pelajar yang melakukan balap liar di sejumlah titik di Kota Baubau cukup meresahkan. Bahkan dikhawatirkan akan menular ke pelajar lainnya di Kota Baubau.

Satlantas Polres Baubau sering menerima laporan ini dari masyarakat, bahwa jalan raya di depan Lippo Plaza Buton, sekitar Stadion Betoambari, jalan dekat Pelabuhan Murhum, di depan Kantor Dinas Perhubungan Kota Baubau dan beberapa titik lainnya, sering dijadikan arena balapan liar.

Menindaklanjuti hal itu, Satlantas Polres Baubau bergerak cepat menjawab keresahan masyarakat dengan melakukan hunting selama tiga minggu terakhir ini. Hasilnya, 33 motor dan sejumlah knalpot bogar diamankan.

Kapolres Baubau AKBP Rio Tangkari mengatakan dalam pers rilisnya Selasa (04/02) mengatakan pihaknya mengambil sikap dengan menggunakan startegi khusus untuk menindak para pelaku balap liar karena sering berpindah-pindah lokasi.

“Kita tindak untuk memberikan efek jera. Kalau kita tidak tegas, maka ini sebagai virus yang menular, orang akan ikut-ikutan,” kata Rio Tangkari.

Kapolres menegaskan bahwa kendaraan yang sudah diamankan tersebut tidak akan dikeluarkan kalau tidak segera dikembalikan sesuai standar awal pabrikannya.

Kemudian, jika masyarakat, menemukan informasi tentang adanya pelaksanaan balap liar yang meresahkan masyarakat, segera dilaporkan ke Satlantas Polres Baubau untuk ditindaklanjuti.

Kapolres mengakui bahwa pada umumnya yang melakukan balap liar merupakan oknum pelajar dari berbagai macam sekolah di jenjang pendidikan di Kota Baubau.

Namun pihaknya tidak membeberkan pelajar sekolah mana saja yang biasanya mengikuti balap liar tersebut. Meski begitu, Kapolres meminta semua guru sekolah di Kota Baubau agar menyampaikan dan menanamkan pendidikan berlalu lintas yang baik juga dampak bahaya yang dialami ketika balap liar.

“Para guru itu agar peduli kepada siswanya sehingga ke depan tidak terjadi yang seperti ini lagi,” pinta Kapolres.

“Pengendara yang mengubah standarisasi kendaraanya menjadi tidak sesuai standar akan membahayakan dirinya sendiri,” tambah dia.

Pihaknya sering melakukan pencegahan dalam bentuk sosialisasi dalam mewujudkan keamanan, keselamatan ketertiban, dan kelancaran lalu-lintas  (Kamseltibcarlantas) di masyarakat dan sekolah-sekolah.

“Kita lakukan itu secara continue dengan berbagai kegiatan sosialisasi dan semacamnya,” tutup Kapolres. (*)

Peliput: Asmaddin

Pin It on Pinterest