Laporan: Ardi Toris

BAUBAU, BP- Akhirnya sampai juga dimalam penghujung penutupan pameran Halo Sultra dan napak tilas pahlawan nasional asal Sultra Oputa Yi Koo. Pada malam penutupan yang akan brlangsung Sabtu Malam (28/05/2022), panitia menghadirkan band legendaris Tipe X.

Grup beraliran ska ini sebenarnya sudah pernah datang di Kota Baubau ketika diundang dalam rangka jari jadi Kota baubau yang 476 pada tahun 2018. Meski begitu penampilan Tipe X kali ini tetap dinanti para penghgemarnya yang akan tampil pada Sabtu malam nanti (28/05/2022)

Band Tipe X

disadur dari wikipedia indonesia, berikut profil band yang sudah tergolong legendaris tersebut. Tipe-X adalah grup band beraliran Ska yang pernah meraih juara band Favorit di Festival Musik Alternatif di Menteng pada tahun 1995.

Tipe-X dibentuk pada tanggal 10 September 1995 (dengan nama Head Master). Saat ini, Tipe-X terdiri dari 6 personil yaitu Tresno Riadi (vokal), Micky (bass), Yoss (gitar), Arie Hardjo (drum), Billy (gitar) dan Anto (trombone).

Tipe-X dibentuk pada September tahun 1995 yang dimotori oleh Tresno Riadi dan Yoss, semula kelompok ini menggunakan nama Headmaster sebagai nama band, namun mereka akhirnya memilih nama Tipe-X untuk memudahkan orang untuk mengingat nama band. Grup ini beranggotakan Tresno Riadi (vokal), Micky (bass), Yoss (gitar), Billy (gitar), Arie Hardjo (drum) dan Anto (trombone).

Saat terbentuk, Headmaster hanya terdiri dari Tresno (vokal), Micky (bass), Yoss (gitar), Gatz (kibor) dan Hendro (drum) pada tahun 1992. Di awal kemunculannya, mereka masih membawakan lagu grup musik lain, seperti lagu-lagu Alternative Rock dari Red Hot Chilli Peppers dan Rage Against The Machine.
Selanjutnya pada tahun 1995, sejumlah perubahan dilakukan grup band ini. Gatz memutuskan keluar dan akhirnya bergabung dengan grup Ungu. Kekosongan Gatz dengan masuknya Irul, seorang gitaris rhythm, cukup mendongkrak performa mereka. Perubahan lainnya, band ini mulai memainkan Ska, aliran musik yang saat itu masih jarang dimainkan di Indonesia.

Semula mereka memainkan lagu – lagu grup luar seperti Voodoo Glow Skull, Operation Ivy & Mighty-Mighty Bosstone, namun akhirnya mereka mengganti dengan membawakan lagu-lagu ciptaan mereka sendiri. Hal tersebut membuat Tipe-X terlihat berbeda dan makin dikenal penggemar musik tanah air.

Pada bulan Maret, masuklah Andi Toha yang mengisi posisi brass section dan additional player untuk trombone yaitu Edhot. Masuknya kedua personel ini makin mengentalkan nuansa Ska milik Tipe-X.

Billy, adik kandung Tresno ikut bergabung dengan Tipe-X dan masuk sebagai gitaris menggantikan posisi gitaris rhythm yang sebelumnya diisi oleh Irul. Posisi additional player peniup trombone yang semua diisi oleh Edhot, kemudian digantikan oleh Anto, adik kandung Edhot.

Festival – Festival Musik hingga Panggung – Panggung Underground di Jakarta & Sekitarnya mereka jajal, Mereka juga pernah menjadi salah satu Juara Favorit Festival Musik Alternatif di Menteng tahun 1995.

Mereka akhirnya membuat beberapa demo lagu, lalu Tipe-X berinisiatif mengirimkan demo lagu Frustasi ke acara Ekspresi Indosiar, salah satu acara musik yang memiliki penonton yang cukup banyak dan bergengsi kala itu. Mereka juga mengirimkan demo lagu Bebas Pusing ke acara IndieLapan radio Prambors dan masuk peringkat lima. Setelah itu tawaran manggung pun semakin banyak.

Ketika lagu-lagu ciptaan mereka sudah terekam sekitar 10 lagu, Tipe-X pun mulai mencoba memasukkan demo lagu ke major label. Mereka ingin menawarkan konsep Ska versi Tipe-X dan rencananya jika tidak diterima, mereka akan menempuh jalan Indie Label. Mereka tidak menyangka musik Tipe-X akhirnya tembus juga ke industri rekaman pada akhir dekade 90-an.

Untuk memperbaiki kualitas debut album, Tipe-X mengaransemen kembali beberapa lagu – lagu yang pernah mereka buat. Semula mereka menjagokan lagu “Frustasi” dan “Bebas Pusing”, ternyata Pops selaku produser lebih memilih lagu Genit yang justru dibikin secara mendadak.

Debut album Tipe-X berjudul “SKA Phobia” akhirnya rilis pada bulan Juni 1999 dan beredar di pasaran lewat label rekaman Pops Musik, di bawah naungan Aquarius Musikindo selaku distributor.

Hingga saat ini Tipe-X telah mengeluarkan 7 album, di antaranya: SKA Phobia (1999), Mereka Tak Pernah Mengerti (2001), Super Suprise (2003), Discography Hitam Putih (2005), Album Kompilasi the best A Journey (2007), Festival Perasaan (2009) di bawah naungan Michelin Records dan SEVEN (2012) di bawah naungan Offbeat Music Records (kini dikenal sebagai Bahaya Records)

Pada tahun 1999, album perdana berjudul mereka muncul “SKA Phobia” dengan singel Genit dan Angan. “SKA Phobia”, album pertama Tipe-X dirilis pada Juni 1999 di bawah label Pops yang dikomandani Dodo Abdullah. Album tersebut memuat 10 lagu, termasuk 3 lagu berbahasa Inggris.

2 tahun kemudian, Tipe-X menelurkan album kedua dengan judul “Mereka Tak Pernah Mengerti” pada tahun 2001. Album ini menuai sukses besar hingga mendapat penghargaan Triple Platinum.

Pergantian formasi terjadi, posisi Hendro (drum) digantikan oleh Aditya Pratama alias Adi, mantan penggebuk drum grup Teaser. Tipe-X pun semakin rajin mengeluarkan album baru. Pada tahun 2003, album ketiga “Super Surprise” juga mendapat sambutan positif dari penggemarnya yaitu X-Friends.

Masih mengikuti pola perilisan album sebelumnya tiap 2 tahun. Pada tahun 2005, Tipe-X mengeluarkan album keempat bertajuk “Discography Hitam Putih”. Masih diproduksi oleh Pops Musik, perilisan album ini bertepatan dengan ulang tahun kesepuluh.

Disusul dengan album kelima yang dirilis pada tahun 2007. 2 tahun kemudian, mereka merilis album the best “A Journey” yang dirilis pada tahun 2007. Album kelima ini berisi 3 lagu baru dan sejumlah lagu-lagu lawas, seperti Sakit Hati, Genit, Salam Rindu, Mawar Hitam serta sebuah lagu baru berjudul Kamu Penipu ciptaan Tresno. Album ini sukses terjual 120.000 kopi.

Setelah vakum selama 2 tahun lebih, tahun 2009 Tipe-X kembali menggebrak ranah hiburan dengan meluncurkan album baru. Album keenam bertajuk “Festival Perasaan” ini tetap mengusung konsep Ska, namun dengan sentuhan yang sedikit berbeda dan melibatkan 3 orang drummer. Tipe-X memutuskan tetap setia pada jalur musik mereka di tengah hingar bingar Melayu yang mewarnai musik Indonesia saat itu.

Single Ciuman Pertama dipilih Tipe-X sebagai single andalan. Dalam single ini Tipe-X berduet dengan penyanyi Kanada bernama Chelssie Baker yang cukup fasih bernyanyi dalam bahasa Indonesia. Selain Chelssie, dalam proses penggarapan album ini Tipe-X juga dibantu oleh Marcell Siahaan.

Berbekal pengalaman manis dan pahit mereka, kini Tipe-X merilis single terbaru yang berjudul “Boyband” di bawah bendera Offbeat Music Indonesia milik Benjamin Renhat sebagai label dan management mereka.

Single ini adalah sebuah single pembuka untuk album ke-7 mereka, Seven yang dirilis tahun 2012 juga oleh Offbeat Music Indonesia. Tipe-X berharap album terbaru mereka dapat memuaskan kerinduan X-Friends (penggemar Tipe-X) di seluruh Indonesia.

Maraknya tren boyband di dunia musik Indonesia membuat Tipe-X menciptakan lagu berjudul “Boyband”. Tak hanya itu, dalam video klipnya pun masing-masing personil Tipe-X tampil beda dengan bergaya seperti boyband.

Dalam album “Seven”, Tipe-X juga menyelipkan lagu yang mendukung pesepakbolaan Indonesia yang berjudul “Indonesia Juara”. Sebenarnya lagu ini merupakan lagu lama yang sudah ada sejak 4 tahun lalu, namun baru bisa masuk di album “Seven”. Dengan lagu ini, Tipe-X berharap masyarakat Indonesia bisa terus mendukung timnas Indonesia meskipun kondisi sepak bola Indonesia sedang terpuruk.

Tipe-X saat ini beranggotakan 6 orang, yakni Tresno Riadi (vokal), Billy (gitar), Yoss (gitar), Micky (bass), Anto (trombone) dan Arie Hardjo (drum). Sampai saat ini, grup band ini masih eksis dan sering mengisi acara di berbagai daerah.

baca juga: Ribuan Orang Saksikan Artis Ady Naff di Kotamara Baubau, Masyarakat ‘Gila’ Hiburan Setelah Dua Tahun Tak Bebas Beraktivitas
Pada awal 2017, grup musik ini meluncurkan buku biografi berjudul “1999 : Ketika Pecundang Menjadi Pemenang”. Dalam buku tersebut Tipe-X membagikan kisah perjalanan karier Tipe-X selama 22 tahun mengarungi musik Indonesia.(***)