Bandara Betoambari

BAUBAU, BP- Terkait penyebaran virus corona, pihak Bandara Betoambari tidak memasang alat pendeteksi suhu badan, seperti halnya di bandara-bandara lainnya. Penumpang yang hendak ke Baubau, telah dicek di bandara sebelumnya.

Kasi Teknis dan Operasi Bandara Betoambari Muh Basuki mengatakan, frekuensi penumpang yang datang maupun yang berangkat di Bandara Betoambari tidak terlalu banyak.

“Bandara kita kelas tiga, pada dasarnya jumlah arus penumpang yang keluar dan masuk per harinyakan sebanyak 365 orang,” katanya saat ditemui Senin (27/01).

Dijelaskan, penumpang yang datang ke Kota Baubau sebelumnya telah singgah di Bandara Hasanuddin Makassar. Di bandara internasional itu, setiap penumpang telah dicek kesehatannya, sebelum melanjutkan perjalanan ke bandara-bandara tujuan akhirnya.

“Kita belum ada alatnya di sini, jadi kalau penumpang Makassar yang mau ke Baubau sudah diperiksa. Jadi kita bandara sebagai tujuan akhir, begitu pun yang dari Kendari yang mau ke Baubau sudah diperiksa di Kendari,” jelasnya.

Pun begitu, setiap penumpang yang hendak keluar melalui Bandara Betoambari telah diperiksa juga oleh petugas Kantor Kesehatan Penumpang (KKP) yang disiagakan.

Sementara khusus di Kota Baubau, belum ada tenaga kerja asing dari cina yang bekerja di Baubau. Sehingga pihaknya masih bisa mengontrol penumpang yang datang dan pergi dari bandara Betoambari.

“Sekali berangkat atau datang itu penumpangnya maksimal 72 orang, jadi kita bisa lihat mana penumpang yang sakit kita langsung periksa,” pungkasnya. (#)

Peliput: LM Syahrul

Pin It on Pinterest