Peliput: Duriani

WAKATOBI, BP – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Wakatobi resmi berganti dari pejabat sebelumnya Muh Lalan Jaya SPdI ke Khalifah SPd MPd. Tiga hari setelah dilantik, Khalifah langsung melakukan pertemuan tatap muka dengan Aparatur Sipil Negera (ASN) lingkup Kemenag Wakatobi di Aula Kantor Kemenag Wakatobi, Rabu (17/1/2018).
Kepala Tata Usaha (KTU) Kemenag Wakatobi, La Umuri SPdi MMPd, ditemui di kantor Kemenang Wakatobi mengungkapkan, jika pertemuan itu selain tatap muka ASN dilingkupnya dengan Kepala Kemenag yang baru, sekaligus ajang sosialisasi terkait kedisplinan seluruh ASN lingkup Kemenag Wakatobi. Sehingga jika ada pemberlakuan aturan tidak menimbulkan salah penafsiran.
“Jadi pertemuan ini selain tatap muka dengan kepala kantor baru, sekaligus sosialisasi terhadap pemberlakuan serta penegasan kedisplinan pada saat jam kerja,” ungkap La Umuri, disela-sela pertemuan tersebut.
Menurut La Umuri, seluruh ASN wajib memahami pemberlakuan kedisplinan. Pasalnya, beberapa waktu lalu ada sejumlah ASN dilingkup Kemenag Wakatobi dengan terpaksa dikenai sanksi. Sehingga ketika sosialisasi itu telah dipahami seluruh ASN diharapkan tidak mengulangi kesalahan yang sama.
“Beberapa waktu lalu ada sejumlah ASN lingkup Kemenag Wakatobi mengembalikkan tunjangan profesi yang sudah diterimanya, khususnya para dewan guru di sekolah-sekolah. Hal itu dikarenakan ada temuan dimana jam mengajarnya tidak mencukupi sesuai aturan yang berlaku. Semoga dengan sosialisasi ini diharapkan ASN lingkup Kemenag Wakatobi tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama,” harapnya.
Amatan Baubau Post, dalam pertemuan yang dirangkai dengan sosialisasi itu tampak sekitar 100 orang tenaga pengajar yang tersebar di sekolah-sekolah lingkup Kemenag Wakatobi menanyakan problema yang dialami para guru terkait pengembalian tunjangan profesi. Sejumlah guru meminta solusi kepada kepala kantor baru.
Diantaranya, sejumlah guru mengeluhkan kekurangan jam mengajar yang dipicu persoalan profesi guru yang mayoritas guru Agama Islam. Pasalnya, dalam hidup bermasyarakat seringkali guru Agama Islam dibutuhkan masyarakat setempat dalam berbagai kegiatan social kemasyarakatan seperti membaca. Kepala kantor Kemenag Wakatobi dengan sigap memberikan penjelasan sehingga kewajiban di kantor tidak terabaikan begitu pula urusan social kemasyarakatat tetap terjalin dengan baik.