Presiden Jokowi Hadiri Peringatan HAM Sedunia ke 69 di Solo, Diakuinya Masih Banyak PR Pemerintah untuk Tuntaskan Kasus HAM

Laporan: Ardi Toris

SOLO, BP – Peringatan Hari Hak Asasi Manusia Sedunia ke-69 di The Sunan Hotel Solo, Minggu (10/12) dengan tajuk “Kerja Bersama Peduli Hak Asasi Manusia” dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) RI Yasonna Laoly, didampingi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo.

Sesuai rundown acara dari panitia, begitu Jokowi tiba langsung meninjau booth pameran peringatan hari HAM Sedunia ke-69 di depan Ballroom the Sunan Hotel.

Dalam pidato sambutannya Jokowi mengakui masih banyak pekerjaan rumah untuk penegakan HAM yang belum dituntaskan.

“Saya menyadari masih banyak pekerjaan besar, pekerjaan rumah perihal penegakan HAM yang belum bisa tuntas diselesaikan, termasuk di dalamnya pelanggaran HAM,” kata Jokowi.

Presiden menyebutkan kasus pelanggaran HAM yang masih belum terselesaikan seperti penembakan misterius 1982-1985, penghilangan orang secara paksa 1997-1998, kerusuhan Mei 1998, peristiwa Trisakti, Semanggi I, dan Semanggi II dan lainnya.

“Hal ini membutuhkan kerja kita semuanya, kerja bersama antara pemerintah pusat dan daerah dan seluruh komponen masyarakat dan dengan kerja bersama kita hadirkan keadilan HAM, kita hadirkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia,” kata Presiden.

Namun Presiden Jokowi mengaku sudah banyak upaya pemerintah yang berusaha menyediakan layanan-layanan dasar bagi masyarakat. “Mulai dari pembagian Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang sudah diberikan pada 17,9 juta anak dari keluarga tidak mampu, jaminan kesehatan nasional melalui Kartu Indonesia Sehat (KIS) saat ini sudah lebih dari 92,4 juta penerima,” ucapnya

Jokowi juga mengapresiasi semua pihak yang telah berkontribusi dalam menegakan prinsip-prinisp HAM di Indonesia.

Usai berpidato presiden meninggalkan lokasi kegiatan sementara penyerahan penghargaan berupa piala dan piagam Kota Peduli HAM diserahkan langsung Mentri Yasona Laoly.

Kota Baubau, Kabupaten Busel, Buton, Buteng, Wakatobi dan Kota Solo menjadi tujuh daerah di antara ratusan daerah yang mendapat penghargaan itu selain Gunungsitoli dan juga Kota Ambon.

Amatan media ini, penerimaan penghargaan untuk Kota Baubau diwakili Asisten II Pemkot Baubau Amsir Afie, Busel diterima langsung Bupati Agus Feisal Hidayat, Buteng diterima langsung Bupati Samahudin, dan Buton diterima langsung Plt Bupati La Bakry. (*)

Pin It on Pinterest