Abdullah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Buteng

Peliput: Hengki TA

LABUNGKARI, BP – Behasiswa Samatau merupakan salah satu program dalam visi misi pasangan Bupati dan Wakil Bupati definitif pertama di Kabupaten Buton Tengah (Buteng). Hal tersebut dilakukan, sebagai paya meningkatkan program pendidikan untuk mahasiswa berprestasi.

 Abdullah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Buteng
Beasiswa Pendidikan Samatau kata Abdullah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Buteng Dianggarkan Rp 750 Juta

Tidak tanggung-tanggung, Pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Buteng, menyiapkan anggaran sebesar Rp 750 juta untuk behasiswa samatau. Dari total anggaran Rp 750 juta itu, behasiswa berprestasi diporsikan sebesar Rp 300 juta dan untuk behasiswa kurang mampu sebesar Rp 450 juta.

BACA JUGA: Masyakat Boneoge Hibakan Tanahnya Untuk Bangun Enam Perkantoran Pemda Buteng

“Kemarin sudah dianggarkan kembali di APBD Perubahan tahun 2020, sebesar Rp 750 juta,” ungkap Abdullah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Buteng saat dikonfirmasi diruangannya.

Lanjutnya, pemerintah daerah sebelumnya sudah menyiapkan anggarapan behasiswa di APBD induk tahun 2020 sebesar Rp 500 juta, namun dikarenakan recovusing anggaran akibat covid 19 sehingga anggaran tersebut di alihkan, sehingga di APBD Perubahanbehasiswa tersebut di anggarkan kembali.

Untuk beasiswa Samatau tersebut, masih di khsuskan pada tingkat mahasiswa, mulai dari tingkatan Strata I (S1) hinggga sampai tingkatan Strata III (SIII). Sedangkan untuk kriteria penerima behasiswa tersebut di atur dalam Peraturan Bupati (Perbub) nomor 44 tahun 2019.

Dalam Perbub itu, berbunyi behasiswa tidak mampu memiliki persyaratan antar lain harus warga Buton Tengah yang dibuktikan dengan KTP dan KK asli warga Buteng, calon penerima behasiswa harus memiliki kartu mahasiswa dan memiliki basis data warga kurang mampu di kemensos atau surat keterangan kurangmampu dari kelurahan atau desa setempat

“Sementara beasiswa berprestasi, sama halnya dengan yang kurang mampu ditambah dengan IPK standar 3,2 serta akreditasi kampus minimal akreditasi B,” tuturnya.

Selain itu, nominal berapa beasiswa yang akan di berikan tergantung jumlah peminatnya, apabila ada yang memenuhi syarat jumlahnya kecil, maka nominalnya yang didapat penerima akan besar. Akan tetapi, bagi penerima beasiswa tidak selamanya akan terus menerima, sebab setiap tahunnya akan dievaluasi. (*)

Nonton Video Berikut dari YouTube BaubauPost TV Channel

Asek Goyangnya…! Ada Acara Joget di Desa Bubu-Buton Utara Ditengah Pandemik Covid19

Acara joget malam yang diadakan pemerintah Desa Bubu, Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara (Butur) yang dimana disaat pemerintah daerah Kabupaten Buton Utara tengah berjibaku melawan Covid-19.
Pj Kades Bubu Riswan mengatakan bahwa acara joget malam tersebut berlangsung karena mereka sudah ada izin dari pihak kepolisian dalam hal ini Polsek Bonegunu dan mereka tidak akan berani melakukan kegiatan tersebut jika ada penyampaian dari pihak kepolisian bahwa tidak bisa melakukan acara joget malam.
Kapolsek Bonegunu Iptu Muhtar Abudu pada saat di hubungi Baubau Post melalui via WhatsAppnya membatah jika pihaknya mengeluarkan izin keramaian malam pada acara joget di desa Bubu.
Senada dengan Kapolres Butur AKBP Wasis Santoso SIK pada saat dikonfirmasi Baubau Post beberapa waktu lalu, terkait acara joget yang diadakan pemerintah desa Bubu mengakui jika dirinya tidak mengetahui bahwa di desa Bubu ada acara joget dan pihak polres tidak mengeluarkan izin untuk acara malam di desa tersebut.@baubaupost tv channel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest