– Kasus Kosmetik Palsu

Peliput: Hengki TA

BAUBAU, BP – Badan Ekskutif Mahasiswa (BEM) Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) kembali melakukan aksi di depan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Baubau dan Badan Penanaman Modal dan PTSP Kota Baubau. Aksi para mahasiswa ini untuk mempertanyakan izin usaha Toko Maju terkait kasus kosmetik palsu yang menjerat pemilik Toko Maju OH karena dengan terang -terangan memperdagangkan kosmetik palsu, Selasa (01/11).

Korlap aksi, Irwan mengatakan, terkait izin usaha milik Toko Maju BEM Unidayan menduga ada keterlibatan oknum tertentu yang mengeluarkan izin dan meleluasakan Toko Maju untuk memperdaganggkan kosmetik palsu secara bebas.

“Kecenderungan kami ke Disperindag dan Badan Penanaman Modal dan PTSP, ingin membicarakan persoalan izinnya, karena memang menurut kami ada penyalagunaan izin Toko maju yang kemudian berani menjual kosmetik ilegal atau palsu,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, BEM Unidayan telah berkomitmen dengan pihak Disperindag dan Badan Penanaman Modal dan PTSP, untuk bersama-sama menindak lanjuti surat izin usaha yang dimiliki Toko Maju.

“Kami akan tidak lanjuti bersama-sama, kemudian memantau terkait izinnya bagaimana, apa bila pelanggrannya lebih jauh maka akan ada pencabutan izin,” katanya.

Kepala BPM dan PTSP Kota Baubau, Abdul Karim SPd MSi menanggapi atas aksi terbut, pihaknnya akan menindak lanjuti serta akan berkoordinasi dengan dinas terkit untuk melakukan infestigasi.

“Kami akan konfirmasi dengan Toko Maju dan berkoordinasi dengan dinas terkait, untuk sebelummnnya kita akan melakukan peneguran. Kita juga akan rapatkan untuk pengambilan keputusan ” tuturnya.

Toko Maju sendiri, bukan hanya menjual kosmetik, melainkan yang dijualnya ada barang-barang lain salah satunnya sembako. Pihaknya juga melihat dampak yang ditimbulkan karena menyangkut persolan perkonomian. Apa bila dihentikan dan menutup sementara maka akan ada dampaknya. Apabila dianggap suatu pelanggaran maka izinnnya akan dicabut, namun untuk pencabutannya akan ada mekanisme tahapannya, paling tidak ada persuasif dan komitemn-komitmen.

“Bagaimana dengan badan usahannya kita juga akan memperhatikan itu, apa bila hanya sangsi pidana kepada yang bersangkutan, maka kita akan lihat dengn dampak usaha yang ditimbulkan, kalau kemudian misalnnya berdamak ekonomi, dan menimbulkan korban yang lebih bannyak kita akan hentikan itu, karena Pemerintah harus berpihak pada masyrakat,” jelasnya.

Aksi tersebut merupakan tindak lanjut dari aksi sebelumnnya, terkait masalah Toko Maju yang menjual dan mentransaksi kosmetik ilegal. Pada aksi sebelumnya yang yang digelar pada beberapa waktu lalu di Disperindag, Kejaksaan Negeri Baubau, dan Badan Penanaman Modal dan PTSP, BEM Unidayan meminta kepada Kejari Baubau untuk menangg serius masalah ini.

Untuk diketahui terkait kasusu penjualan kosmetik palsu ini pemilik toko maju OH sudah dieksekusi jaksa di Lapas Kelas IIA Baubau setalah dalam sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Baubau terdakwa oleh majelis hakim diperintahkan untuk ditahan.

“Terdakwa sudah kita eksekusi setelah ada perintah penahanan dari majelis hakim,”kata Kasi Tipidum, Awaluddin Muhamad SH kepada Baubau Post.(*)

Pin It on Pinterest