BAUBAU, BP- Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Baubau merilis, penyebab terjadinya inflasi di Kota Baubau yakni ikan cakalang, dibandingkan dengan komoditas lainnya di bulan ini.

Kepala BPS Kota Baubau Sudirman mengatakan, ikan cakalang mempengarhui inflasi di Kota Baubau hingga 0,2 persen. Hal ini dikarenakan daya beli masyarakat terhadap ikan cakalang sedikit.

“Cakalang di bulan lalu agak murah harganya kita lihat inflasinya karena naik turun harga, naik turunya harga ini kadang dipengaruhi oleh stok yang melimpah dan daya beli masyarakat terhadap satu jenis komoditas,” katanya kepada sejumlah media Kamis (02/01).

Lanjutnya, ada perbedaan jumlah ikan cakalang dari bulan lalu dengan bulan sekarang. Yang mana bulan lalu ikan cakalang jumlahnya melimpah, sementara bulan ini harganya naik dikarenakan jumlahnya di pasaran sedikit. Hal ini pula dipengaruhi dengan kondisi cold store di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang tidak maksimal.

“Jadi tergantung dari jumlah tangkapan dan permintaan, kalau kita melihat bahwa mungkin sekarang itu ikan cakalang mulai berkurang dibandingkan bulan lalu, sehingga harganya naik karena tidak ada penyimpanan di bulan-bulan lalu,” ungkapnya.

Menurutnya, setiap daerah sudah memiliki regulasi masing-masing dan ini dibuktikan ada salah satu daerah yang seharusnya pada saat natal inflasi itu meningkat bukan menurun, dikarenakan tingkat konsumsinya meningkat.

“Kalau kita bicara regulasi setiap saat pemerintah daerah sekarang sudah menyiapkan regulasi di mana kalau kita melihat kadang kita membuat prediksi itu berpeda dengan kondisi yang terjadi salah satu adanya regulasi justru yang deplasi yang tertingi di bulan ini adalah manado yang seharusnya konsumsi tertingi manado ada natal,” jelasnya.

Sehingga untuk di Kota Baubau sendiri terkait dengan inflasi cukup tertingi khususnya di Indonesia karena pencapaianya menyetuh angka satu koma. (#)

Peliput: LM Syahrul

Pin It on Pinterest