Peliput : Amirul

BATAUGA,BP – Badan Urusan Logistik (Bulog) Baubau siap membeli hasil panen petani jagung hibrida Buton Selatan (Busel).

Kepala Bulog Baubau La Rahidu S.Sos mengatakan sesuai Peraturan Presiden (Pepres) nomor 68 tahun 2016, Bulog ditugasi untuk menerima jagung dengan ketentuan kadar air 14 persen dengan harga dipatok Rp 3150 perkilogram

“Jadi petani jagung tidak usah khawatir hasil panennya tidak terbeli seperti tahun-tahun lalu, dengan Pepres itu Bulog siap membeli,” kata Rahidu saat ditemui usai rapat koordinasi ketahanan pangan di aula rapat Kantor Bupati, Kamis (21/12)

Ia mengharap dengan penanaman jagung hibrida bantuan pemerintah pusat di Buton Selatan dapat membuahkan hasil yang maksimal dan Bulog Baubau siap membeli hasil panen petani

Ditambahkannya, untuk menjaga dan mengukur ketahanan pangan suatu daerah sudah semestinya setiap kabupaten memiliki Bulog dan gudang sehingga hasil panen petani seperti jagung dapat ditampung
“Saya sudah mengusulkan Pemkab Busel untuk meyiapkan lahan kurang lebih tiga hektar untuk dibangun gudang Bulog dan Bupati merespon itu,” tukasnya

Sebelumnya, Plt Dinas Pertanian Buton Selatan Muhammad Rais mengatakan petani Busel mendapat bantuan bibit jagung hibrida dari Kementerian Pertanian (Kementan) dalam program Upaya Khusus padi jagung dan Kedelai (Upsus Pajale) dengan luasan lahan tanam jagung hibrida kurang lebih 513 hektar
“Potensi panen lima ton perhektar atau secara keseluruhan mencapai 2500 ton permusim,” ucap Rais

Kata dia, program Upsus Pajale adalah program pemerintah pusat dalam rangka swasembada pangan di daerah menuju ketahanan pangan nasional

“Sebenarnya Busel mendapat jatah 1200 hektar namun setelah disosialisasikan ke masyarakat petani kesiapan lahan di 30 desa tersebar di dua kecamatan yakni Kecamatan Batauga dan Sampolawa hanya mampu 513 hektar saja sisa 687 hektar tidak disanggupi,” tuturnya

Lanjutnya, benih jagung hibrida dari Kementan telah tiba di bulan Oktober lalu. Penyalurannya ke 350 kelompok tani di Buton Selatan didampingi pihak TNI yakni Babinsa, petani akan mendapatkan jatah jagung hibrida 15 kilogram perhektar.

“Dinas Pertanian akan terus mendampingi masyarakat petani, memberikan suport dan sosialisasi bercocok tanam yang baik sehingga ditargetkan petani dapat menghasilkan panen yang maksimal,” ujarnya

Ditambahkannya, memang yang menjadi permasalahn adalah pemasaran. Tetapi dari Pemerintah pusat telah memberikan instruksi, hasil panen petani dapat dijual ke Badan Logistik (Bulog) dengan harga Rp3150 perkilogram. Saat ini pihaknya berencana akan mengintegrasikan hasil panen petani jagung menjadi pakan ternak. “Jadi tidak ada lagi hasil panen jagung yang melimpah tidak terbeli karena Bulog sudah siap membeli,” tutupnya (*)

Pin It on Pinterest