PASARWAJO, BP – Bupati Buton La Bakry secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-46 tingkat Kabupaten Buton tahun 2020, yang dipusatkan di Panggung Utama Arena MTQ, Lapangan Sepakbola, Desa Ambuau Indah, Kecamatan Lasalimu Selatan, Beberapa waktu lalu. Dalam kesempatan itu ia berpesan agar menjadikan MTQ sebagai sumber kesejukan.

Sebelum membuka acara tersebut Bupati La Bakry bersama Wakil Bupati Iis Elianti menerima para Kafilah yang berasal dari 7 kecamatan di Tribun penghormatan depan Rujab Lasalimu Selatan.

Bupati Buton La Bakry menegaskan kepada seluruh elemen masyarakat, untuk memandang MTQ bukan hanya sebagai sebuah acara rutin, dan ajang lomba menang kalah dalam seni membaca Al -Qur’an. Tetapi mestinya lebih dari itu, MTQ itu sebagai suntikan energi bagi umat Islam Kabupaten Buton untuk membumikan Al-Quran dalam kesehariannya sebagai seorang Muslim.

La Bakry mengajak umat untuk merenungkan dan memahami makna Alquran. Alquran adalah petunjuk untuk memperkokoh Akhlakul Karimah membangun kehidupan yang beragam dan menerapkan ide-ide besar, ide-ide mulia dalam Al-Qur’an untuk kemaslahatan umat dan masyarakat Kabupaten Buton.

“MTQ menjadi salah satu sumber kesejukan, menjadi mata air melimpahnya ukhuwah islamiah dan ukhuwah Basyariah. Hati kita seharusnya merasa damai tiap kali membaca Al-Qur’an, merasa tentram tiap kali mendengarkan ayunan Ayat Suci Al-Qur’an. Sehingga tidak ada lagi hoaks, fitnah-memfitnah, caci-mencaci di antara sesama umat,” pesan Bupati melalui dirilis Kominfo Buton.

Lanjut, orang nomor satu di Kabupaten Buton ini, berharap kepada peserta MTQ agar senantiasa memetik manfaat dari penyelenggaraan event tersebut.

“Siapkan diri anda untuk menghadapi MTQ tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara ke-28 tahun 2020, yang akan berlangsung di Andoolo, Kabupaten Konawe Selatan. Dan bagi yang belum meraih prestasi, jadikan pengalaman ini sebagai motivasi untuk lebih giat belajar dan berlatih,” pungkas Bupati Buton.

Sementara itu, Ketua Panitia MTQ ke-46 Alimani, mengatakan tujuan MTQ untuk memelihara, mengembangkan dan meningkatkan pengetahuan nilai-nilai suci yang terkandung dalam Al-Qur’an.

“MTQ merupakan spirit pembangunan daerah. Selain itu para pemenang dalam lomba ini akan menjadi utusan Kabupaten Buton untuk MTQ Sultra di Konawe,” pungkas dia.

Diwaktu yang sama, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buton Drs Mukhtar SPdI mejelaskan bahwa kitab Al-Quran yang dimusabaqahkan pada MTQ tersebut terdiri dari 30 juz, 114 surat, 6660 ayat, 77.439 kata dan 1.000.027 huruf akan dikaji oleh peserta dan anak-anak dalam bentuk tilawatil Quran, Tartil Al-Quran bahkan akan diuji kemampuan menghafal dan mengartikan Al-Quran.

Kata dia, peserta juga dituntut meningkatkan keterampilannya dalam menuliskan Al-quran dalam bentuk Kaligrafi, termasuk mengkaryakan dalam bentuk karya ilmiah tentang perkembangan-perkembangan hari ini yaitu etika bagaimana berbudi sosial dalam kaca mata islam.

“Saya minta dengan dilaksanakannya MTQ, tidak hanya berarti sebagai syiar islam akan tetapi lebih jauh kita maknai sebagai barometer bagaimana mengukur keberhasilan pembelajaran-pembelajaran Al-quran yang ada didalam masyarakat kita. Oleh karena itu perlu dukungan kita semua, baik itu melalui pendidikan formal maupun nonformal termasuk orang tua.

Untuk diketahui, Kafilah dilepas Ketua Panitia yang juga Asisten I Setda Buton Alimani setelah menerima laporan dari KUA Kecamatan Lasalimu Selatan selaku tuan rumah. Kecamatan Kapontori menempati barisan pertama yang memasuki tribun kehormatan setelah Marchind Band Gita Takawa. Berturut-turut, Kecamatan Wolowa, Wabula, Siotapina, Pasarwajo, Lasalimu dan Lasalimu Selatan.

Menariknya pada pawai taruf tersebut, komunitas dan sanggar seni dari agama lain turut meramaikan parade kafilah pada acara yang bernuansa relegius tersebut. Usai pawai taruf, dimalam harinya Bupati Buton membuka dengan resmi MTQ ke-46 Kabupaten Buton. Sekalian melantik Dewan Hakim yang bertugas.

Peliput: Asmaddin

Pin It on Pinterest