Peliput: Arianto W

BUTON, BP- Satuan Siswa Pelajar dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila Buton menggelar Dialog Santai bersama Bupati Buton Drs La Bakry MSi serta Kapolre Buton AKBP Gunarko, di Pondok Bambu, Minggu (06/06).

Disuguhkan tema “Generasi Millenial, Generasi Pancasila”, Bupati Buton La Bakry mengatakan, Pancasila merupakan dasar filsafat atau ideologi bangsa dan negara.

Dijelaskannya, Pancasila tidak terbentuk secara otodidak serta bukan hanya diciptakan oleh seseorang sebagaimana yang terjadi pada ideologi-ideologi lain di dunia, namun terbentuknya Pancasila melalui proses yang cukup panjang dalam sejarah bangsa Indonesia.

Bupati Buton Drs La Bakry MSi (kiri) sedang Memberikan Materi Tentang Generasi Milenial, Generasi Pancasila.

Olehnya itu, Pancasila harus benar-benar dapat diamalkan secara bijak oleh seluruh rakyat Indonesia di dalam melangsungkan kehidupan sehari-harinya.

“Kadang-kadang anak-anak yang milenial itu sudah tidak hafal lagi, di dalam kelas kadang-kadang sudah tidak diajarkan lagi karena Pendidikan Moral Pancasila dalam pendidikan itu sudah dihapus dalam kurikulum. Sehingga Pancasila itu harus kita dapat kembalikan lagi dari sekarang, sehingga anak-anak generasi kita itu mereka dapat mengetahui apa itu Pancasila,” tuturnya.

Diterangkannya pula, Negara Indonesia memiliki keberagaman budaya, suku, bangsa dan agama, sehingga dengan adanya Pancasila dapat menjadi pedoman hidup dalam berbangsa dan bernegara.

“Kita sangat plural, beragam, berbhineka, tapi ada yang mempersatukan kita dalam sebuah wawasan kebangsaan yaitu Pancasila, dan sebetulnya Pancasila itu universal,” ujarnya.

“Sama juga dengan budaya kita yang ada di Buton ini sangat universal juga, dan itu bisa kita gunakan dimana-mana, seperti pombinci-mbinciki kuli itu dalam Pancasila ada juga,” sambungnya.

Tak hanya itu, menurut La Bakri, implementasi Pancasila sangatlah penting dalam menunjang pembentukan karakter positif generasi muda saat ini.

“Saya harapkan 45 butir dalam Pancasila yang terdapat dalam Ketetapan MPR No. I/MPR/2003 itu harus benar-benar kita amalkan dalam kehidupan sehari-hari kita. Nah, dalam Pancasila tersebut terdapat butir-butir pengamalan dari sila pertama hingga kelima. Itu butir-butir Pancasila menjelaskan substansi dari setiap sila, Pancasila sebagai upaya melaksanakan nilai-nilai, Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” katanya.

Merespek hal itu, Kapolres Buton AKBP Gunarko menjelaskan kredibilitas Pancasila dalam konteks kekinian. Dikatakannya, generasi saat ini banyak yang tidak mengerti dan kurang memahami nilai-nilai Pancasila.

“Bahwa sekarang ini, nilai-nilai Pancasila itu sudah banyak yang tidak mengerti dan memahami, termasuk juga dalam dunia pendidikan kita. Ini merupakan sesuatu yang darurat bagi bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Menurutnya, Pancasila harus dapat ditanamkan dalam diri sendiri sehingga kedepannya diharapkan dapat mengatasi dampak-dampak yang ditimbulkan sebagai akibat dari globalisasi.

“Pancasila sebagai pandangan hidup dan dasar negara harus menjadi pijakan dalam bersikap karena Pancasila yang dijadikan sebagai dasar negara dan ideologi nasional bangsa Indonesia, memiliki posisi yang abadi di dalam jiwa bangsa Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Pembina SAPMA PP Buton Ardin Wabula dalam pemaparannya mengatakan, pemuda merupakan estafet untuk mengawal proses pembangunan yang ada di negara maupun daerah sehingga saat ini peran pemuda sangat dibutuhkan.

“Bahwa peran pemuda itu sangat dibutuhkan sehingga pemuda yang diharapkan oleh negara maupun daerah ini adalah pemuda-pemuda yang mempunyai intelektual serta mempunyai wawasan yang luas,” tegasnya.

Untuk itu, ia berharap agar di era digitalisasi sekarang ini, pemuda dapat lebih berhati-hati dalam bersosial media, utamanya setiap informasi yang didapatkan harus di saring terlebih dahulu.

“Ini merupakan tantangan pemuda dan generasi agar setiap ada informasi yang didapatkan harus betul-betul kita telaah lebih dahulu, itu baru yang dinamakan pemuda-pemuda milenial atau pemuda yang memiliki wawasan kebangsaan,” ujarnya.

BACA JUGA: BKPSDM Buton Ungkap Alasan Penundaan Jadwal CPNS/PPPK, Awaluddin: PPPK itu Kepanitiaannya dari Kemendikbud

Diakhir pemaparannya, Ardin Wabula meminta kepada Pemda Buton agar dapat memberikan ruang kepada generasi muda, sehingga apa yang menjadi persoalan di daerah dapat dipikirkan secara bersama. (*).

Pin It on Pinterest