Peliput:Iman Supa

RAHA,BP – Bupati Muna, LM Rusman Emba ST usai menghadiri rapat paripurna di DPRD Muna, melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di Kampus Akademi Keperawatan (Akper) Pemerintah Daerah Muna. Selasa (25/10).
Dalam kunjungan bupati bersama beberapa rombongan meninjau ruangan belajar. Diantara beberapa ruangan yang ada, hanya satu ruangan yang ada mahasiswanya, sementara ruangan lain terlihat kosong tanpa ada mahasiswa satupun.
Saat berada dalam satu ruangan, Bupati Muna, LM Rusman Emba ST sedikit berbincang dengan beberapa mahasiswa menanyakan apa yang menjadi keluhan dalam pelayanan kampus maupun ketersediaan fasilitas kampus. “Apa yang menjadi keluhan mahasiswa sekalian dalam pelayanan di kampus Akper ini, bagaimana proses perkuliahan serta fasilitas kampus,” kata Rusman Emba kepada beberapa mahasiswa.
Agus Muliana salah satu mahasiswa akper merasa kaget dengan kedatangan Bupati Muna. Keluhannya masalah bangunan kemudian dalam menjalankan proses pembelajaran seperti elsidi masih kurang kadang tidak ada maupun tidak tercukupi.
“Kalau masalah dalam pembelajaran Dosennya biasa tepat waktu cara mengajar mudah dipahami. Fasilitas di kampus kurang memadai baik dalam sarana pembelajaran kurang sekali. Selain itu persoalan kamar mandi yang rusak maupun Hewan ternak berkeliuran dalam lingkungan kampus,” kata agus Muliana.
Harapannya dengan kedatangan Bupati bisa memperhatikan bangunan kampus maupun fasilitas kampus agak lebih baik. Selain itu di tempat berpisah, narasumber yang enggan menyebutkan namanya mengungkapkan, beberapa pelayanan di Akper tidak maksimal seperti halnya perpustakaan jarang terbuka, buku-buku perpustakaan kurang, maupun alat laboratorium yang kurang terlebih gaji para dosen belum terbayarkan.
Direktur Akper, Santhy SKep Ns melalui telepon selulernya mengatakan dengan kedatangan Bupati dikampus yang dipimpinnya ia masih berada di Kantor Daerah. “Menanggapi masalah gaji dosen yang belum terbayarkan, menurutnya dari 22 dosen tidak tetap maupun 9 dosen tetap gajinya telah terbayarkan, ada sebagian belum terbayarkan karena belum datang mengurus dikampus, dosen yang mengambil gaji dengan membawa rencana pembelajaran sehingga saat diberikan gajinya berdasarkan jumlah jam mengajar dengan hitungan 25 ribu per jamnya dalam hitungan per satu semester,” ungkap Santhy.
Ia menegaskan dengan kurangnya Mahasiswa saat kunjungan Bupati, karenaMahasiswa sementara ujian pertengahan semester.”Sementara mahasiswa menghadapi Ujian tengah semester, ada yang masuk pagi maupun siang dari berbagai tingkatan.
Sementara itu, LM. Taslim Kepala Bidang anggaran DPPKAD menegaskan besaran DPA dinkes yang disediakan untuk ditahun 2016 di Kampus Akper sebesar Rp 385.700.000. (*)