H Arhawi SE MM

  • Tidak Taat Protokol Kesehatan Saat Deklarasi

Peliput: Zul Ps Editor: Hasrin Ilmi

WANGI-WANGI,BP – Bupati Wakatobi H Arhawi terlihat santai menanggapi teguran keras yang dilayangkan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang telah tertuang dalam surat surat bernomor : 302/4364/OTDA.

H Arhawi SE MM
H Arhawi SE MM

Surat tersebut secara jelas menggamblangkan bahwa Tito menyoroti deklarasi yang dilakukan oleh H Arhawi-Hardi La Omo (Halo) yang merupakan Bacakada Wakatobi, kegiatan tersebut dilakukan di Lapangan merdeka Kecamatan Wangi-Wangi pada 9 Agustus lalu dengan kalim masa yang hadir berkisar 7 ribu orang.

Untuk diketahui, surat tersebut ditujukan kepada Gubernur Sultra Ali Mazi yang langsung di tanda tangani oleh Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Otda Kemendagri) Akmal Malik atas nama Mendagri Tito Karnavian.

Dikonfirmasi beberapa awak media Kamis (03/09) Bupati Wakatobi H Arhawi yang juga merupakan Ketua gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 nampak kalem menyikapi teguran keras tersebut.

” Hampir semua daerah di Indonesia ini melakukan hal yang sama, pemerintah punya kewajiban melakukan peneguran kepada daerah-daerah yang beraktifitas pada pilkada ini yang tidak taat pada protokol kesehatan.” katanya dengan santai.

Pihaknya juga mengatakan, jika dirinya tidak sendiri yangdiduga tidak taat pada protokol kesehatan yang ada di Wakatobi ini, terdapat Bacakada lainnya juga yang melakukan hal yang sama.

” Wakatobi ini, disamping Halo, juga yang lain melakukan hal yang sama lalu kemudian dimana tugas kita disini, kalau memang ditiadakan, maka ditiadakan semua. Jadi biarkan saja dia bergerak secara dinamis.” lanjutnya

Meski telah mendapatkan teguran tegas dari Kemendagri yang dinilai Bupati Wakatobi itu telah menyebabkan terjadinya kerumunan massa dan bertentangan dengan upaya Pemerintah dalam menanggulangi serta memutus rantai penularan wabah Covid-19, pihaknya masih menganggap bahwa yang dilakukan masih sesuai dengan protokol kesehatan.

” Walaupun saya juga posisi selaku ketua, apa yang saya jalankan ini tetap mengunakan protokol kesehatan ya,??? kalau pada akhirnya kita membaur seperti ini. Ini juga pada akhirnya tidak bisa kita bendung, seharusnya kita ini satu-satu meter. Pada akhirnya kita akan seperti ini dan mengguanakan masker itu penting. Walaupun rapat-rapatan juga kalau pake masker tidak jadi soal,” tukasnya.

Amatan koran ini, kerumunan masa bersekala besar terjadi diwilayah administrasi Kabupaten Wakatobi awalnya dilakukan oleh Bupati Wakatobi pada tanggal 9 Agustus 2020, kemudian salah satu Bacakada Wakatobi Haliana-Ilmiati Daud dengan jargon (HATI) juga diduga, karena menghadiri undangan silahturahmi pada tanggal 29 Agustus 2020 yang betempat di Pulau Kaledupa.(*)

Nonton Juga Video Berikut dari YouTube BaubauPost TV Channel:

PENGAKUAN GURU HASRIANTI GAJINYA DITAHAN PEMKOT BAUBAU SUDAH SATU TAHUN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest